Tumbuh Bogor KUW catat pohon di Sentul City, bibit punya lokasi dan cerita

4 menit membaca View : 13
Abdul Halim
News, Sentul City - 04 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Penanaman pohon sering berhenti saat bibit ditanam dan dokumentasi kegiatan selesai. Namun, platform Tumbuh Bogor KUW mengubah pola itu dengan memungkinkan setiap pohon yang ditanam memiliki catatan digital, termasuk lokasi dan informasi penanaman, sehingga jejak penghijauan bisa ditelusuri kembali. Pendekatan ini diterapkan dalam kegiatan penanaman pohon di Sentul City, Kabupaten Bogor, pada Jumat (4/9/2026), sebagai bagian dari Program Penanaman Pohon Tahap VI.

Kegiatan kolaborasi PT Sentul City Tbk dan Kuta Udaya Wangsa (KUW) melibatkan penanaman sejumlah jenis pohon, seperti mahoni, trembesi, dan tabebuya. Di balik aktivitas di lapangan, platform ini menyiapkan sistem pencatatan yang tidak hanya mengumpulkan data, tetapi juga menerapkan proses verifikasi sebelum informasi tersebut ditampilkan sebagai bagian dari catatan publik. Dengan demikian, penanaman tidak lagi sekadar rangkaian seremonial, melainkan mulai terhubung dengan monitoring dan dokumentasi jangka panjang.

Tumbuh Bogor KUW, dari tanam ke catatan pohon

Inti inovasi Tumbuh Bogor KUW berada pada fitur Catat Pohon. Melalui fitur ini, pengguna dapat memasukkan data pohon yang ditanam dengan dukungan dokumentasi foto, informasi terkait, serta penanda lokasi tempat pohon tersebut berada. Setelah data terkumpul, proses pemeriksaan dan verifikasi dilakukan sebelum akhirnya masuk ke sistem yang dapat ditampilkan.

Hasilnya, setiap pohon yang sebelumnya hanya dikenal dari foto kegiatan memiliki “identitas” di platform. Konsep “Bogor Tumbuh. Satu Pohon, Satu Cerita” menegaskan bahwa kontribusi penghijauan dapat dibaca ulang, bukan berhenti pada hari penanaman. Bagi peserta, ini juga menjadi cara untuk memastikan upaya yang dilakukan memiliki rekam informasi yang rapi dan dapat ditelusuri kembali.

Peta Pohon menampilkan lokasi yang sudah diverifikasi

Platform ini juga menyediakan fitur Peta Pohon yang berfungsi untuk menampilkan titik lokasi pohon yang telah diverifikasi. Keberadaan peta membuat masyarakat tidak hanya melihat bahwa kegiatan penanaman pernah dilakukan, tetapi juga bisa mengetahui di mana pohon tersebut berada berdasarkan koordinat lokasi yang dicatat.

Selain peta, terdapat fitur Cerita yang memberi ruang bagi setiap pohon untuk memiliki dokumentasi tersendiri. Informasi yang dapat ditampilkan meliputi nama pohon, nama ilmiah, pihak yang menanam, lokasi, serta tanggal penanaman. Detail seperti ini membuat dokumentasi penghijauan lebih informatif, sekaligus membantu edukasi publik karena data tidak berhenti pada visual.

Dari penanaman menjadi monitoring yang tetap butuh perawatan

Pendekatan Tumbuh Bogor KUW menempatkan penanaman sebagai langkah awal, sedangkan pencatatan dan dokumentasi berperan sebagai jembatan agar kontribusi tersebut memiliki rekam informasi setelah kegiatan selesai. Dengan adanya akses bagi masyarakat untuk melihat kembali pohon yang telah dicatat, perjalanan program penghijauan menjadi lebih teratur dan tidak mudah hilang jejaknya.

Meski demikian, pencatatan digital tidak menggantikan kebutuhan perawatan di lapangan. Pohon tetap memerlukan perlakuan langsung agar dapat tumbuh dan memberi manfaat bagi lingkungan. Artinya, platform ini lebih tepat dipahami sebagai alat untuk memperkuat keberlanjutan melalui transparansi data, bukan sebagai pengganti kegiatan pemeliharaan.

Perluasan keterlibatan lewat adopsi, tantangan, dan fitur pendukung

Selain Peta Pohon dan Cerita, Tumbuh Bogor KUW menghadirkan fitur lain yang membuka ruang keterlibatan lebih luas, seperti Adopsi, Tantangan, Simulasi, Keluarga, Green Office, dan Marketplace. Fitur-fitur tersebut mendorong partisipasi agar tidak hanya datang saat penanaman, tetapi berlanjut lewat mekanisme yang mendorong kebiasaan, keterlibatan komunitas, dan dorongan untuk terus mengikuti perkembangan.

Dengan cara ini, gerakan penghijauan dapat berkembang menjadi aktivitas yang lebih konsisten. Ketika setiap pohon punya “cerita” dan jejak data yang bisa ditelusuri, partisipasi yang muncul cenderung lebih bermakna. Program juga lebih mudah dievaluasi karena ada dokumentasi yang tersusun, sementara masyarakat mendapatkan ruang untuk memahami kontribusi yang dilakukan.

Sentul City jadi lokasi penanaman tahap VI

Dalam kegiatan Jumat (4/9/2026) di kawasan Sentul City, penanaman pohon dilakukan sebagai bagian dari Program Penanaman Pohon Tahap VI. Jenis yang ditanam, termasuk mahoni, trembesi, dan tabebuya, menjadi bagian dari upaya penghijauan yang disertai pencatatan melalui platform Tumbuh Bogor KUW.

Kolaborasi PT Sentul City Tbk dan KUW memperlihatkan bagaimana program lingkungan dapat dipadukan dengan sistem digital untuk memastikan data tidak berhenti di dokumentasi saat acara berlangsung. Pada akhirnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari kemampuan menjaga keberlanjutan, memantau jejak kontribusi, dan membuat masyarakat dapat mengikuti perkembangan pohon dari waktu ke waktu.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x