
Infosentulcity.id – Bomang, Bojonggede-Kemang, Kabupaten Bogor, menjadi lokasi perawatan lahan pangan yang melibatkan banyak pihak pada Selasa, 3 November 2026. Fokusnya pada tanaman jagung dan tomat, yang diperkirakan segera memasuki masa panen, sekaligus menjaga lahan agar tetap produktif.

Kegiatan perawatan berlangsung di Jalan Raya Surya Kencana, kawasan Bomang, dengan melibatkan Satgas Pengawal Indonesia Emas Ketahanan Pangan Korem 061/Suryakancana, Kelompok Tani (Poktan) Surya Kancana, serta tim pendukung dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun), Dinas Perikanan, dan Dinas Peternakan. Langkah-langkah lapangan disusun melalui pengecekan kondisi lahan, pembagian tugas, hingga perbaikan infrastruktur budidaya.
Pengembangan lahan pangan di Bomang menunjukkan perkembangan yang dinilai positif dari hasil budidaya jagung dan tomat. Namun, tahap menuju panen tidak berhenti pada tanaman yang sudah tumbuh. Pada Selasa, 3 November 2026, para pihak memulai rangkaian kegiatan dengan pengecekan kondisi lahan untuk memastikan tanaman mendapatkan dukungan yang sesuai kebutuhan tumbuhnya.
Setelah pemetaan kondisi, perawatan dilanjutkan dengan pembagian tugas kepada kelompok tani. Pola ini penting karena pekerjaan di lahan pertanian biasanya tidak hanya satu jenis, melainkan berlapis, mulai dari persiapan tanah, penguatan bedengan, hingga perawatan tanaman yang sedang berjalan. Dengan pembagian peran, pekerjaan dapat dilakukan lebih terarah dan tidak tumpang tindih.
Di area tanaman jagung, pekerjaan dimulai dari menggemburkan tanah. Tujuannya membantu kondisi tanah agar lebih siap menerima dan mendukung pertumbuhan tanaman. Setelah pengolahan awal, sejumlah perlakuan fisik diterapkan seperti pemasangan mulsa dan pagar pembatas, yang berfungsi membantu menjaga area budidaya tetap terkendali.
Perbaikan bedengan juga dilakukan agar struktur penanaman rapi dan mendukung aliran air maupun kondisi akar. Dalam praktik budidaya, bedengan yang baik biasanya memudahkan pengelolaan lahan, termasuk saat diperlukan penyesuaian perawatan. Pada saat yang sama, tim melakukan perawatan untuk tanaman tomat dan cabai, dua komoditas yang membutuhkan perhatian rutin agar tetap berada dalam fase pertumbuhan yang diharapkan.
Selain merawat tanaman yang sudah tumbuh, Kelompok Tani Surya Kancana juga menyiapkan komoditas lain. Kegiatan itu dilakukan melalui penanaman bibit kangkung serta penyemaian benih, yang menandakan adanya kesinambungan kegiatan budidaya di lokasi tersebut. Artinya, saat jagung dan tomat mengarah ke masa panen, lahan tetap dipersiapkan untuk siklus tanam berikutnya.
Pengolahan pupuk kandang turut menjadi bagian dari aktivitas. Langkah ini diarahkan untuk menjaga kesuburan tanah dan mendukung keberlanjutan kegiatan pertanian. Dengan pendekatan semacam ini, penguatan kesuburan tanah tidak hanya mengejar hasil jangka pendek, tetapi juga menyiapkan fondasi agar lahan tetap layak produktif pada periode berikutnya.
Fasilitas pendukung di kawasan Bomang juga mendapat perhatian. Salah satunya adalah saung Silaturahmi Surya Kancana yang turut diperbaiki untuk menunjang aktivitas kelompok tani. Keberadaan fasilitas pendukung seperti saung membantu kegiatan koordinasi, pertemuan, serta aktivitas lapangan yang memerlukan tempat aman dan memadai.
Dalam banyak program pengembangan lahan, dukungan infrastruktur non-tanaman sering menjadi faktor yang memengaruhi kelancaran kerja kelompok. Saat koordinasi berjalan lebih baik, pembagian tugas dan tindak lanjut perawatan tanaman biasanya dapat dilakukan lebih cepat dan konsisten di setiap segmen lahan.
Mayor Inf. Eka P menyampaikan bahwa kegiatan perawatan ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan lahan pangan Bomang agar tetap produktif. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa target kegiatan bukan semata-mata “mendekati panen”, melainkan memastikan setiap area garapan mendapatkan perawatan berkelanjutan.
Secara operasional, pembagian tugas yang terarah dan perawatan yang konsisten menjadi prasyarat agar tanaman berkembang dengan baik hingga fase panen. Bila satu bagian lahan tertinggal, dampaknya bisa terlihat pada keseragaman pertumbuhan atau kualitas hasil saat panen. Karena itu, pendekatan yang menggabungkan pengecekan kondisi, perbaikan infrastruktur budidaya, serta perawatan tanaman menjadi rangkaian yang saling melengkapi.
Pengembangan lahan pangan di Bomang diharapkan tidak hanya menghasilkan jagung dan tomat, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan melalui beragam komoditas yang dikelola di lokasi tersebut. Kegiatan penyiapan komoditas lain, seperti kangkung dan penyemaian benih, memperlihatkan adanya kesinambungan produksi.
Bagi warga sekitar, pola pengelolaan lahan seperti ini biasanya berkaitan dengan aktivitas pertanian yang lebih teratur, peluang keterlibatan kelompok tani, serta ketersediaan hasil panen yang dapat mendukung konsumsi lokal. Dengan fokus pada produktivitas lahan, program semacam ini juga berperan dalam mengoptimalkan potensi pertanian di Kabupaten Bogor melalui penguatan praktik budidaya di tingkat kawasan.






Tidak ada komentar