Target Pemadaman Kebakaran TPAS Galuga Bogor Tuntas 17 September 2026

3 menit membaca View : 7
Abdul Halim
News, Peristiwa - 15 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor memasang target penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga rampung sebelum 17 September 2026. Tanggal tersebut ditetapkan sebagai batas waktu penyelesaian pemadaman sekaligus awal perubahan besar pengelolaan sampah di kawasan Galuga.

Upaya pemadaman dilakukan secara intensif oleh tim gabungan selama 24 jam, agar seluruh titik api dapat terkendali sebelum agenda peletakan batu pertama pembangunan fasilitas pengolahan sampah digelar. Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan target itu menjadi penentu langkah berikutnya, yakni masuk ke babak pengelolaan sampah yang lebih modern.

Rudy Susmanto: 17 September 2026 jadi tonggak awal proyek pengolahan sampah

Rudy menegaskan bahwa 17 September tidak hanya terkait urusan pemadaman, melainkan momentum pelaksanaan rencana besar di TPAS Galuga. Menurutnya, ketika pertanyaan tentang pengelolaan sampah ke depan muncul, tanggal itu menjadi penanda dimulainya rangkaian pekerjaan lanjutan.

Setelah pemadaman selesai, Pemkab Bogor akan memulai pembangunan fasilitas pengolahan sampah untuk pembangkit energi listrik bersama Weiming Group dari China. Proyek ini diarahkan agar sampah dapat diproses menjadi energi, bukan sekadar ditampung dalam jangka panjang.

Pada momen yang sama, Pemkab Bogor juga akan memulai pembangunan fasilitas pirolisis. Teknologi ini berfokus pada pengolahan sampah menjadi bahan bakar minyak melalui kolaborasi dengan MABES TNI. Dengan dua jenis fasilitas tersebut, pemerintah menempatkan Galuga sebagai titik transformasi sistem pengelolaan sampah.

Penanganan kebakaran berlanjut 24 jam, fokus pada pemadaman menyeluruh

Di lapangan, tim gabungan masih melakukan penanganan kebakaran secara terus-menerus. Rudy menyebut fokus utama saat ini adalah pemadaman, sehingga kondisi di TPAS Galuga benar-benar aman sebelum persiapan proyek dimulai.

Ia juga menuturkan bahwa upaya pemadaman diarahkan agar api tidak muncul kembali pada titik-titik yang sulit dipantau. Karena itu, pengawasan dan respons cepat menjadi bagian penting dari strategi harian tim gabungan.

Tantangan geografis: timbunan lama 10 hingga 20 meter memicu risiko bara muncul lagi

Salah satu kendala utama berasal dari karakter kawasan dan kondisi timbunan sampah lama. Rudy menjelaskan bahwa meski area di atas sudah ditata dan ditanami vegetasi, di bagian bawah masih terdapat timbunan sampah lama dengan kedalaman sekitar 10 sampai 20 meter.

Musim kemarau yang cukup panjang membuat timbunan tersebut menjadi sangat kering. Kondisi ini meningkatkan potensi munculnya titik api kembali, termasuk dari percikan kecil yang dapat menyulut kebakaran pada lapisan timbunan di bawah permukaan.

Rudy menambahkan bahwa kebakaran sempat terjadi di kawasan TPA lama yang sebelumnya sudah ditutup, ditata, dan ditanami vegetasi. Akibatnya, sejumlah area menjadi lebih sulit dijangkau, sehingga tim gabungan perlu menyesuaikan cara pemadaman dan pemantauan.

Pengawasan diperketat, termasuk area pertanian dan larangan pembakaran terbuka

Untuk menekan risiko sumber api baru, Pemkab Bogor memperkuat pengawasan di sekitar TPAS Galuga. Petugas disiagakan selama 24 jam, termasuk di area lahan pertanian yang sebelumnya ditemukan adanya aktivitas pembakaran jerami.

Rudy kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah atau aktivitas pembakaran terbuka lainnya, khususnya saat kondisi kemarau dan lingkungan sedang sangat kering. Imbauan ini diarahkan agar tidak ada tambahan sumber api yang dapat memicu kebakaran susulan di area TPAS.

Ia menegaskan bahwa pengawasan akan terus dijalankan agar setiap potensi api dapat segera dilaporkan dan ditangani oleh tim gabungan. Dengan mekanisme tersebut, pemerintah berupaya memutus peluang munculnya titik api baru sebelum tenggat 17 September 2026.

Transisi menuju pengelolaan sampah Galuga yang lebih modern

Rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah itu diposisikan sebagai lanjutan dari keberhasilan pemadaman. Rudy menyatakan bahwa setelah target 17 September tercapai, pihaknya akan memasuki tahapan pengelolaan sampah Galuga yang lebih modern dan diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat.

Dengan adanya fasilitas pengolahan menjadi energi listrik serta rencana pirolisis yang mengubah sampah menjadi bahan bakar minyak, pemerintah menempatkan TPAS Galuga sebagai lokasi transformasi teknologi pengolahan sampah. Fokus sementara tetap pada pemadaman, sementara persiapan proyek diarahkan menunggu kondisi kawasan benar-benar aman.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x