Bioskop Bakal Hadir di Pasar Leuwiliang Bogor, Revitalisasi Ditarget Rampung Desember

4 menit membaca View : 5
Abdul Halim
Ekonomi, News - 03 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Revitalisasi Pasar Leuwiliang di Kabupaten Bogor akan menghadirkan bioskop sebagai fasilitas baru, tepatnya direncanakan menempati Blok C di bagian depan kompleks pasar. Langkah ini menjadi bagian dari konsep pengembangan yang tidak hanya mengandalkan perdagangan kebutuhan pokok, melainkan juga fungsi hiburan bagi masyarakat sekitar.

Kepala Cabang Pasar Leuwiliang, Mulyadi, menjelaskan bahwa penambahan bioskop diproyeksikan menjadi daya tarik tambahan untuk kawasan yang selama ini dikenal sebagai pasar penyangga bagi beberapa kecamatan di wilayah barat Kabupaten Bogor. Saat ini, pembicaraan kerja sama bioskop sudah memasuki tahap dengan dua operator, yaitu PT Sams dan NSC, meski peluang untuk operator lain masih terbuka.

Bioskop di Blok C, Perkuat Konsep Pasar Hiburan

Dalam rancangan pasar baru, bioskop dipilih sebagai komoditas hiburan yang dapat meningkatkan kunjungan warga. Mulyadi menuturkan bahwa lokasi Blok C memang direncanakan untuk fasilitas yang berpotensi menarik keramaian, sehingga pasar tidak hanya menjadi tempat belanja harian, tetapi juga ruang aktivitas masyarakat.

Keberadaan bioskop juga dipandang relevan dengan kebutuhan hiburan di sekitar Pasar Leuwiliang. Pasar ini berada di wilayah barat Kabupaten Bogor, sehingga arus masyarakat dari sejumlah kecamatan menjadikan tempat tersebut memiliki basis pengunjung yang relatif kuat. Dari sisi bisnis, pasar yang ramai berpotensi berdampak pada perputaran transaksi para pedagang.

Kerja Sama Operator Bioskop Masih Tahap Pembicaraan

Mulyadi menyampaikan bahwa saat ini ada dua operator bioskop yang sedang menjajaki kerja sama mengisi fasilitas tersebut. Keduanya, PT Sams dan NSC, masih berada pada tahap komunikasi dengan Perumda Pasar Tohaga sebagai pengelola terkait.

Ia juga menegaskan bahwa proses komunikasi tidak menutup kemungkinan untuk kerja sama dengan operator lain. Artinya, rencana bioskop tetap dalam koridor perencanaan yang memberi ruang penyesuaian, termasuk dari sisi kesiapan pengelola dan skema pengisian fasilitas.

Zonasi Dua Lantai: Pangan di Bawah, Komoditas Sekunder di Atas

Selain bioskop, konsep pasar baru juga menerapkan sistem zonasi dua lantai. Lantai dasar difokuskan untuk kebutuhan pangan seperti sembako, sayuran, dan bahan basah. Sementara itu, lantai dua akan menampung komoditas sekunder seperti pakaian, sepatu, aksesori, dan kebutuhan pendukung lainnya.

Penataan seperti ini diharapkan membuat alur pengunjung lebih jelas dan memudahkan pedagang dalam mengelola jenis dagangan. Dengan pemisahan fungsi, pengunjung dapat memilih kebutuhan sesuai preferensi, sementara pengelola pasar memiliki kontrol yang lebih baik terhadap arus keramaian di tiap area.

Revitalisasi Pasca Kebakaran, Progres Blok A dan B Di Atas 80 Persen

Revitalisasi Pasar Leuwiliang dilakukan menyusul kebakaran yang melanda pasar pada September 2023. Kebakaran tersebut membuat hampir seluruh bangunan tidak lagi bisa digunakan, sehingga pembangunan kembali menjadi kebutuhan utama agar aktivitas perdagangan dapat berjalan normal.

Pembangunan mulai dikerjakan sejak awal tahun 2024 oleh PT Maharaja Raffles Nusantara selaku pengembang. Mulyadi menyebut progres pembangunan Blok A dan Blok B saat ini sudah mencapai lebih dari 80 persen, dengan target penyelesaian pada bulan Desember. Target waktu ini menjadi penanda bahwa proyek diarahkan agar pasar dapat segera beroperasi kembali dengan fasilitas yang lebih lengkap.

Penataan Pedagang dan Slot Pasar Baru Diprioritaskan untuk Pedagang Lama

Dalam proses transisi, salah satu tantangan yang disampaikan Mulyadi adalah pembangunan yang berlangsung ketika aktivitas pedagang masih berjalan. Kondisi tersebut menuntut pendekatan persuasif agar penataan zona dagang tidak mengganggu mata pencaharian para pedagang secara berlebihan.

Terkait penempatan pedagang di pasar baru, prioritas diberikan kepada pedagang lama yang memiliki kartu Surat Hak Tempat Berjualan (SHTB) atau Kartu Tanda Berjualan (KTB). Slot yang tersisa setelah pedagang existing terakomodasi akan menjadi kewenangan pihak pengembang, sehingga pengisian area baru dapat disesuaikan dengan kebutuhan fasilitas yang direncanakan.

Pasar Penyangga dengan 1.200 Pedagang, Diharapkan Makin Ramai

Selama ini Pasar Leuwiliang dikenal sebagai pasar penyangga untuk sejumlah kecamatan di wilayah barat Kabupaten Bogor, seperti Pamijahan, Cibungbulang, Cigudeg, Jasinga, dan Nanggung. Bahkan, kebutuhan belanja dari wilayah sekitar juga datang hingga sebagian Kabupaten Lebak, Banten.

Jumlah pedagang di pasar tersebut tercatat sekitar 1.200 pedagang dengan beragam jenis komoditas. Dengan adanya bioskop dan fasilitas hiburan lain seperti kafe, Mulyadi berharap pasar baru mampu tumbuh menjadi tempat yang lebih ramai dan lebih maju. Pada akhirnya, peningkatan kunjungan diharapkan ikut mendorong omzet pedagang serta membawa dampak positif bagi kesejahteraan pedagang maupun masyarakat di lingkungan sekitar.

“Harapannya tentunya pasar Leuwiliang ini, pasar yang baru, akan tumbuh menjadi pasar yang lebih ramai, yang lebih maju, dan membuat sejahtera baik pedagang ataupun masyarakat lingkungan sekitarnya,” tandas Mulyadi.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x