
INFOSENTULCITY.ID – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor menggelar Festival Inovasi Bogor Innovation Award (BIA) 2026 di Science and Techno Park, IPB University, Jalan Taman Kencana, Kecamatan Bogor Tengah. Acara bertema “SPARK YOUR IDEA: Innovation and Collaboration Empowering The Future” ini berlangsung selama dua hari, 8-9 September 2026.

Kepala Bapperida Kota Bogor, Anne Dewiana Rulianti, menjelaskan bahwa BIA 2026 dirancang sebagai instrumen strategis untuk membangun ekosistem inovasi daerah yang lebih inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata di masyarakat. Visi yang diacu sejalan dengan “Bogor Beres, Bogor Maju”, dengan fokus solusi pada sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, transportasi, pangan, sosial, serta teknologi.
Anne menekankan bahwa BIA 2026 tidak berhenti pada penilaian tahunan atau penyerahan trofi. Festival ini diposisikan sebagai jalur pembinaan, inkubasi, hingga hilirisasi inovasi. Dengan cara itu, gagasan yang muncul dari warga, pelajar, akademisi, maupun ASN diharapkan tidak hanya menjadi dokumen, tetapi menghasilkan dampak bagi efisiensi pelayanan serta kemajuan Kota Bogor.
Ia juga menyebut keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci agar budaya inovasi tumbuh dan menjadi kebiasaan dalam keseharian kota. Dalam kerangka tersebut, festival diharapkan mendorong warga Bogor agar lebih kreatif, adaptif, produktif, serta berdaya saing berbasis pengetahuan dan teknologi.

Pada penyelenggaraan tahun ini, BIA 2026 berhasil menjaring 184 inovasi dari berbagai kategori peserta. Dari total inovasi yang terdaftar, sebanyak 63 inovasi dipilih untuk dipamerkan secara langsung pada festival. Ragam tema yang ditampilkan mencakup sektor teknologi, pelayanan publik, lingkungan, ekonomi kreatif, dan sosial.
Menurut Anne, pameran ini juga menjadi cara untuk menunjukkan bahwa Bogor memiliki cukup banyak ide yang siap dikembangkan. Ia berharap, inovasi yang sebelumnya masih berupa prototype dapat diadopsi oleh perangkat daerah, lalu direplikasi agar manfaatnya lebih luas bagi warga.
Target utama yang dibidik Bapperida adalah percepatan hilirisasi inovasi. Anne menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan minimal 10 inovasi unggulan untuk dijadikan proyek percontohan atau pilot project di perangkat daerah. Skema ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat Indeks Inovasi Daerah Kota Bogor.
Untuk menjaga kualitas sekaligus kepastian implementasi, seluruh gagasan yang masuk tidak langsung dipamerkan tanpa proses. BIA 2026 dilengkapi rangkaian seleksi yang mencakup seleksi substansi, validasi lapangan, serta presentasi dan wawancara. Proses tersebut bertujuan memastikan inovasi memiliki nilai tambah dan dampak nyata, bukan sekadar ide yang berhenti di tahap konsep.
Selain pameran teknologi dan pelayanan publik, festival ini juga menghadirkan Kompetisi Bakat yang melibatkan lima kategori. Lima kategori tersebut adalah Fotografi bertema “Bogor Berinovasi”, Menyanyi Solo, Tari Tradisional, Tari Modern, serta Cosplay. Anne menyebut kota yang maju tidak hanya ditopang kecanggihan teknologi, tetapi juga kaya budaya dan kreativitas, sehingga kompetisi menjadi ruang bagi anak muda untuk “SPARK YOUR TALENT”.
Festival juga disemarakkan dengan workshop inovasi dan talkshow interaktif bersama praktisi, ditambah hiburan musik. Bapperida menargetkan kunjungan sekitar 2.500 hingga 3.000 pengunjung selama dua hari pelaksanaan. Seluruh rangkaian pameran dan acara dapat dinikmati masyarakat umum secara gratis.
Untuk bagian penampilan, sebanyak 122 peserta dari berbagai sekolah, sanggar, dan komunitas se-Kota Bogor telah tersaring dan siap tampil di babak final pada hari puncak festival. Dengan komposisi peserta dan agenda yang beragam, BIA 2026 diharapkan menjadi ruang bertemunya ide, talenta, dan kebutuhan implementasi di lingkungan Kota Bogor.






Tidak ada komentar