
INFOSENTULCITY.ID – Video lama pernyataan Said Iqbal yang menyebut Presiden Prabowo Subianto memiliki IQ 170 dan menyamakannya dengan ilmuwan Albert Einstein kembali ramai dibicarakan di media sosial. Publik menyoroti klaim tersebut karena kini Said Iqbal sudah berada di lingkaran pemerintahan, setelah dilantik Presiden Prabowo pada 8 Juni 2026 sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.

Dalam rekaman yang beredar, Said Iqbal juga menyampaikan pujian lain, termasuk klaim bahwa Prabowo mampu membaca hingga 50 buku dalam sehari. Namun, klaim kecerdasan dan kemampuan membaca itu perlu dipahami sebagai pernyataan pribadi Said Iqbal saat berbicara dalam forum pada 10 Juni 2024, bukan sebagai hasil tes kecerdasan yang terverifikasi secara independen.
Pernyataan Said Iqbal tersebut muncul dalam konteks diskusi pada 10 Juni 2024, ketika Prabowo masih berstatus calon presiden terpilih. Said menyampaikan bahwa ia sudah mengenal Prabowo cukup lama, dengan kedekatan yang ia sebut berlangsung sekitar 10 tahun. Dari kedekatan itu, ia mengatakan mengetahui karakter dan cara pandang Prabowo.
Dalam forum tersebut, Said memberikan penilaian yang sangat tinggi terhadap kemampuan Prabowo dalam menyerap informasi. Ia menyebut IQ Prabowo 170 dan menyamakannya dengan Einstein, sebagai bentuk apresiasi terhadap kecerdasan yang menurutnya terlihat dari perilaku dan kapasitas berpikir Prabowo.

Said juga menyinggung kebiasaan membaca Prabowo. Ia menggambarkan bahwa koleksi buku di lingkungan pribadi Prabowo sangat banyak, lalu menambahkan klaim bahwa sang presiden dapat membaca hingga 50 buku dalam sehari. Di bagian lain, Said menyebut Prabowo sebagai sosok yang “superpintar” dan mengingatkan para pejabat agar mampu mengikuti kapasitas berpikir presiden.
Perbincangan publik ikut menguat setelah Said Iqbal resmi dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Prabowo pada 8 Juni 2026. Dengan posisi tersebut, hubungan Said dan Prabowo tidak lagi hanya sebatas relasi politik ketika masa kampanye, melainkan menjadi bagian dari struktur kerja pemerintahan.
Dalam keterangan resmi saat pelantikan, Said disebut akan memberikan masukan terkait kepastian kerja, upah layak, serta perlindungan buruh. Setelah menjabat, pernyataan-pernyataan Said yang sebelumnya muncul dalam forum 2024 kembali dibaca dengan konteks yang berbeda, karena kini ia berada di posisi yang lebih dekat dengan proses pengambilan keputusan.
Karena itu, potongan video yang memuat pujian tentang kecerdasan Prabowo ikut menjadi bahan diskusi, bukan hanya soal isi klaimnya, tetapi juga mengenai bagaimana publik menilai keterhubungan pernyataan tokoh buruh dengan agenda pemerintahan yang sedang berjalan.
Meski viral, angka IQ 170 tidak otomatis berarti fakta objektif yang telah dibuktikan melalui pengukuran resmi. Dalam rekaman dan konteks forum yang sama, pernyataan tersebut pada dasarnya merupakan penilaian Said Iqbal terhadap kecerdasan Prabowo berdasarkan pengamatannya selama bertahun-tahun.
Tidak ada informasi yang menunjukkan klaim IQ 170 itu berasal dari hasil tes kecerdasan resmi yang kemudian dipublikasikan sebagai data terukur. Dengan kata lain, yang dapat dipastikan adalah Said Iqbal pernah menyampaikan klaim tersebut dalam forum pada Juni 2024, bukan bahwa angka IQ Prabowo telah diverifikasi dengan standar independen.
Hal serupa berlaku untuk perbandingan dengan Albert Einstein. Penyamaan itu juga merupakan bentuk penilaian dan retorika pujian Said, bukan rujukan ilmiah yang disertai metode pengujian atau pembanding formal.
Menariknya, pernyataan Said Iqbal ketika itu tidak berdiri sendiri sebagai pujian. Said juga menyampaikan sejumlah arahan agar para menteri bergerak cepat dan mampu beradaptasi dengan pola kepemimpinan Prabowo. Ia menyinggung isu-isu yang pada saat itu menjadi perhatian pekerja dan publik.
Di antara isu yang disebut adalah Uang Kuliah Tunggal (UKT), Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), serta Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Khusus KRIS, Said meminta agar kebijakan tidak menimbulkan kebingungan karena berulang-ulang mengalami perubahan aturan.
Ia menekankan pentingnya komunikasi dan sosialisasi kebijakan supaya masyarakat, termasuk kalangan buruh, tidak dirugikan. Dalam cara penyampaian Said, pujian terhadap kapasitas Prabowo berjalan beriringan dengan ekspektasi agar pemerintahan baru dapat menata ulang kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan warga.
Kembalinya video ke ruang publik membuat pembacaan terhadap pernyataan Said menjadi lebih luas. Sebagian warganet menyoroti klaim-klaim bernuansa besar seperti IQ 170 dan kemampuan membaca 50 buku sehari, karena klaim semacam itu mudah ditafsirkan secara harfiah tanpa kerangka data.
Namun, ada pula yang melihat sisi lain dari rekaman tersebut, yakni adanya catatan kebijakan yang disampaikan Said pada masa transisi menuju pemerintahan. Ketika Said kini menjabat penasihat khusus urusan ketenagakerjaan, publik cenderung menautkan kembali pesan-pesan sebelumnya tentang perlindungan buruh, kepastian kerja, serta cara pemerintah mengomunikasikan program agar tidak menimbulkan keresahan.
Perdebatan pun bergeser dari sekadar viralnya potongan kalimat, menjadi pertanyaan yang lebih substantif: sejauh mana klaim pujian tokoh tertentu terhadap presiden sejalan dengan implementasi kebijakan yang menyentuh kepentingan pekerja.






Tidak ada komentar