Limbah besi dibuang sembarangan di Parung Bogor, warga keluhkan bau asap

4 menit membaca View : 4
Abdul Halim
News, Peristiwa - 24 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Warga Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, mengeluhkan dugaan pembuangan limbah besi secara sembarangan di pinggir jalan. Keluhan itu menguat setelah video aktivitas pembuangan beredar di media sosial, pada Kamis, 24 September 2026.

Lokasi yang disebut berada di sisi kanan jalan dari arah Parung, tepat sebelum Gapura Metro Parung. Warga menilai kejadian ini berpotensi mengganggu lingkungan dan kesehatan karena limbah yang diduga berasal dari luar daerah menimbulkan bau menyengat dan mengeluarkan asap, terutama saat hujan turun. Bagaimana dugaan ini terjadi, warga mengaitkannya dengan aktivitas pembuangan material oleh pihak yang mengaku membawa limbah dari Karawang.

Keluhan warga Parung soal bau menyengat dan asap saat hujan

Dalam laporan warga yang muncul dari video beredar, limbah yang dibuang diduga menimbulkan reaksi yang terlihat. Bau menyengat disebut muncul dari karung atau kemasan material, disertai asap yang terlihat lebih jelas ketika hujan turun. Kondisi ini membuat warga sekitar merasa terganggu, baik dari sisi kenyamanan maupun kekhawatiran terhadap paparan bahan yang belum jelas kandungannya.

Salah satu warga yang terekam dalam video menyebut bahwa material tersebut berasal dari Karawang, dan mengaitkan pembuangan itu dengan limbah pabrik besi. Ia juga menyinggung bahaya bahan kimia berdasarkan pengamatan langsung terhadap bau dan gejala yang muncul. Pernyataan warga itu kemudian menjadi pemicu perhatian lebih luas, karena lokasi pembuangan berada dekat akses jalan yang dilewati masyarakat.

Video viral mengarah ke titik pembuangan sebelum Gapura Metro Parung

Video yang beredar memuat informasi lokasi yang lebih spesifik, yakni area di sisi kanan jalan menuju Parung, tepat sebelum Gapura Metro Parung. Unggahan tersebut kemudian mendorong warga untuk memeriksa dan menyampaikan keluhan ke lingkungan setempat.

Menurut aduan masyarakat, kejadian serupa tidak terjadi sekali. Warga menyebut aktivitas pembuangan diduga telah berlangsung sekitar tiga kali. Frekuensi yang berulang ini membuat keluhan semakin serius, karena warga menilai pola pembuangan terjadi tanpa kendali dan berpotensi menciptakan pencemaran lanjutan.

Asal limbah disebut dari Karawang, namun kandungan belum dipastikan

Dari keterangan yang disampaikan sopir pembuang material, limbah diklaim berasal dari Karawang dan diduga merupakan limbah pabrik besi. Meski demikian, asal-usul tersebut belum bisa dipastikan secara administratif maupun teknis, karena belum ada pemeriksaan yang menjelaskan kandungan limbah.

Belum adanya pemeriksaan membuat warga sulit menilai tingkat bahaya material tersebut. Limbah yang mengeluarkan asap dan bau menyengat bisa saja mengandung zat yang bereaksi dengan udara atau dipengaruhi kondisi cuaca, termasuk saat hujan. Tanpa uji laboratorium, pihak berwenang perlu memastikan apakah material tersebut masuk kategori berbahaya dan bagaimana dampaknya terhadap tanah, air, serta saluran drainase di sekitar lokasi.

Warga sudah sampaikan ke Ketua RT, koordinasi lanjutan masih minim

Warga mengaku telah menyampaikan keluhan terkait dugaan pembuangan limbah tersebut kepada Ketua RT setempat. Langkah itu menunjukkan adanya respons awal dari warga untuk mendorong penanganan di level paling dekat.

Namun, hingga informasi ini disusun, belum ada koordinasi lanjutan yang terlihat terkait penanganan lokasi pembuangan. Ketika pengawasan dan tindak lanjut belum berjalan, potensi pengulangan pembuangan serupa tetap terbuka, sementara warga terus menghadapi gangguan bau dan asap yang dapat muncul berulang kali.

Dampak bagi warga Parung: gangguan lingkungan dan kekhawatiran kesehatan

Bagi warga di sekitar lokasi, dampak yang paling langsung adalah gangguan penciuman akibat bau menyengat, serta munculnya asap yang membuat aktivitas harian terganggu. Kondisi itu juga bisa memengaruhi kenyamanan saat hujan karena asap disebut lebih terasa saat air turun.

Selain itu, jika limbah benar merupakan bahan kimia dari industri, risiko pencemaran dapat merembet ke lingkungan sekitar. Area pembuangan yang berada di dekat jalan berpotensi menimbulkan paparan bagi warga yang melintas, termasuk anak-anak dan pekerja harian. Drainase yang mengalir dari titik tersebut juga berpotensi membawa residu ke tempat lain apabila tidak ditangani sesuai prosedur.

Langkah yang diharapkan warga: cek lokasi, identifikasi limbah, dan penindakan

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bogor bersama instansi terkait segera turun untuk memeriksa lokasi pembuangan. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan titik persis, mengidentifikasi jenis limbah, serta menilai apakah ada pelanggaran terhadap ketentuan pengelolaan limbah.

Penanganan yang diharapkan juga mencakup penindakan terhadap pihak yang melakukan pembuangan tanpa izin, sekaligus memastikan tidak ada dampak lanjutan bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. Dengan pemeriksaan lapangan dan verifikasi kandungan limbah, proses penegakan hukum dapat berjalan lebih kuat karena didukung data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x