
INFOSENTULCITY.ID – Kebakaran di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, terus ditangani oleh petugas gabungan. Penanganan dilakukan secara intensif untuk mengendalikan titik-titik api yang masih mengeluarkan asap, sekaligus mencegah kebakaran merembet ke area persampahan yang masih aktif digunakan.

Upaya pemadaman melibatkan Pemkab Bogor bersama TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), BPBD, serta masyarakat. Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut kondisi kebakaran mengalami penurunan bertahap sejak malam hingga pagi, setelah koordinasi dan pemadaman dilakukan bersama di lokasi.
Rudy menjelaskan pada Senin malam, jumlah titik api masih cukup banyak. Namun, api mulai dapat dikendalikan setelah petugas dari berbagai unsur bekerja serentak. Ia merinci perkembangan yang terjadi dari waktu ke waktu, mulai dari titik api yang masih banyak pada pukul 11 malam, lalu berangsur terkendali sekitar pukul 12 malam, hingga pada pukul 3 pagi titik api berkurang cukup signifikan.
Menurut Rudy, pada pukul 5 pagi kondisi semakin membaik karena titik api berkurang lebih banyak lagi. Perbaikan situasi ini dinilai terkait dengan penanganan yang terus dilakukan secara fokus, termasuk upaya melokalisir sumber api agar tidak melebar ke area lain di sekitar kawasan TPA.

Selain pemadaman melalui jalur darat, penanganan kebakaran juga dibantu dari udara. TNI Angkatan Darat menggunakan helikopter untuk water bombing dari Halang Pos Atang Senjaya, guna mempercepat penanganan titik api yang sulit dijangkau dengan kendaraan pemadam.
Langkah tersebut ditujukan agar titik-titik api yang masih mengeluarkan asap bisa dilokalisir dan dipadamkan lebih cepat. Dengan dukungan dua jalur, petugas berupaya menekan potensi kobaran kembali muncul serta mengurangi risiko perluasan kebakaran di area persampahan.
Rudy memastikan api tidak masuk ke area TPA Galuga yang baru. Pemkab Bogor bersama unsur terkait telah menyiapkan parit dan batas pengamanan untuk mencegah api merambat ke persampahan yang masih berada pada bagian baru kawasan tersebut.
Ia menegaskan upaya pencegahan dilakukan sejak malam melalui pembuatan parit dan pembatas area. Dengan adanya sekat fisik, penjalaran api diharapkan terhambat, sehingga petugas bisa lebih mudah mengontrol titik yang masih menyala tanpa harus menghadapi perluasan ke lokasi yang lebih luas.
Berdasarkan inventarisasi hingga pagi hari, luasan area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 5 hektar. Rudy menyatakan area tersebut berada di kawasan luar TPA Galuga, bukan di dalam area TPA yang menjadi lokasi pembuangan.
Ia juga menjelaskan TPA Galuga merupakan lokasi pembuangan sampah yang digunakan oleh dua wilayah pemerintahan, yakni Kabupaten Bogor dan Kota Bogor. Dari total kawasan, sekitar 4 hektar merupakan wilayah Kabupaten Bogor dan 38 hektare merupakan wilayah Kota Bogor.
Selain fokus pemadaman, Pemkab Bogor juga memastikan aspek keselamatan masyarakat di sekitar lokasi. Rudy menyebut tidak ada perkampungan di dalam kawasan TPA Galuga. Namun, terdapat sejumlah gubuk yang biasa digunakan masyarakat untuk beristirahat saat mencari nafkah di sekitar TPA.
Gubuk-gubuk tersebut telah dikosongkan untuk mengantisipasi risiko keselamatan akibat kebakaran. Langkah penyiapan ini dilakukan setelah petugas melakukan inventarisasi warga dan memastikan tidak ada masyarakat yang berada di titik-titik api.
Rudy memastikan kejadian kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa. Pernyataan tersebut menjadi bagian dari informasi yang disampaikan pemkab terkait pemantauan kondisi di lapangan dan hasil penanganan selama proses pemadaman berlangsung.






Tidak ada komentar