Porprov Jabar 2026, Pemkot Bogor siapkan 20 cabor di Kota Bogor

4 menit membaca View : 13
Abdul Halim
News, Olahraga - 07 Okt 2026

INFOSENTULCITY.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memastikan sejumlah venue untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 dalam kondisi siap digunakan. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau kesiapan fasilitas di Green Forest, Rabu 7 Oktober 2026, sebagai bagian dari persiapan tuan rumah cabor di wilayahnya.

Dalam penjelasannya, Dedie menyebut Porprov Jabar 2026 mempertandingkan 25 cabang olahraga, dan Kota Bogor mendapat porsi 20 cabor. Sisanya lima cabor akan digelar di daerah lain. Ia menegaskan tanggung jawab penyelenggaraan berada di bawah KONI Kota Bogor, sekaligus memastikan sarana dan prasarana di homebase venue dinilai memadai untuk aktivitas atlet, official, dan panitia.

Green Forest jadi homebase tujuh cabang olahraga Porprov Jabar 2026

Green Forest ditetapkan sebagai salah satu venue yang menampung tujuh cabang olahraga. Dedie merinci cabor yang akan berlangsung di lokasi tersebut, yaitu dansa, binaraga, anggar, petanque, angkat besi, serta arung jeram. Penetapan ini membuat kawasan tersebut tidak hanya menjadi titik latihan, tetapi juga ruang pelaksanaan pertandingan dan pengelolaan operasional selama agenda Porprov berjalan.

Menurut perkiraan yang disampaikan wali kota, ada sekitar 1.000 orang yang beraktivitas di homebase, mulai dari atlet, official, hingga panitia pertandingan. Skala keramaian ini menjadi pertimbangan penting, karena kesiapan venue bukan sekadar lapangan atau area pertandingan, melainkan juga alur pergerakan, ketersediaan fasilitas pendukung, serta kesiapan pengelolaan kebutuhan harian selama kompetisi.

Peninjauan dengan KONI dan OPD, fasilitas dinilai siap pakai

Dedie menyebutkan penilaian dilakukan bersama KONI Kota Bogor dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD). Dari hasil peninjauan tersebut, sarana dan prasarana di Green Forest dinyatakan cukup memadai dan siap digunakan untuk rangkaian Porprov Jabar 2026. Artinya, aspek dasar yang dibutuhkan penyelenggaraan sudah memenuhi standar operasional yang dibutuhkan masing-masing cabor.

Ia juga menilai kondisi venue sudah “clear” untuk dimanfaatkan. Namun, wali kota tidak menutup mata terhadap kebutuhan penyempurnaan. Ada beberapa catatan teknis yang masih perlu diperhatikan agar pelaksanaan pertandingan sesuai standar, terutama terkait kenyamanan dan spesifikasi lapangan.

Catatan teknis untuk petanque, pencahayaan dan material lapangan

Untuk cabor petanque, Dedie menekankan perlunya penambahan pencahayaan serta material pasir untuk lapangan. Penambahan ini penting karena petanque membutuhkan permukaan yang sesuai karakter, termasuk kestabilan area permainan dan kualitas bidang lapangan. Pencahayaan juga berpengaruh pada ketepatan pengamatan jarak dan arah tembakan, terutama bila kegiatan berlangsung hingga sore atau menjelang malam.

Wali kota menyatakan perbaikan akan dilakukan sesuai standar teknis masing-masing cabor. Dengan begitu, proses penyempurnaan tidak dilakukan seragam, melainkan mengikuti kebutuhan spesifik cabang yang dipertandingkan.

Arung jeram di Sungai Cisadane, persiapan lintasan dimatangkan

Sementara itu, untuk cabor arung jeram, persiapan difokuskan pada aliran Sungai Cisadane. Dedie menyebut pihaknya segera mematangkan kesiapan lintasan. Tahap awal yang dipersiapkan adalah pembersihan aliran dari rintangan seperti batu, ranting, hingga sampah yang berpotensi mengganggu jalannya pertandingan.

Selain aspek keselamatan dan kelancaran lintasan, pengelolaan kebersihan sungai juga menjadi isu yang berdampak langsung pada kualitas lingkungan di sekitar lokasi pertandingan. Dedie turut mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah lagi ke sungai, karena dampak penumpukan sampah dapat memengaruhi kondisi air dan mengganggu aktivitas olahraga air.

Jadwal Porprov XV Jabar 2026, Bogor jadi tuan rumah penutupan

Rangkaian Porprov XV Jawa Barat 2026 dijadwalkan dibuka pada 2 November di Kota Bekasi. Sementara itu, penutupan akan digelar di Kota Bogor pada 19 November 2026. Dengan adanya jadwal tersebut, persiapan venue di Kota Bogor menjadi bagian dari fase yang harus berjalan beriringan dengan kebutuhan akomodasi, transportasi, serta koordinasi antar-cabor.

Dedie juga mengingatkan pengurus cabor lain yang belum mengamankan akomodasi agar segera melakukan pemesanan tempat menginap. Ia menekankan risiko jika pemesanan dilakukan mendekati hari pelaksanaan, karena dikhawatirkan fasilitas yang diperoleh tidak sesuai harapan. Langkah ini relevan karena Porprov biasanya menarik peserta dan rombongan dalam jumlah besar, sehingga ketersediaan kamar cenderung lebih cepat terserap.

Dari sisi warga dan aktivitas harian, persiapan venue dan peningkatan perhatian pada kebersihan sungai serta fasilitas pertandingan dapat memengaruhi pola lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan, sekaligus membuka peluang kerja sementara bagi kebutuhan operasional. Venue yang sudah siap juga membantu memastikan pertandingan berjalan lebih tertib, karena penyelenggara dapat memfokuskan energi pada pengaturan jadwal, pengawasan teknis, dan layanan bagi atlet selama kompetisi berlangsung.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x