Bogor Youth Camp 2026 Dispora Bogor libatkan 100 pemuda lintas komunitas

4 menit membaca View : 7
Abdul Halim
News, Olahraga - 09 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor menyelenggarakan Bogor Youth Camp 2026, sebuah rangkaian Malam Keakraban dan Sarasehan Pembangunan Kepemudaan untuk merangkul generasi muda. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 8-9 September, di Hotel Green Forest, Kecamatan Bogor Selatan, dan diikuti sekitar 100 pemuda terpilih dari 25 komunitas lintas sektor.

Ajang yang dipusatkan pada kolaborasi antarkomunitas ini dirancang agar aspirasi pemuda bisa mengalir lewat forum terbuka, bukan hanya melalui aksi demonstrasi. Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana, menyebut program ini terinspirasi dari gagasan Kementerian Pemuda dan Olahraga yang dikembangkan bersama Komisi IV DPRD Kota Bogor.

Bogor Youth Camp 2026, forum keakraban dan kolaborasi lintas komunitas

Dalam Bogor Youth Camp 2026, Dispora menempatkan Malam Keakraban dan Kolaborasi sebagai pintu masuk untuk membangun sinergi. Tujuannya sederhana, program kepemudaan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling melengkapi antarorganisasi dan komunitas. Dari sisi peserta, forum ini menghadirkan perwakilan yang beragam, mulai dari BEM OSIS, GenRe, Mojang Jajaka, Karang Taruna, KNPI, hingga Komunitas Tangan Di Atas (TDA).

Selain itu, hadir pula unsur kepanduan seperti Pramuka, perwakilan dari SMK, Duta Baca, serta HIPMI. Dispora juga menghadirkan penerima penghargaan The Best Delegates APEKSI, menegaskan bahwa kegiatan bukan sekadar seremonial, tetapi memberi ruang bagi pengalaman dan jejaring yang sudah terbentuk di level lebih luas.

Sarasehan pembangunan kepemudaan, aspirasi tanpa bergantung aksi jalanan

Komponen kedua adalah Sarasehan Pembangunan, yang menjadi wadah penyampaian aspirasi mengenai isu strategis daerah. Anas menekankan bahwa forum ini membahas tema yang dekat dengan kehidupan warga, termasuk transportasi umum seperti angkot, persoalan pengelolaan sampah, hingga isu sosial. Dengan format sarasehan, peserta diharapkan bisa menyampaikan gagasan secara terarah dan terukur.

Ia juga menyebut gagasan sarasehan ini diproyeksikan menjadi cikal bakal Musrenbang Tematik Kepemudaan, yang akan dikelola Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Kota Bogor secara rutin mulai tahun depan. Secara praktik, langkah ini menarik karena menghubungkan ruang diskusi pemuda dengan mekanisme perencanaan pembangunan daerah, sehingga aspirasi tidak berhenti pada forum.

Penjaringan duta Kota Bogor dan penguatan diplomasi kepemudaan

Bagian ketiga dalam rangkaian kegiatan adalah penjaringan Duta Kota Bogor. Dispora menyiapkan bibit unggul untuk mewakili daerah, mulai dari level provinsi hingga ajang pertukaran pemuda antarnegara yang melibatkan sekitar 80 negara. Targetnya bukan hanya menampilkan peserta yang berprestasi, tetapi juga membentuk kemampuan komunikasi dan jejaring lintas budaya.

Anas menegaskan pendekatan yang dipakai tidak diarahkan pada konflik, melainkan diplomasi dan kolaborasi. Ia menggambarkan harapannya, jika suatu saat para pemuda ini berkiprah di tingkat nasional, mereka sudah memiliki relasi yang terbentuk sejak awal, sehingga kerja sama bisa lebih mudah dibangun.

Indeks Pembangunan Pemuda 63 poin, edukasi untuk Gen Z dan literasi investasi

Dispora juga menautkan program ini dengan capaian peran pemuda di Kota Bogor. Anas menyebut Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Kota Bogor mencapai 63 poin, dengan distribusi pada lima sektor utama, yaitu kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, program GenRe, serta kepemimpinan. Angka ini menjadi dasar bahwa pembinaan pemuda tidak cukup dilakukan lewat satu jenis kegiatan, melainkan perlu cakupan yang menyentuh berbagai aspek.

Untuk mengakomodasi karakter Generasi Z, peserta dibekali workshop literasi keuangan digital. Narasumber berasal dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bank BJB. Materi yang dibahas mencakup investasi saham, Surat Berharga Indonesia (SBI), hingga instrumen valuta asing. Dalam penjelasannya, Anas menyoroti kecenderungan Gen Z yang lebih berorientasi pada investasi dan fleksibilitas finansial dibanding sekadar menabung atau memiliki aset tetap sejak dini.

Ia menekankan bahwa edukasi investasi yang aman dan legal menjadi kebutuhan penting. Dengan pendekatan tersebut, Bogor Youth Camp 2026 tidak berhenti pada diskusi isu perkotaan, tetapi juga mempersiapkan peserta dari sisi kemampuan mengambil keputusan finansial yang lebih bertanggung jawab.

Podcast Kepemudaan dan terobosan olahraga kendo untuk peluang karier internasional

Sebagai keberlanjutan komunikasi, Dispora Kota Bogor bekerja sama dengan KNPI berencana merilis Podcast Kepemudaan pada November mendatang. Rencananya, podcast ini menjadi ruang diskusi interaktif mengenai persoalan perkotaan, sehingga suara pemuda bisa terus terdengar setelah kegiatan kamp. Format audio dinilai memberi akses lebih luas, terutama bagi pemuda yang tidak sempat hadir langsung dalam forum.

Dispora juga memperkenalkan terobosan olahraga melalui cabang Kendo. Bekerja sama dengan PT Danayasak, disiapkan program pelatihan bahasa Jepang gratis serta penyaluran tenaga kerja langsung ke Jepang bagi atlet kendo yang memiliki keterampilan spesifik. Pusat latihan cabang ini disebut berada di GOR B dan KIGAI Fitness, Lippo Plaza Ekalokasari.

Anas menyampaikan langkah tersebut diharapkan membuka jalan bagi pemuda Kota Bogor untuk bersaing dan berkarier di tingkat internasional, sekaligus memperluas makna pembinaan olahraga dari sekadar latihan menjadi jalur pengembangan kompetensi yang lebih luas.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x