Wisata Kuliner Bogor: Warung Sekebun sajikan mie kelor hingga es krim

4 menit membaca View : 7
Abdul Halim
News, Wisata & Kuliner - 17 Okt 2026

Warung Sekebun di Jalan Pangeran Sogiri, Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor menghadirkan beragam kuliner berbasis hasil pertanian lokal. Gerai ini menawarkan konsep farm to table, mengolah bahan pangan dari lingkungan sekitar menjadi makanan dan minuman dengan gaya yang lebih modern, mulai dari mie ayam daun kelor, mendoan, hingga es krim.

Pengunjung bisa mencicipi menu unik tersebut setiap hari Senin hingga Jumat, pukul 09.00 sampai 17.00 WIB. Warung ini tutup pada akhir pekan, tanggal merah, dan hari libur nasional, sehingga warga yang ingin berkunjung perlu menyesuaikan jadwal. Dengan rentang harga sekitar Rp10 ribu hingga Rp20 ribu, pilihan menunya dibuat cukup beragam untuk berbagai selera, baik yang mengutamakan hidangan hangat maupun camilan manis dan segar.

Konsep farm to table di Warung Sekebun, dari bahan lokal ke sajian kekinian

Warung Sekebun mengusung gagasan farm to table yang berfokus pada pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai bahan utama. Pendekatan ini terlihat dari ragam menunya yang tidak hanya memanfaatkan satu jenis bahan, melainkan mencoba mengolah buah, sayur, hingga hasil pertanian lain menjadi sajian yang terasa relevan dengan selera masa kini.

Melalui cara penyajian seperti ini, warung tidak sekadar menjual makanan. Kehadiran Warung Sekebun juga menjadi ruang promosi bagi komoditas pertanian yang mudah dijumpai di sekitar, agar dikenal lebih luas lewat rasa yang lebih variatif. Dampaknya terasa bagi pengunjung yang mencari pengalaman kuliner berbeda, sekaligus bagi pelaku usaha yang ingin memperluas pasar lewat inovasi olahan.

Mie ayam daun kelor jadi menu pembuka yang paling menonjol

Salah satu menu yang paling menarik perhatian adalah mi ayam daun kelor. Berbeda dari mie ayam pada umumnya, olahan ini menggunakan daun kelor sebagai bahan utama pada mie, sehingga karakter rasanya ikut terbawa hingga ke tekstur.

Menurut deskripsi menu, mie memiliki tekstur kenyal dengan rasa daun kelor yang tidak terlalu dominan. Porsi topping ayam dan bakso disebut cukup banyak, sehingga sajian ini cenderung mengenyangkan. Kombinasi antara bahan yang dikenal luas di masyarakat dan format makanan rumahan seperti mie ayam membuat menu ini terasa akrab, namun tetap punya pembeda yang jelas.

Daun kelor tidak berhenti di mi, ada mendoan hingga es krim

Menariknya, daun kelor tidak hanya diolah menjadi mi ayam. Bahan yang sama juga dimanfaatkan pada menu lain seperti mendoan, serta es krim yang memberi variasi rasa dari kategori yang biasanya berbeda.

Langkah ini penting karena menunjukkan bagaimana satu bahan bisa dieksplorasi ke beberapa bentuk kuliner, dari gorengan yang gurih hingga hidangan penutup yang cenderung manis dan menyegarkan. Bagi pengunjung yang ingin mencoba beragam, keberadaan menu turunan dari bahan yang sama memudahkan mereka merancang kunjungan, misalnya memulai dari hidangan hangat lalu beralih ke camilan atau pencuci mulut.

Camilan dan hidangan manis: tahu gejrot, bakwan jagung, singkong, hingga ubi brulee

Bagi pencinta camilan, Warung Sekebun menyediakan beberapa pilihan seperti tahu gejrot, bakwan jagung, singkong goreng, hingga ubi brulee. Ubi brulee menjadi salah satu menu yang menonjol karena memadukan ubi panggang dengan karamel dan saus vla, menghasilkan perpaduan rasa manis sekaligus variasi tekstur.

Pilihan ini memberi opsi bagi pengunjung yang datang tidak hanya untuk makan berat, tetapi juga untuk menikmati kudapan. Dengan rentang harga yang relatif terjangkau, beberapa menu camilan memungkinkan pengunjung membeli lebih dari satu jenis tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Menu segar untuk yang ingin ringan: rujak buah, sop buah, salad buah, hingga jus

Untuk pengunjung yang lebih menyukai sajian segar, Warung Sekebun menyiapkan rujak buah, sop buah, dan salad buah. Pilihan minumannya juga bervariasi, mulai dari es cincau, jus buah murni, hingga racikan jus yang menggabungkan buah dan sayuran segar.

Variasi ini membuat warung cocok dikunjungi pada berbagai waktu, termasuk saat cuaca terasa panas. Dari sisi pengalaman makan, menu segar biasanya memberi rasa ringan setelah menyantap hidangan berkuah atau gorengan, sehingga pengunjung dapat menyeimbangkan pilihan menu dalam satu kunjungan.

Harga Rp10 ribu hingga Rp20 ribu dan jam buka yang terjadwal

Warung Sekebun mematok harga berkisar Rp10 ribu hingga Rp20 ribu untuk menu makanan dan minuman. Rentang ini membuat opsi kuliner berbasis bahan lokal dapat dijangkau oleh banyak kalangan, termasuk warga sekitar yang ingin mencoba menu baru tanpa merogoh kocek terlalu dalam.

Jam operasionalnya berlangsung Senin sampai Jumat pada pukul 09.00 sampai 17.00 WIB. Tempat ini tidak beroperasi pada akhir pekan, tanggal merah, maupun hari libur nasional, sehingga pengunjung disarankan menyesuaikan rencana datang agar tidak kecewa.

Bagi warga Bogor Utara, khususnya yang berada di sekitar Tanah Baru, Warung Sekebun bisa menjadi alternatif untuk menjajal olahan pangan lokal dengan konsep farm to table dan menu yang tidak monoton. Ragam pilihan dari mi ayam daun kelor hingga minuman berbasis buah dan sayuran memperlihatkan upaya meramu pengalaman kuliner yang lebih kreatif, tetapi tetap dekat dengan keseharian.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x