Pencegahan Bullying, Orang Tua SDN Ciomas 01 Ikuti Seminar Parenting di Bogor

4 menit membaca View : 12
Abdul Halim
News, Pendidikan - 08 Okt 2026

INFOSENTULCITY.ID – Ratusan orang tua siswa SDN Ciomas 01, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, mengikuti seminar parenting bertema “Bersama cegah Bullying Ciptakan Sekolah Aman dan Ramah Anak” pada Kamis, 8 Oktober 2026. Kegiatan ini digelar untuk memperkuat peran keluarga dan sekolah dalam mencegah perundungan, sekaligus membangun lingkungan belajar yang aman bagi anak.

Seminar tersebut menghadirkan Rahmi Dahnan, seorang psikolog dari STIT Fatahillah Bogor, sebagai pemateri. Kepala SDN Ciomas 01, Upi Marwati, menegaskan bahwa upaya pencegahan bullying dapat dimulai dari lingkungan terdekat anak, terutama keluarga, karena orang tua berpengaruh dalam membentuk empati dan ketahanan mental agar anak tidak hanya menjadi korban, tetapi juga tidak berkembang menjadi pelaku.

Seminar parenting di SDN Ciomas 01 dorong sekolah aman dan ramah anak

Kegiatan di SDN Ciomas 01 diikuti 223 peserta yang berasal dari orang tua siswa kelas 1 dan kelas 2. Dalam pelaksanaan seminar, fokusnya diarahkan pada kemampuan orang tua dan guru dalam mendampingi anak sehari-hari, termasuk membangun kepercayaan diri serta menumbuhkan karakter positif sejak usia awal sekolah dasar.

UPI Marwati menyebutkan, tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman orang tua dan guru agar pendampingan terhadap anak bisa lebih terarah. Pendekatan yang dibangun tidak berhenti pada penegasan aturan, tetapi diarahkan pada pembentukan kebiasaan yang mendukung anak untuk berperilaku baik dan mampu merespons situasi sosial dengan lebih sehat.

Peran keluarga dinilai jadi fondasi pencegahan bullying

Dalam paparan yang disampaikan Kepala SDN Ciomas 01, pencegahan bullying diposisikan sebagai proses yang berawal dari rumah. Anak yang mendapat perhatian, penguatan emosi, dan teladan empati dari orang tua cenderung lebih siap menghadapi dinamika pergaulan di sekolah.

Menurut Upi Marwati, orang tua memegang peran krusial dalam membentuk empati serta ketahanan mental anak. Fondasi ini dibutuhkan agar anak memiliki cara merespons masalah sosial tanpa harus melukai teman lain, sekaligus mampu mengenali ketika dirinya berada dalam situasi tidak aman.

Materi psikolog menekankan komunikasi dan pendampingan anak

Rahmi Dahnan, psikolog dari STIT Fatahillah Bogor, mengisi sesi seminar dengan penekanan pada cara mendampingi anak agar tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan memiliki karakter positif. Dalam konteks pencegahan perundungan, komunikasi yang baik antara orang tua dan anak dinilai menentukan, karena anak lebih berpeluang bercerita ketika merasa didengar tanpa dihakimi.

Seminar juga menyoroti pentingnya memperkuat hubungan positif antara orang tua dan anak. Perubahan kecil dalam pola komunikasi, seperti membangun ruang diskusi di rumah, dinilai dapat membantu anak memahami batasan perilaku, mengenali dampak tindakan pada orang lain, serta membiasakan kebiasaan menyelesaikan masalah secara lebih dewasa.

Orang tua diharapkan aktif membimbing, merawat, dan mendidik

Selain aspek pemahaman, kegiatan ini juga mendorong orang tua untuk mengambil peran aktif dalam proses pendidikan karakter. Upi Marwati berharap seminar parenting yang diikuti orang tua siswa dapat membuat lingkungan sekolah menjadi aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Harapan tersebut juga diiringi tanggung jawab orang tua untuk membimbing, merawat, dan mendidik anak agar tumbuh menjadi individu yang mandiri, percaya diri, serta berkarakter baik. Pada jenjang kelas 1 dan 2, pendampingan orang tua dinilai sangat menentukan, karena fase adaptasi di sekolah biasanya masih berlangsung dan anak mulai membentuk pola interaksi dengan teman sebayanya.

Dampak ke warga sekolah dan kegiatan belajar harian

Bila pencegahan bullying berjalan sejak dini, dampaknya dapat terasa langsung pada rutinitas di sekolah. Anak yang merasa aman cenderung lebih fokus mengikuti pembelajaran, lebih berani berinteraksi secara positif, dan tidak terbebani oleh ketakutan ketika berada di lingkungan kelas maupun area sekolah.

Melalui seminar parenting ini, sekolah juga berupaya menyelaraskan cara pandang orang tua dengan program pendampingan di sekolah. Ketika orang tua dan guru memiliki pemahaman yang sejalan, pola tindak lanjut terhadap perilaku menyimpang atau tanda-tanda tidak nyaman pada anak bisa dilakukan lebih cepat, sehingga masalah tidak dibiarkan berkembang.

Pesan utama: pendidikan pencegahan bullying dilakukan di sekolah dan rumah

Upi Marwati menekankan agar pendidikan pencegahan bullying ditanamkan sejak dini, baik di sekolah maupun di rumah. Pesan tersebut menjadi bagian penting dari arah kegiatan, karena pencegahan perundungan tidak cukup hanya dilakukan saat masalah muncul, melainkan perlu dibangun melalui kebiasaan dan pendampingan yang konsisten.

Dengan keterlibatan orang tua sejak tahap awal pendidikan anak, diharapkan terbentuk lingkungan sosial yang lebih sehat. Anak dapat belajar menghargai teman, memahami batasan perilaku, serta memiliki keberanian untuk melapor atau mencari bantuan ketika menghadapi situasi yang tidak nyaman di sekolah.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x