Kurangi pegal karena duduk lama, mulai dari jeda gerak tiap 30 menit

4 menit membaca View : 11
Abdul Halim
Kesehatan, News - 08 Okt 2026

INFOSENTULCITY.ID – Duduk terlalu lama, mulai dari bekerja di depan laptop hingga bersantai sambil scrolling, kerap berujung pada tubuh terasa pegal dan kaku. Masalahnya bukan semata karena kurang bergerak, melainkan kebiasaan mempertahankan posisi yang sama dalam waktu panjang. Karena itu, perubahan paling efektif biasanya datang dari jeda kecil yang konsisten, bukan dari mengubah rutinitas besar-besaran.

Intinya, ubah cara Anda menjalani hari kerja dan aktivitas santai: sisihkan waktu singkat untuk berdiri, berjalan sebentar, atau melakukan gerakan ringan saat sedang bekerja, setelah makan, maupun ketika melakukan aktivitas yang sebenarnya bisa dikerjakan sambil berdiri. Pola ini membantu memutus durasi duduk panjang dan mengurangi rasa tidak nyaman yang muncul setelah berjam-jam dalam posisi yang sama.

Jeda gerak saat bekerja, kunci memutus duduk monoton

Jika pekerjaan mengharuskan Anda duduk berjam-jam, target utamanya adalah memecah pola duduk yang terus berulang. Anda tidak perlu menunggu tubuh mulai sakit baru bergerak. Cukup sisipkan jeda singkat, misalnya berdiri mengambil barang, berjalan ke dekat printer, atau melakukan gerakan ringan sebelum kembali ke tugas.

Sering kali masalah terjadi karena fokus membuat waktu terasa hilang. Baru sadar setelah beberapa jam, ketika tubuh mulai kaku dan pegal di area tertentu. Agar tidak bergantung pada sinyal tubuh, gunakan pengingat dari ponsel atau komputer dengan interval yang mudah diikuti. Dengan begitu, aktivitas fisik kecil menjadi lebih teratur sepanjang hari, tanpa mengganggu alur kerja secara berlebihan.

Setelah makan, jangan langsung duduk lagi

Kebiasaan setelah makan juga berpengaruh pada kenyamanan tubuh. Jika Anda biasanya langsung duduk lagi setelah selesai makan, coba alihkan dengan berjalan santai beberapa menit. Langkah singkat ini membantu memutus periode duduk yang panjang, sehingga tubuh tidak terlalu lama mempertahankan posisi yang sama.

Gerak ringan setelah makan juga dapat memberikan respons metabolik yang lebih baik dibanding duduk terus-menerus. Durasi tidak harus panjang, yang penting jedanya muncul tepat saat tubuh sedang dalam kondisi setelah makan. Efeknya biasanya lebih terasa karena tubuh mendapatkan “rangsangan” pada momen yang sering terlewat.

Manfaatkan kesempatan kecil agar tubuh tetap aktif

Anda tidak harus menunggu jadwal olahraga untuk bergerak. Banyak aktivitas harian bisa diubah sedikit supaya waktu duduk berkurang. Misalnya, saat mengambil minum, pilih untuk berjalan daripada tetap duduk. Ketika memungkinkan, gunakan tangga dibanding lift. Jika ada keperluan mengambil barang atau mengurus sesuatu, beranjak dari meja menjadi langkah kecil yang konsisten.

Prinsipnya sederhana, gerakan yang tersebar lebih membantu daripada aktivitas yang menumpuk di satu waktu. Dengan pendekatan ini, total waktu yang dihabiskan untuk duduk cenderung berkurang, sementara tubuh tetap mendapat rangsangan untuk bergerak. Pola seperti ini juga lebih realistis bagi orang yang jadwalnya padat.

Bisa sambil berdiri, lakukan saat menerima telepon atau membaca pesan

Ada momen rutin yang kerap membuat Anda tetap duduk, padahal bisa dilakukan sambil berdiri. Saat menerima telepon, membaca pesan, atau mengikuti pertemuan singkat, coba ubah posisi menjadi berdiri dan melangkah kecil di sekitar tempat kerja. Ini tidak menuntut perubahan jadwal baru, karena Anda hanya memanfaatkan aktivitas yang sudah ada.

Dengan mengubah posisi saat aktivitas berlangsung, Anda tetap bisa menjaga fokus pada komunikasi atau pekerjaan tanpa terus mempertahankan postur duduk yang sama. Perubahan biasanya terasa perlahan, terutama ketika rasa pegal dan kaku yang muncul setelah seharian menempel di kursi mulai berkurang.

Gunakan pengingat agar jeda gerak jadi kebiasaan

Kalau tantangannya adalah lupa bergerak karena terlalu tenggelam dalam pekerjaan, pengingat menjadi alat paling praktis. Pasang alarm pada interval tertentu, lalu manfaatkan momen itu untuk berdiri, berjalan sebentar, atau melakukan gerakan ringan yang mudah dilakukan di tempat Anda. Tujuannya bukan mengganggu ritme kerja, melainkan memberi “reset” kecil bagi tubuh agar tidak terus berada dalam satu posisi.

Dengan pengingat yang terjadwal, Anda tidak perlu menunggu tubuh tidak nyaman dulu baru bertindak. Tubuh justru mendapat kesempatan bergerak lebih sering, sehingga duduk berjam-jam terasa tidak menumpuk menjadi keluhan yang sama setiap hari. Saat pola ini sudah berjalan, Anda akan lebih mudah menjaga kenyamanan tubuh tanpa harus mengubah seluruh rutinitas.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x