PPPK Paruh Waktu Ciomas Kabupaten Bogor Diminta Segera Serahkan SKP 2025

3 menit membaca View : 8
Abdul Halim
News, Pendidikan - 15 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Puluhan guru dan tenaga pendidik PPPK Paruh Waktu di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, diminta segera menyerahkan Sasaran Kinerja Pegawai atau SKP untuk tahun 2025. Permintaan ini muncul setelah adanya dasar kebijakan yang mengatur penyusunan SKP sesuai tugas masing-masing, sehingga penilaian kinerja tetap berjalan meski waktu kerja terbatas.

Ketua K3SD Kecamatan Ciomas, Doni Rahman, menjelaskan bahwa ketentuan tersebut merujuk pada Keputusan Menpan RB Nomor 16 Tahun 2025. Doni menekankan, penyusunan SKP perlu dibuat selaras dengan uraian tugas yang diemban, agar kontribusi PPPK Paruh Waktu dapat terpetakan secara jelas, termasuk saat mereka bekerja dengan jam yang tidak penuh.

Dasar kebijakan SKP 2025 untuk PPPK paruh waktu

Doni menerangkan, tujuan utama kewajiban SKP adalah memastikan setiap PPPK Paruh Waktu memiliki rencana kerja yang terukur. Dengan adanya SKP, target yang ingin dicapai tidak berhenti pada kegiatan harian, melainkan terhubung dengan sasaran strategis yang ditetapkan di satuan pendidikan.

Kewajiban ini juga dimaksudkan agar pola kerja PPPK Paruh Waktu memiliki keseragaman arah seperti yang berlaku pada ASN. Meski jam kerja tidak seluas pegawai penuh, SKP berfungsi sebagai “kompas” yang mengarahkan kinerja pada tugas pokok dan fungsi, sehingga penilaian yang dilakukan tetap objektif.

Jumlah PPPK Paruh Waktu yang dikumpulkan di Ciomas

Dalam pelaksanaan pendataan, Doni menyebut ada 84 guru dan tenaga pendidik PPPK Paruh Waktu di Kecamatan Ciomas yang dikumpulkan. Mereka diminta untuk mengumpulkan dokumen SKP tahun 2025 sesuai mekanisme yang disiapkan oleh pihak terkait.

Pengumpulan dokumen ini menjadi bagian dari proses administrasi yang biasanya menentukan kelancaran tahapan berikutnya. Ketika SKP disusun lebih awal, satuan pendidikan punya ruang untuk menyesuaikan target kinerja dengan kebutuhan sekolah, termasuk menata jadwal pembelajaran, penugasan, atau bentuk layanan lain yang menjadi tanggung jawab PPPK Paruh Waktu.

SKP sebagai penghubung tugas dengan sasaran sekolah

Doni menilai kualitas penyusunan SKP akan berdampak langsung pada cara guru dan tenaga pendidik menjalankan pekerjaannya. SKP yang dibuat dengan baik, menurutnya, dapat membantu terciptanya kepemimpinan yang lebih partisipatif serta transparan di lingkungan sekolah.

Lebih lanjut, SKP juga memudahkan guru dalam menyelaraskan rencana kinerja mereka dengan sasaran strategis kepala sekolah. Dalam praktiknya, keselarasan ini penting agar penilaian tidak hanya bersandar pada aktivitas, tetapi juga pada kesesuaian antara tugas yang dijalankan dengan target yang ditetapkan.

Harapan peningkatan metode kerja dan kualitas penilaian

Doni mengingatkan agar PPPK Paruh Waktu bekerja secara disiplin dan profesional. Ia berharap setiap pegawai mampu memperkuat iklim kerja di satuan pendidikan, mulai dari cara berkolaborasi hingga konsistensi dalam menjalankan tanggung jawab yang melekat pada posisi masing-masing.

Ia juga menaruh perhatian pada metode pembelajaran atau kinerja yang dilakukan. Menurut Doni, peningkatan metode pembelajaran atau penguatan kinerja akan berpengaruh pada hasil penilaian SKP, sehingga evaluasi yang diterima sesuai dengan tugas dan fungsi yang dilaksanakan.

Permintaan pengumpulan SKP 2025 di Ciomas menjadi langkah administratif yang sekaligus mengarahkan perencanaan kerja. Saat dokumen disusun sesuai ketentuan, satuan pendidikan dapat lebih mudah menata target, memantau pelaksanaan, dan memastikan kinerja PPPK Paruh Waktu tetap terukur sepanjang tahun berjalan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x