
Pembangunan tahap pertama Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Bogor Barat di Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Kota Bogor, sedang berlangsung. Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan progres pekerjaan saat inspeksi pada Jumat, 16 Oktober 2026, dengan capaian sekitar 15 persen dari target 12 persen, atau lebih tinggi 3 persen dari rencana awal.

Proyek ini dikerjakan dalam beberapa komponen utama, mulai dari pembersihan lahan hingga pembangunan tembok penahan tanah (TPT) dan pekerjaan jalan. Dedie menekankan bahwa fase awal akan banyak diisi pematangan lahan, termasuk pekerjaan cut and fill, agar area siap untuk fasilitas olahraga yang akan dibangun berikutnya.
Menurut Dedie, capaian 15 persen tersebut menunjukkan deviasi positif dibanding target 12 persen pada tahap awal. Angka ini penting karena tahap pertama biasanya menjadi penentu kelancaran pekerjaan lanjutan, terutama ketika lokasi masih memerlukan penataan permukaan dan penguatan struktur dasar.
Dalam rencana tahap pertama, pembangunan tidak berhenti pada penyiapan lahan. Pekerjaan juga mencakup pembangunan lapangan mini soccer, saluran air, serta TPT. Dengan kombinasi tersebut, pemerintah kota menyiapkan fondasi teknis agar area olahraga dapat digunakan secara lebih aman dan tidak mudah mengalami masalah akibat limpasan air atau pergeseran tanah.
GOM Bogor Barat dirancang menghadirkan fasilitas olahraga yang relevan untuk aktivitas warga setempat, termasuk anak-anak. Dedie menyebut adanya lapangan mini soccer sebagai fokus pada tahap awal, sehingga kawasan dapat langsung memberi ruang kegiatan olahraga skala lingkungan.
Selain lapangan, keberadaan jalan dan saluran air menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan. Pembangunan saluran air, misalnya, membantu mengelola aliran air di area proyek agar tidak mengganggu permukaan lapangan. Sementara TPT berfungsi untuk menjaga kestabilan tanah pada area yang memerlukan penguatan.
Untuk pelaksanaan tahap pertama, Dedie menyampaikan total anggaran tahun ini sebesar Rp6 miliar. Ia juga menyebutkan bahwa pada tahun berikutnya, tepatnya 2027, akan dialokasikan anggaran Rp11 miliar untuk melanjutkan pembangunan ke tahap kedua.
Skema bertahap seperti ini lazim diterapkan ketika pekerjaan fisik membutuhkan penyesuaian kondisi lahan. Pada tahap awal, pekerjaan pematangan dan struktur penahan tanah biasanya menyerap perhatian utama, sedangkan tahap berikutnya bisa difokuskan pada penyempurnaan fasilitas dan kelengkapan pendukung.
Dedie menjelaskan bahwa pada fase awal, pekerjaan lebih banyak diarahkan pada pematangan lahan, termasuk cut and fill. Proses ini pada prinsipnya menata ketinggian permukaan tanah, memotong bagian yang lebih tinggi dan menimbun bagian yang lebih rendah, agar bentuk area sesuai kebutuhan pembangunan.
Ia juga menyatakan target pembangunan pada tahun ini diharapkan tercapai. Dengan adanya pekerjaan pematangan, progres fisik di lapangan tidak selalu terlihat seperti pembangunan struktur bangunan, tetapi tetap menjadi langkah krusial untuk memastikan fasilitas olahraga bisa dibangun di area yang stabil.
Di kawasan GOM Bogor Barat, pemerintah kota juga akan membangun kolam retensi sebagai tempat penampungan air. Keberadaan kolam retensi berkaitan dengan pengelolaan air di lokasi, sehingga dampak genangan atau luapan dapat ditekan.
Dedie menambahkan bahwa lokasi tersebut memiliki mata air yang tidak boleh diganggu. Karena itu, mata air perlu dipelihara, dijaga, bahkan diupayakan untuk dihutankan atau dihijaukan kembali. Pendekatan ini menunjukkan bahwa proyek olahraga tidak berdiri sendiri, melainkan mempertimbangkan aspek lingkungan dan keberlanjutan sumber air.
Di sisi lain kawasan GOM Bogor Barat, terdapat lahan milik TNI. Dedie berharap area tersebut ke depannya dapat dimanfaatkan sebagai hutan kota. Harapan ini memberi gambaran bahwa pengembangan ruang publik di wilayah Bogor Barat tidak hanya ditujukan untuk olahraga, tetapi juga untuk menambah ruang hijau.
Walau tahap pertama ditargetkan selesai sesuai rencana, Dedie tidak melarang masyarakat memanfaatkan fasilitas GOM meskipun pembangunan belum sepenuhnya rampung. Sikap tersebut dapat membantu warga mendapatkan akses ruang olahraga sejak fase awal, sambil menunggu penyempurnaan di tahap kedua pada 2027.
Dengan adanya lapangan mini soccer dan infrastruktur pendukung seperti jalan serta saluran air, aktivitas warga di sekitar lokasi berpotensi mulai berjalan lebih teratur selama proses pembangunan berlangsung, tentu dengan penyesuaian terhadap area yang masih dikerjakan.






Tidak ada komentar