Bocah 7 Tahun Ditemukan Tewas di Sumur Villa Permata Mas Gunung Putri

3 menit membaca View : 11
Abdul Halim
Hukum & Kriminal, News - 23 Okt 2026

Kabupaten Bogor kembali berduka setelah seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun ditemukan tewas di dalam sumur di Perumahan Villa Permata Mas, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri. Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 23 Oktober 2026, dan jasad korban baru ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang dua hari. Kapolsek Gunung Putri, AKP Hilal Adi Imawan, menjelaskan bahwa penemuan bermula dari petunjuk warga yang meminta petugas memeriksa sumur di dekat balai RW 18. Saat Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor bersama tim K9 tengah melakukan penyisiran untuk mencari korban di sekitar lokasi tempat tinggalnya, petunjuk tersebut menjadi perhatian utama.

Petunjuk warga mengarah ke sumur dekat balai RW 18

Selama masa pencarian, sumur yang berada di sekitar balai RW 18 ternyata belum pernah diperiksa. AKP Hilal mengungkapkan kecurigaan muncul karena titik itu tidak disentuh dalam dua hari pencarian. Petugas kemudian menindaklanjuti arahan warga dan melakukan pemeriksaan dengan membuka tutup sumur.

Setelah tutup sumur dibuka, ditemukan bahwa korban berada di dalam sumur. Kondisi tubuh korban disebut mengambang di atas permukaan air sumur, sehingga proses evakuasi memerlukan bantuan pihak terkait. Untuk mengangkat korban, kepolisian meminta bantuan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Sektor Gunung Putri.

Evakuasi dilakukan Damkar dan korban dibawa ke rumah duka

Proses penarikan jasad dilakukan setelah akses ke sumur terbuka dan petugas memastikan keselamatan saat evakuasi. Setelah berhasil diangkat, korban dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

AKP Hilal menyampaikan bahwa keluarga menolak dilakukan autopsi. Karena itu, korban langsung dibawa ke rumah duka dan selanjutnya dimakamkan di pemakaman Inkopad, Depok. Keputusan keluarga ini membuat rangkaian penanganan beralih pada proses pemakaman tanpa pemeriksaan bedah jenazah.

Penyelidikan tetap berjalan, fokus pada saksi dan rekaman CCTV

Meskipun penyebab pasti kematian belum ditetapkan, kepolisian tetap melakukan penyelidikan untuk memahami kronologi peristiwa. Pemeriksaan saksi dilakukan untuk menelusuri aktivitas korban sebelum dinyatakan hilang. Selain itu, polisi juga memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar area yang relevan.

AKP Hilal menuturkan bahwa pihaknya masih mendalami penyebab kematian, namun ada dugaan bahwa korban terjatuh ke dalam sumur saat bermain. Meski demikian, dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui hasil pemeriksaan saksi dan temuan teknis dari CCTV serta kondisi lokasi.

Dampak bagi warga: pencarian dua hari dan perhatian pada keselamatan anak

Bagi warga di Perumahan Villa Permata Mas, peristiwa ini mengubah cara pandang terhadap risiko di sekitar lingkungan tempat tinggal. Sumur yang selama ini mungkin dianggap tidak berbahaya, ternyata menjadi titik yang menentukan dalam pencarian dua hari tersebut. Kepanikan warga saat mencari korban juga terlihat dari keterlibatan berbagai pihak, termasuk Unit PPA Polres Bogor dan tim K9, yang memperluas area pencarian di sekitar tempat tinggal korban.

Setelah kejadian, perhatian warga cenderung beralih pada pengawasan anak saat berada di luar rumah. AKP Hilal mengimbau agar orang tua dan orang dewasa yang mendampingi anak selalu memperhatikan aktivitas mereka, terutama di area yang memiliki potensi bahaya seperti sumur, lubang, atau lokasi tanpa pengaman yang memadai.

Pengawasan dan pemeriksaan lokasi jadi pelajaran penting

Kasus ini juga menyoroti pentingnya pemeriksaan menyeluruh terhadap titik-titik yang mungkin terkait hilangnya korban. Jika ada lokasi yang belum diperiksa, petugas harus segera menyesuaikan rencana pencarian agar tidak ada peluang yang terlewat. Dalam peristiwa ini, petunjuk warga mengenai sumur dekat balai RW 18 akhirnya menjadi kunci, karena titik tersebut sebelumnya belum disentuh selama pencarian.

Dengan adanya penyelidikan lanjutan melalui saksi dan CCTV, kepolisian diharapkan dapat merangkai kronologi yang lebih akurat. Sementara itu, keluarga dan warga tetap menghadapi duka, dan proses penanganan bergerak dari pencarian menuju penetapan fakta yang akan dipastikan melalui hasil pemeriksaan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x