Bupati Situbondo tawarkan IPB buka kampus cabang di Rangga Meda

5 menit membaca View : 11
Abdul Halim
News, Pendidikan - 15 Okt 2026

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menggulirkan gagasan menghadirkan kampus cabang IPB University di wilayah Rangga Meda, Situbondo. Wacana itu disampaikan saat Sarasehan Nasional bertajuk “Sinergi Perguruan Tinggi, Media dan Pemerintah Daerah untuk Pembangunan yang Berdampak” yang berlangsung di Innopreneurship Center, IPB University Dramaga, Kabupaten Bogor, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Ia menautkan rencana pendidikan tinggi pertanian dengan kebutuhan percepatan pembangunan daerah berbasis potensi agraris.

Dalam pemaparannya, Mas Rio menekankan bahwa sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan di Situbondo perlu dieksekusi menjadi program yang benar-benar dirasakan masyarakat, terutama untuk menekan angka kemiskinan. Ia juga menjelaskan pendekatannya melalui akses pendidikan yang lebih dekat bagi anak muda di Jawa Timur hingga Indonesia Timur, termasuk wilayah yang selama ini terbentur jarak bila harus menempuh pendidikan tinggi di Bogor. Bagaimana rencana itu dijalankan, menurutnya, bergantung pada kesediaan IPB, sementara Pemkab Situbondo menyiapkan lahan.

Gagasan kampus cabang IPB University di Situbondo

Gagasan kampus cabang ini berangkat dari keyakinan bahwa pendidikan tinggi pertanian dapat menjadi pengungkit kualitas sumber daya manusia sekaligus memperbaiki tata kelola sektor agraris. Mas Rio memandang potensi yang sudah ada di Situbondo, baik dari sisi komoditas maupun ekosistem usaha, perlu dipadankan dengan riset, kurikulum, dan jejaring yang dimiliki perguruan tinggi.

Ia menyebutkan bahwa jika IPB berkenan, pemerintah daerah siap menyiapkan lahan di Rangga Meda. Tawaran tersebut tidak disampaikan setengah hati, dengan opsi luas minimal sekitar 5 hektare atau lebih. Dalam penjelasannya, bentuk kampus cabang dapat disesuaikan, termasuk kemungkinan menjadi kampus ketujuh, selama IPB hadir di Situbondo dan memberikan akses pendidikan yang lebih dekat bagi calon mahasiswa dari wilayah sekitar.

Alasan kedekatan akses pendidikan bagi anak muda

Mas Rio menyoroti kendala geografis yang sering dialami calon mahasiswa dari Jawa Timur hingga Sulawesi dan NTT. Ia menilai “kejauhan” menjadi faktor yang membuat minat untuk melanjutkan pendidikan ke IPB berkurang, padahal banyak anak muda di wilayah tersebut memiliki cita-cita yang selaras dengan bidang pertanian. Dengan keberadaan kampus cabang di Situbondo, jarak studi diharapkan berkurang dan peluang melanjutkan pendidikan menjadi lebih terbuka.

Ia juga mengaitkan akses itu dengan konektivitas wilayah. Pemerintah daerah menilai ada jalur mobilitas yang lebih mudah dari arah Bali dan NTT menuju Situbondo, sehingga kehadiran kampus di daerah bisa lebih realistis bagi calon mahasiswa. Narasi ini penting karena pendidikan tinggi tidak hanya soal biaya, tetapi juga soal waktu tempuh, kesiapan keluarga, dan kemampuan calon mahasiswa untuk beradaptasi.

Target dampak: pengurangan kemiskinan lewat sektor agraris

Rencana kampus cabang tidak berdiri sendiri, melainkan disambungkan dengan target pembangunan yang lebih luas. Mas Rio menilai eksekusi potensi pertanian, perkebunan, dan perikanan harus menghasilkan dampak langsung, bukan berhenti pada rencana. Ia mengaitkan peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan peluang kerja yang lebih bermartabat, terutama bagi generasi muda yang ingin berkiprah di bidang pertanian dan peternakan.

Pendekatan ini juga relevan karena sektor agraris cenderung menyentuh banyak titik kehidupan warga, mulai dari pengelolaan lahan, rantai pasok, hingga pemasaran hasil produksi. Jika pendidikan yang lebih dekat mampu melahirkan pelaku yang terampil, daerah bisa bergerak menuju perbaikan produktivitas dan daya saing, yang pada akhirnya berpengaruh pada pendapatan masyarakat.

Regenerasi petani: Komite Petani Muda dan Akademi Tani Muda

Selain membahas kampus, Pemkab Situbondo juga menegaskan komitmen pada regenerasi petani. Program yang disebutkan meliputi Komite Petani Muda, Akademi Tani Muda, serta Akademi Peternak Muda. Fokusnya adalah membangun minat dan kesiapan generasi baru agar tidak hanya menjadi penerus, tetapi juga pembawa perubahan dalam praktik budidaya, manajemen usaha, dan penguatan keterampilan lapangan.

Pada bagian ini, Mas Rio menekankan peran kepala daerah dalam mendorong lulusan pertanian untuk merasa bangga bekerja di bidangnya. Ia memberi gambaran bahwa mengurus sawah dan ternak adalah pekerjaan yang memiliki wibawa, sehingga perlu ditempatkan sebagai pilihan karier yang layak. Dengan cara pandang seperti ini, pendidikan tidak berhenti pada transfer ilmu, tetapi juga berupaya membentuk sikap dan motivasi.

Program beasiswa dan arah studi sains, teknologi, ekonomi pertanian

Untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sebelum kampus cabang terealisasi, Pemkab Situbondo telah menyiapkan program beasiswa pendidikan hingga jenjang S3 bagi putra-putri daerah. Program tersebut tidak hanya menanggung biaya kuliah, tetapi juga biaya hidup, sehingga beban finansial calon mahasiswa dapat ditekan. Skema seperti ini penting agar peluang belajar tidak hanya dimiliki mereka yang mampu secara ekonomi.

Mas Rio juga berharap minat anak muda Situbondo mengarah pada studi sains, teknologi, serta ekonomi pertanian dan perikanan. Harapannya, kombinasi bidang tersebut dapat memperkuat kemampuan praktis, inovasi, dan cara pandang yang lebih berbasis data dalam pengelolaan sektor agraris. Dengan demikian, pendidikan yang diupayakan daerah dapat selaras dengan kebutuhan lapangan.

IPB University: pesan bupati akan diteruskan ke rektor

Menanggapi gagasan tersebut, Director Strategic, Partnership dan Marketing IPB University, Dr. Alfian Helmi, menyatakan bahwa masukan dan harapan yang disampaikan Bupati Situbondo akan diteruskan kepada Rektor IPB University. Ia juga menuturkan rencana untuk mempelajari kemajuan dari inisiatif yang diusulkan, sekaligus membuka kesempatan bagi pihak terkait untuk melihat langsung kondisi lokasi.

Langkah tindak lanjut ini menjadi penentu tahap berikutnya, karena rencana kampus cabang memerlukan penilaian akademik, kesiapan infrastruktur, dan kesesuaian dengan peta pengembangan perguruan tinggi. Dengan adanya respons dari pihak IPB, wacana yang disampaikan di Kabupaten Bogor memiliki peluang untuk memasuki tahap pembahasan yang lebih konkret di Situbondo.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x