
INFOSENTULCITY.ID – Petugas pemadam dan relawan yang menangani kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, tetap mendapat dukungan konsumsi selama proses di lapangan. Dinas Sosial Kabupaten Bogor bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) mengoperasikan dapur umum untuk memastikan kebutuhan makan dan minuman para petugas terlayani.

Dapur Umum Tagana Dinsos Kabupaten Bogor mulai beroperasi sejak Selasa, 8 September 2026, dan hingga Sabtu, 12 September 2026, layanan tersebut masih berjalan. Koordinator Dapur Umum Tagana Dinsos Kabupaten Bogor, Suhardi, menyebut pihaknya telah mendistribusikan sekitar 4.000 nasi bungkus untuk petugas dan relawan yang berjibaku memadamkan api.
Kebakaran TPAS Galuga membuat aktivitas penanganan berlangsung dalam waktu yang tidak singkat, sehingga kebutuhan logistik dasar di sekitar lokasi menjadi perhatian. Suhardi menjelaskan dapur umum dibuka atas instruksi Bupati Bogor melalui Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, sebagai bentuk dukungan kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pemadaman dan penanganan kebakaran.
Di lokasi, dapur umum berperan sebagai titik distribusi makanan bagi petugas dan relawan. Operasionalnya dijalankan dengan koordinasi agar pendistribusian berjalan rutin, mengingat petugas harus bekerja dalam kondisi lapangan yang menuntut stamina, sementara akses kebutuhan konsumsi tidak selalu mudah dipenuhi dari luar area.

Selama periode operasi, Suhardi menyampaikan bahwa distribusi makanan difokuskan pada petugas dan relawan yang berada langsung di garis depan. Hingga Sabtu, 12 September 2026, sekitar 4.000 nasi bungkus telah disalurkan kepada mereka yang menangani kebakaran di TPAS Galuga.
Upaya ini tidak hanya soal ketersediaan makanan, tetapi juga soal ketepatan waktu pemberian konsumsi. Saat penanganan kebakaran masih berlangsung, ritme kerja petugas dapat berubah mengikuti perkembangan titik api, sehingga dukungan konsumsi perlu tetap konsisten agar petugas tetap bertenaga.
Selain nasi bungkus, Dinas Sosial Kabupaten Bogor juga menyiapkan layanan minuman. Suhardi menyebut pihaknya menyediakan dapur hangat dan dapur dingin agar kebutuhan minuman petugas dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Hingga Sabtu, sekitar 1.200 cangkir kopi telah disiapkan dan didistribusikan kepada petugas maupun relawan. Kopi menjadi salah satu bentuk minuman yang membantu menghangatkan sekaligus memberi asupan tambahan bagi pekerja yang bertugas dalam durasi panjang.
Suhardi menilai dukungan konsumsi merupakan bagian penting dalam penanganan bencana. Petugas dan relawan umumnya harus bekerja terus-menerus, sehingga pemenuhan asupan makan dan minum menjadi faktor yang ikut menjaga kelancaran proses di lapangan.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan dukungan konsumsi selama proses penanganan berlangsung. Harapannya, kebakaran di TPAS Galuga dapat segera dituntaskan agar kondisi di sekitar lokasi kembali aman.
Suhardi juga menyampaikan harapan agar TPAS Galuga ke depan dapat dikelola dengan lebih baik dan aman untuk semua pihak, setelah penanganan kebakaran selesai.






Tidak ada komentar