Peluang Gibran jadi cawapres Prabowo 2029, Golkar nilai keberhasilan pemerintahan

3 menit membaca View : 11
Abdul Halim
Berita, News - 10 Okt 2026

INFOSENTULCITY.ID – Jakarta, 12 Oktober 2026, Partai Golkar membuka kemungkinan agar Gibran Rakabuming Raka kembali mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2029. Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan, pasangan petahana dapat dipertimbangkan kembali bila pemerintahan saat ini dinilai berhasil, meski keputusan resmi soal calon wakil presiden belum ditetapkan.

Dalam penjelasannya, Doli mengaitkan arah rekomendasi Golkar dengan evaluasi terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia menyampaikan bahwa rekomendasi berpasangan lagi merupakan opsi yang “patut dipertimbangkan” bila program dan kebijakan pemerintahan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, namun penentuan kandidat tetap menunggu tahapan politik dan pembahasan lintas partai pengusung.

Golkar mempertimbangkan Gibran jika pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai berhasil

Ahmad Doli mengungkapkan bahwa keberhasilan pemerintahan menjadi salah satu pertimbangan politik ketika Golkar menilai apakah pasangan petahana layak direkomendasikan kembali. Ia menekankan logikanya sederhana: jika pemerintahan yang berjalan selama periode saat ini dianggap sukses, maka pasangan Prabowo-Gibran dapat kembali dijadikan pilihan politik.

Namun, pernyataan Doli tidak memposisikan hal itu sebagai kepastian. Golkar, melalui Doli, menyatakan masih ada ruang untuk menilai berbagai aspek kinerja pemerintahan terlebih dahulu. Dalam penjelasan yang ia sampaikan, indikator penilaian tidak dirinci secara spesifik, tetapi mencakup pelaksanaan program, capaian kebijakan, serta manfaat yang dirasakan masyarakat.

Keputusan cawapres belum ditetapkan, Golkar menunggu momentum penentuan

Sampai Oktober 2026, Golkar belum mengeluarkan keputusan resmi yang menetapkan Gibran sebagai calon wakil presiden untuk Pilpres 2029. Doli menyebut penentuan calon wakil presiden lazim dilakukan mendekati masa pendaftaran capres dan cawapres, ketika arah pencalonan mulai lebih jelas dan keputusan akhir dapat dibahas bersama partai-partai pengusung.

Ia juga menegaskan bahwa pembahasan cawapres tidak berdiri sendiri di internal satu partai. Golkar perlu menyelaraskan pembicaraan dengan partai pengusung lain, terutama karena komposisi pengusung dan calon yang akan maju belum sepenuhnya pasti pada tahap tersebut. Dengan kata lain, peluang yang disampaikan masih berada pada level pertimbangan, bukan penetapan kandidat.

Rapimnas Golkar dukung Prabowo, tapi pendampingnya menunggu pembahasan

Golkar sebelumnya menetapkan dukungan kepada Prabowo sebagai calon presiden untuk Pilpres 2029 melalui Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pada akhir 2024. Sikap itu kemudian ditegaskan kembali oleh Doli pada Oktober 2026. Meski begitu, dukungan kepada Prabowo tidak otomatis berarti Golkar langsung menentukan siapa wakil presiden yang akan mendampingi.

Doli menempatkan proses penetapan cawapres sebagai mekanisme yang biasanya muncul menjelang pendaftaran. Ia menyiratkan bahwa keputusan final akan mengikuti perkembangan koalisi dan dinamika politik, termasuk kemungkinan adanya partai lain sebagai pengusung. Karena itu, pembicaraan mengenai peluang Gibran harus dipahami berbeda dengan keputusan pencalonan yang bersifat resmi.

Bagaimana pernyataan ini memengaruhi arah pencalonan menjelang 2029

Secara politik, pernyataan Golkar memberi sinyal bahwa figur Gibran masih masuk dalam radar rekomendasi, tetapi syarat utamanya bukan sekadar status petahana. Golkar mengaitkan peluang itu dengan evaluasi atas jalannya pemerintahan. Bagi publik, pendekatan seperti ini biasanya akan membuat wacana pencalonan semakin dinamis, karena masyarakat akan ikut menilai kinerja pemerintahan melalui program-program yang berjalan dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk warga, implikasinya dapat terasa dari cara pemerintah menjalankan kebijakan dan program yang kemudian dinilai sebagai “manfaat” atau “capaian”. Penilaian semacam ini dapat memengaruhi persepsi dukungan politik menjelang tahun pemilihan, termasuk bagaimana partai-partai pengusung mengukur apakah pasangan petahana layak dipertahankan atau perlu opsi lain.

Proses koalisi dan penetapan cawapres bergantung tahapan politik

Doli juga menekankan bahwa keberadaan petahana tidak otomatis menjamin pasangan yang sama akan kembali maju. Keputusan calon wakil presiden tetap terkait pertimbangan politik pada fase menjelang pemilihan, ketika pembahasan pencalonan semakin dekat dan lebih konkret.

Golkar sendiri belum mengumumkan komposisi koalisi yang akan mengusung Prabowo pada 2029, sehingga pembicaraan cawapres masih menjadi agenda yang akan dibahas bersama partai-partai pengusung saat tahapan pencalonan mendekat. Dengan kondisi itu, sampai 12 Oktober 2026, peluang Gibran untuk kembali menjadi calon wakil presiden masih terbuka, sementara keputusan resmi pendamping Prabowo belum ditetapkan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x