Polres Bogor jalin silaturahmi dengan tokoh agama, dorong evaluasi pelayanan

4 menit membaca View : 6
Abdul Halim
Hukum & Kriminal, News - 05 Nov 2026

Infosentulcity.id – Polres Bogor menggelar silaturahmi dengan sejumlah tokoh agama di wilayah Kabupaten Bogor pada Jumat, 5 November 2026. Kegiatan ini dipimpin Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung dan dilakukan untuk menyerap masukan, kritik, serta saran terkait peningkatan pelayanan kepolisian, sekaligus memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat.

Langkah tersebut juga dikaitkan dengan program Kapolri, yaitu Jumat Keliling dan Subuh Keliling, agar kehadiran Polri terasa lebih dekat dengan masyarakat. Dalam pertemuan itu, para tokoh agama diminta memberi masukan langsung agar pelaksanaan tugas kepolisian dapat dievaluasi dan pelayanan kepada warga menjadi lebih baik.

Silaturahmi Polres Bogor dengan tokoh agama sebagai jembatan layanan

Dalam kegiatan yang berfokus pada hubungan antara institusi kepolisian dan komunitas keagamaan, Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung menekankan bahwa silaturahmi dengan tokoh agama merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan Polri dan para ulama.

Ia memandang peran tokoh agama sebagai faktor penting dalam mendukung terciptanya situasi wilayah yang aman dan kondusif. Menurutnya, kedekatan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan diarahkan agar masukan yang diterima dapat menjadi bahan perbaikan pelayanan di lapangan.

“Jadi kami ini adalah polisi sahabat ulama. Ya seperti Pak Kapolri sampaikan, kami ini terbangun dari sisi harus kuat beragama terkait dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat karena sekarang ini adalah polisi bersama masyarakat,” kata Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung.

Kalimat tersebut memperlihatkan arah komunikasi yang ingin dibangun, yakni menghadirkan polisi bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga mitra sosial yang bekerja bersama masyarakat. Bagi warga, pendekatan seperti ini biasanya berkaitan dengan cara aparat mendengar keluhan, memahami kebutuhan komunitas, dan merespons persoalan yang muncul di lingkungan.

Program Jumat Keliling dan Subuh Keliling jadi penguat kehadiran Polri

Kapolres Bogor juga menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi ini sejalan dengan program Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, yakni Jumat Keliling dan Subuh Keliling. Program tersebut, menurut penjelasannya, bertujuan agar Polri dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Arfan Zulkan Sipayung menyebut bahwa melalui program Jumat Keliling, Polri dapat menyentuh masyarakat tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga lewat perhatian terhadap persoalan sosial seperti pendidikan dan isu pengangguran. Dengan cara itu, hubungan yang terbangun di forum-forum keagamaan diharapkan berujung pada pemahaman yang lebih utuh terhadap kebutuhan warga.

Meski program ini berangkat dari agenda kehadiran, manfaat praktisnya dapat dirasakan ketika masukan yang disampaikan tokoh agama diterjemahkan menjadi evaluasi kinerja, baik dari sisi respons di tingkat wilayah maupun kualitas layanan yang berhubungan langsung dengan warga.

Tokoh agama diminta memberi kritik dan masukan untuk evaluasi pelayanan

Selain bersilaturahmi, pertemuan tersebut juga memberi ruang bagi tokoh agama untuk menyampaikan kritik dan masukan terkait pelaksanaan tugas kepolisian. Kapolres Bogor menegaskan bahwa masukan dari tokoh agama diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi Polres Bogor dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam penjelasannya, AKBP Arfan Zulkan Sipayung mengajak tokoh agama untuk menyampaikan kritik secara terbuka, dengan harapan hal tersebut dapat membantu perbaikan. Pendekatan ini penting karena kritik yang datang dari komunitas biasanya memuat detail yang lebih dekat dengan kondisi warga, termasuk pola masalah yang sering muncul di lingkungan tertentu.

“Jadi ini adalah bagaimana kami sebagai Kapolres, bisa dibilang titip diri kami, Pak, Polres Bogor. Kritik kami, Pak, untuk menjadi lebih baik memberikan pelayanan kepada masyarakat,” bebernya.

Dengan mekanisme seperti ini, komunikasi dua arah menjadi kunci. Polisi tidak hanya menyampaikan informasi atau program, tetapi juga menerima koreksi atas cara kerja, termasuk bagaimana pelayanan diberikan kepada masyarakat.

Penyaluran 1.000 Alquran sebagai bagian program Menabur Kebaikan Merajut Kedamaian

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Polres Bogor turut menyalurkan 1.000 Alquran untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut disebut sebagai bagian dari program Menabur Kebaikan Merajut Kedamaian.

AKBP Arfan Zulkan Sipayung menyampaikan bahwa penyaluran Alquran tersebut merupakan bentuk dukungan yang dibarengi kebutuhan akan masukan dan silaturahmi. Ia menekankan bahwa kegiatan ini diarahkan untuk membangun pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Jadi kurang lebih ada 1.000 kami wakafkan sebagai kami Kapolres Bogor. Yang pasti kami butuh masukan dan silaturahmi. Karena kami butuh sebagai membangun pelayanan lebih terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Penyaluran bantuan keagamaan seperti Alquran memiliki dampak yang bisa dirasakan langsung oleh penerima, sekaligus menjadi simbol keterhubungan antara institusi kepolisian dan komunitas. Bagi warga, kegiatan semacam ini kerap menjadi penguat kepercayaan, terutama ketika disertai ruang dialog yang memungkinkan kritik dan saran disampaikan secara nyata.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x