Pekan Sastra Bogor 2026 19-20 September di Kota Bogor, ada wisata sastra dan bazar

4 menit membaca View : 54
Abdul Halim
Bogor, News - 03 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Pekan Sastra Bogor 2026 akan berlangsung pada 19-20 September 2026 di dua lokasi, yaitu Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor. Kegiatan bertema “Apa, Siapa, dan Bagaimana Sastrawan Bogor?” ini dirancang untuk mengajak publik menelusuri ekosistem sastra dari sisi pelaku, ruang tumbuhnya, hingga keterkaitan karya dengan sejarah dan kehidupan masyarakat setempat.

Acara ini mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan dalam Program Penguatan Komunitas Sastra. Dukungan tersebut ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kehidupan sastra yang berawal dari komunitas sekaligus memperluas akses masyarakat untuk ikut terlibat dalam kegiatan kebudayaan.

Project Manager Pekan Sastra Bogor 2026, Moch Aldy, menjelaskan bahwa tema tahun ini berangkat dari sejumlah pertanyaan mendasar tentang keberadaan sastrawan dan perkembangan sastra di Bogor. Tidak hanya membahas siapa yang menulis dan berkarya, panitia juga ingin menyoroti bagaimana para sastrawan tumbuh, ruang apa yang membentuk cara pandang mereka, serta sejauh mana karya dan gagasan yang lahir berhubungan dengan sejarah serta dinamika sosial di Kota Bogor.

Rangkaian kegiatan Pekan Sastra Bogor 2026 melibatkan publik lintas usia

Selama dua hari penyelenggaraan, Pekan Sastra Bogor 2026 akan menjadi ruang pertemuan bagi penulis, akademisi, mahasiswa, pelajar, komunitas, dan masyarakat umum. Penataan program dibuat beragam agar pengunjung tidak hanya menjadi pendengar diskusi, tetapi juga memiliki cara untuk berinteraksi langsung dengan sastra melalui aktivitas yang lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari.

Menurut Moch Aldy, rangkaian kegiatan yang disiapkan meliputi wisata sejarah, bazar buku, pameran arsip, pembacaan karya, pemutaran film, hingga panggung pertunjukan. Harapannya, setiap orang dapat menemukan pendekatan masing-masing untuk berjumpa dengan sastra sekaligus membangun alternatif cara memaknai Bogor melalui jejak budaya dan pemikiran yang terus hidup.

Diskusi sastra, simposium, dan chill reading bersama komunitas buku

Ketua Panitia Pekan Sastra Bogor 2026, Reza Yudhistira, menambahkan bahwa agenda utama akan diisi Diskusi Sastra dan Simposium dengan menghadirkan sejumlah penulis, akademisi, dan pegiat kebudayaan. Nama-nama yang turut terlibat dalam rangkaian tersebut antara lain Okky Madasari, Langgeng Prima Adiguna, Bardjan, Moch Aldy MA, Reza Yudhistira, Teguh Tri Fauzi, Feby Indirani, dan Tenu Permana, serta masih ada pihak lain yang akan menyusul.

Selain format diskusi, panitia juga menyiapkan Chill Reading yang diselenggarakan bersama Bogor Book Party. Aktivitas ini memberi ruang santai untuk kegiatan membaca, sehingga atmosfer acara tidak sepenuhnya berbasis forum formal. Dengan pola seperti ini, pengunjung dapat berpindah dari diskusi berbasis gagasan menuju aktivitas yang lebih personal, sekaligus tetap terhubung dengan tema besar tentang bagaimana sastra tumbuh di Bogor.

Wisata sastra, pameran arsip, dan bazar buku untuk membaca kota lewat jejak kebudayaan

Salah satu daya tarik Pekan Sastra Bogor 2026 adalah Program Wisata Sastra yang dikenal sebagai Bogor Historical Walk. Kegiatan ini mengajak peserta menyusuri ruang-ruang penting dalam sejarah Kota Bogor, mulai dari kawasan Hotel Salak, Kebun Raya Bogor, hingga Museum Perjuangan. Perjalanan tersebut dilengkapi zine yang memuat arsip dan catatan sejarah kolektif, sehingga peserta tidak hanya berjalan di tempat, tetapi juga “membaca” kota melalui jejak kebudayaan yang masih tersisa.

Panitia juga menghadirkan Bazar Buku yang mempertemukan masyarakat dengan sejumlah penerbit dan penjual buku. Di sisi lain, Pameran Arsip dan Karya Visual akan menampilkan dokumen, manuskrip, arsip tertulis, serta materi visual yang berkaitan dengan sejarah dan perkembangan kebudayaan di Bogor pada periode 1950-2025. Kehadiran arsip ini ditekankan sebagai pengingat bahwa sejarah sastra tidak semata tersimpan dalam buku, melainkan juga dalam dokumen, ingatan, dan berbagai jejak yang ditinggalkan para pelaku kebudayaan.

Penutupan dengan panggung rekreatif dan pemutaran film

Reza menuturkan bahwa rangkaian kegiatan akan ditutup melalui Panggung Rekreatif dan Pemutaran Film. Penyelenggaraan bagian penutup ini merupakan hasil kolaborasi bersama Komunitas Film Bogor, Club Lobi Pilm, dan Kolektips Cinema Cigombong. Kolaborasi lintas komunitas ini, menurut panitia, diharapkan bisa membuat acara tetap terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, bukan hanya berhenti pada pembahasan teoritis.

Pekan Sastra Bogor 2026 juga diposisikan sebagai ruang perjumpaan antara sastra dan aktivitas masyarakat. Kegiatan ini terbuka bagi masyarakat umum, dan informasi terkait jadwal, pendaftaran, serta rincian rangkaian akan diumumkan melalui akun Instagram Pekan Sastra Bogor.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x