Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pemkot Bogor semprot water mist

3 menit membaca View : 13
Abdul Halim
Bogor, News - 07 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Pemerintah Kota Bogor mengerahkan petugas gabungan BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyemprotan water mist di sejumlah ruas jalan. Langkah ini ditujukan meminimalkan dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terdeteksi di wilayah Kota Bogor, Senin 7 September 2026 pagi.

Penyemprotan difokuskan di Jalan Pajajaran, Jalan Abdullah Bin Nuh, Jalan Sholeh Iskandar, area Bubulak, hingga sebagian Tanah Sareal. Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan respons cepat Pemkot Bogor, dengan rujukan utama pada kondisi kualitas udara yang terpantau saat ini.

Water mist digelar di sejumlah ruas jalan, kualitas udara jadi acuan

Jenal menekankan bahwa pengerahan armada bukan sekadar rutinitas, tetapi mengikuti penilaian kualitas udara yang terus dipantau. Hingga pukul 11.00 WIB, kualitas udara Kota Bogor masih berada pada kategori sedang dengan indikator berwarna biru. Dengan kondisi tersebut, aktivitas masyarakat tetap berjalan, namun dibatasi.

Dalam pelaksanaan di lapangan, pihak Pemkot menggarisbawahi pentingnya perlindungan diri. Jenal menyebut penggunaan masker sebagai langkah paling utama, terutama bagi warga yang termasuk kelompok rentan. Artinya, penyemprotan berperan menekan partikel abu di area luar, sementara perlindungan personal tetap diperlukan untuk mengurangi paparan.

Polisi dan TNI turut menyiapkan water cannon untuk penyisiran lanjutan

Penanganan tidak hanya melibatkan BPBD dan Damkar. Kepolisian juga menyiapkan penggunaan water cannon untuk menyisir ruas jalan yang belum tersentuh. Jenal menyebut Polresta Bogor Kota menyiapkan water cannon, sementara Kodim 0606 melakukan penyisiran pada jalur-jalur yang masih belum mendapatkan treatment yang sama.

“Seluruh jalan tentu akan mendapatkan treatment yang sama,” kata Jenal, merujuk pada rencana penyebaran operasi penyemprotan secara bertahap. Dengan pola penyisiran seperti ini, petugas dapat menutup celah area yang berpotensi masih terkena abu, sekaligus memastikan operasi tidak berhenti di titik tertentu saja.

Armada yang dikerahkan, termasuk AWC berkapasitas 6.000 liter

Kalak BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, menjelaskan bahwa secara riil di lapangan ketebalan sebaran abu vulkanik memang tidak separah beberapa hari sebelumnya. Meski begitu, penanganan tetap dilakukan karena ada kebutuhan dari masyarakat serta pertimbangan pencegahan agar dampak paparan tidak meluas.

Dimas menyampaikan adanya permintaan dari warga agar penyemprotan dilakukan di jalan lingkungan sambil mengalir. Ia juga merinci unit yang dipakai pada hari itu, meliputi tiga unit mobil damkar dari tiga pos sektor, satu mobil tangki dari BPBD Kota Bogor, serta Armoured Water Cannon (AWC) dari Polresta Bogor Kota dengan kapasitas 6.000 liter.

Jalur berikutnya yang disasar, lingkar Bogor Timur hingga Bondongan dan Empang

Jenal memastikan penyemprotan water mist akan berlanjut ke jalur-jalur lainnya sesuai evaluasi di lapangan. Di antaranya lingkar Bogor Timur, Jalan Raya Tajur, area Ciawi, hingga kawasan Bondongan dan Empang. Perluasan cakupan ini bertujuan menjaga konsistensi penanganan di wilayah yang berpotensi terdampak abu.

Menurut Jenal, keputusan terkait kelanjutan operasi akan bergantung pada penilaian kualitas udara yang terus diperbarui. Pembaruan tersebut dilakukan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Kominfo, sehingga pengaturan kegiatan masyarakat serta intensitas penyemprotan dapat disesuaikan dengan kondisi terbaru.

Meski ketebalan abu tidak lagi setinggi beberapa hari sebelumnya, petugas tetap mengutamakan respons terukur. Penanganan yang berjalan paralel, mulai dari penyemprotan di ruas utama hingga penyisiran jalan lingkungan, memperlihatkan pendekatan yang menyeimbangkan pencegahan dampak kesehatan dan kesinambungan aktivitas harian warga.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x