
INFOSENTULCITY.ID – Parkiran resmi di Stasiun Bogor kini menjadi sorotan setelah seorang pengguna KRL Commuter Line mengaku mengalami dugaan sabotase pada Jumat, 11 September 2026. Kejadian bermula saat ia hendak memarkir dan menata posisi motornya sebelum pulang kerja, namun ban belakang justru tidak bisa digerakkan dan kondisi tuas rem belakang disebutnya dalam keadaan terkunci mentok.

Pengakuan tersebut diunggah melalui akun Threads @alfitra_farizz. Dalam ceritanya, korban menyebut ban belakang sepeda motornya bocor parah dengan indikasi sayatan benda tajam, sementara tuas rem belakang mengalami perpindahan paksa hingga roda terkunci. Ia kemudian melaporkan kejadian itu kepada petugas parkir, tetapi respons yang diterima dinilai tidak jelas terkait akses rekaman CCTV.
Menurut kronologi yang disampaikan pemilik akun, awalnya motor berada pada posisi standar ganda. Saat ia hendak menurunkan motor ke posisi normal, ban belakang disebut tidak bergerak sama sekali. Kejanggalan ini membuatnya memeriksa bagian ban dan komponen terkait, hingga akhirnya menemukan kebocoran yang dinilai tidak wajar.
Korban mengungkapkan ban belakang mengalami bocor parah dengan indikasi sayatan cutter. Selain itu, ia juga mendapati tuas rem belakang dalam kondisi terkunci mentok. Kombinasi dua kondisi tersebut membuatnya mempertanyakan bagaimana mekanisme rem bisa berpindah sendiri tanpa ada sentuhan, apalagi ketika motor sedang dalam proses pengaturan untuk siap diparkir atau dipindahkan.

Setelah kejadian terdeteksi, korban mengaku sempat melapor kepada petugas parkir di lokasi. Namun, ia menyebut jawaban yang diterima tidak memuaskan karena akses rekaman CCTV dianggap tidak bisa diberikan sembarangan, dengan alasan membutuhkan akses tertentu. Petugas juga mengarahkan agar ia mendatangi tukang tambal ban agar bisa mengatasi masalah ban terlebih dulu.
Karena tidak mendapatkan solusi yang memadai, korban kemudian mendatangi ruang penanggung jawab parkir. Di tahap ini, respons yang diterima kembali serupa, dengan permintaan akses dari pihak atas. Penanggung jawab disebut hanya meminta kontak WhatsApp korban dan berjanji akan mengabari, tetapi tanpa kepastian waktu kapan rekaman bisa diperlihatkan atau diproses.
Di tengah keterbatasan informasi dan waktu, korban mengaku sedang dalam kondisi lelah dan tidak ingin berlama-lama. Ia akhirnya melakukan penanganan mandiri dengan mengendurkan tuas rem belakang secara perlahan agar roda bisa dipaksakan bergerak dan ia dapat melanjutkan perjalanan pulang.
Tindakan ini, menurut pengakuan korban, menjadi jalan keluar sementara ketika akses untuk memastikan penyebab kejadian tidak segera diperoleh. Ia berharap proses klarifikasi bisa berjalan melalui rekaman CCTV, mengingat kejadian terjadi di area parkir yang seharusnya memiliki pengawasan.
Melalui unggahan yang sama, korban menyampaikan permintaan pertanggungjawaban kepada KAI Commuter melalui akun @kai121_ serta manajemen parkir Stasiun Bogor. Ia menekankan bahwa ia tidak ingin pengelola berlindung pada ketentuan yang menyatakan segala kehilangan dan kerusakan bukan tanggung jawab pengelola parkir, sebab pengguna telah membayar untuk memperoleh jaminan keamanan.
Hingga informasi yang beredar, pihak pengelola parkir Stasiun Bogor maupun KAI Commuter belum memberikan tanggapan resmi terhadap keluhan yang viral tersebut. Kasus ini juga memunculkan pertanyaan publik terkait prosedur akses CCTV, mekanisme penanganan laporan di area parkir, serta bagaimana standar keamanan diterapkan untuk mencegah tindakan yang merugikan pengguna.






Tidak ada komentar