Opini Kepatuhan Pelayanan Publik 2026, Ombudsman nilai RSUD Kota Bogor

4 menit membaca View : 7
Abdul Halim
Kesehatan, News - 15 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Ombudsman menggelar penilaian lapangan Opini Kepatuhan Pelayanan Publik Tahun 2026 di Kota Bogor pada 14 sampai 17 September 2026. Memasuki hari kedua, tim menyasar RSUD Kota Bogor sebagai salah satu lokus utama evaluasi.

Penilaian ini menyoroti dua layanan unggulan rumah sakit daerah, yakni Poliklinik Anak dan fasilitas Hemodialisa atau cuci darah. Tim Ombudsman perwakilan Jakarta Raya menilai kesiapan layanan dari sisi administrasi, maklumat pelayanan, hingga pemenuhan kelayakan sarana dan prasarana di area pelayanan.

RSUD Kota Bogor jadi lokus ketiga penilaian lapangan

Asisten Administrasi Umum Setda Kota Bogor, Iceu Pujiati, menjelaskan RSUD Kota Bogor merupakan instansi ketiga yang ditinjau langsung oleh tim Ombudsman selama rangkaian penilaian lapangan. Pada tahap ini, fokusnya bukan semata mengejar capaian nilai, melainkan memotret kualitas layanan publik yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Dalam penilaian tahun 2026, Pemkot Bogor menghadapi format evaluasi yang berbeda dibanding pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya. Iceu menyebut penilaian menetapkan empat lokus spesifik di Kota Bogor, yaitu Dinsos, SMP Negeri 2 Bogor, RSUD Kota Bogor, dan UPTD IPAL. Dengan struktur lokus tersebut, setiap instansi dievaluasi sesuai karakter layanan yang dijalankan.

Iceu menambahkan, rangkaian penilaian lapangan dijadwalkan berakhir pada Jumat mendatang, dengan UPTD IPAL sebagai penutup seluruh tahapan evaluasi kepatuhan pelayanan publik di Kota Bogor.

Fokus evaluasi: Poliklinik Anak dan Hemodialisa

Menurut Iceu, penilaian mencakup beberapa aspek yang saling terkait. Tim menilai administrasi layanan, keberadaan maklumat pelayanan, hingga kesesuaian sarana dan prasarana pada area pelayanan. Dengan pendekatan ini, rumah sakit diharapkan memastikan layanan berjalan sesuai standar dan memiliki dukungan fasilitas yang memadai.

Direktur Utama RSUD Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno, menegaskan kesiapan RSUD juga ditopang oleh ketersediaan SDM dan penerapan teknologi kesehatan. RSUD Kota Bogor memiliki total 1.431 tenaga, meliputi dokter umum dan gigi 43 orang, dokter spesialis 68 orang, serta subspesialis 17 orang. Selain itu, rumah sakit menyediakan 56 jenis layanan dengan lima layanan unggulan.

Dr. Sri menyebut lima layanan unggulan RSUD Kota Bogor meliputi pelayanan kanker terpadu, pelayanan jantung terpadu, pelayanan saraf, pelayanan uronefrologi, serta pelayanan kesehatan ibu dan anak. Layanan-layanan tersebut diposisikan sebagai kekuatan utama yang mendukung pengalaman pasien sekaligus memperkuat mutu layanan.

Detail layanan Hemodialisa: waktu layanan dan komposisi SDM

Untuk layanan Hemodialisa, dr. Sri menjelaskan durasi pelayanan berlangsung selama 5 jam. Dari sisi sumber daya manusia, layanan ini didukung oleh 3 dokter, 18 perawat, serta 3 petugas administrasi dan admin log. Komposisi tersebut diharapkan memastikan proses pelayanan berjalan dengan ritme yang terukur dan sesuai kebutuhan pasien.

Dr. Sri juga menekankan adanya jaminan layanan melalui SDM yang kompeten dan kepastian waktu pelayanan. Dengan pola tersebut, pasien menerima layanan yang lebih terjadwal, sementara tim layanan memiliki dasar operasional yang jelas saat menangani kebutuhan terapi.

Poliklinik Anak: ruang bermain, ruang laktasi, dan standar waktu layanan

Untuk Poliklinik Anak, RSUD Kota Bogor menyiapkan fasilitas pendukung agar pasien kecil lebih nyaman. Dr. Sri menyebut poliklinik kini dilengkapi ruang bermain anak, ruang laktasi, serta charging station. Penataan ruang ini ditujukan agar anak tidak sekadar menunggu, tetapi memiliki ruang yang representatif selama proses pemeriksaan berlangsung.

Ia menambahkan jangka waktu pelayanan poliklinik anak ditargetkan kurang dari 2 jam 30 menit. Apabila ada pemeriksaan penunjang, pengaturan waktu disesuaikan dengan standar pelayanan penunjang yang telah ditetapkan, sehingga alur layanan tetap terukur.

Dari sisi tenaga, Poliklinik Anak didukung oleh 5 dokter spesialis anak, 1 dokter spesialis anak subspesialis jantung anak, 1 dokter spesialis anak subspesialis gastro hepatologi anak, 4 perawat, 2 petugas pendaftaran, serta 1 kasir. Struktur ini memperlihatkan pembagian peran yang mencakup aspek klinis, administrasi, hingga pembayaran.

Keamanan pasien dan kesiapan area pelayanan

Dr. Sri menyatakan RSUD Kota Bogor berupaya memastikan keamanan dan keselamatan pelayanan. Hal ini dilakukan melalui pemeriksaan yang berlangsung di ruangan yang aman dan aksesibel, penyediaan jalur evakuasi, serta dukungan fasilitas kesehatan bagi peserta rentan.

Dalam konteks penilaian kepatuhan pelayanan publik, aspek keselamatan menjadi bagian penting yang dinilai tidak hanya dari ketersediaan fasilitas, tetapi juga dari bagaimana fasilitas tersebut mendukung proses pelayanan sehari-hari. Tim Ombudsman menilai kesiapan RSUD dalam menghadirkan layanan yang layak, tertib, dan mudah diakses oleh berbagai kelompok masyarakat.

Pada hari kedua rangkaian evaluasi, kunjungan tersebut menjadi momen bagi RSUD untuk memperlihatkan kesiapan operasional Poliklinik Anak dan Hemodialisa. Dengan jadwal penilaian yang berjalan hingga 17 September 2026, seluruh tahapan diharapkan selesai sesuai rencana, dimulai dari lokus-lokus yang telah ditetapkan di Kota Bogor.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x