
INFOSENTULCITY.ID – Sebuah mobil Toyota Kijang bernomor polisi F 1159 PM terbakar di Jalan Raya Cibeureum, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, pada Selasa, 13 Oktober 2026. Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 12.40 WIB dan diduga berasal dari bagian dalam kendaraan, tepat saat mobil sempat berhenti secara tiba-tiba sebelum api membesar.

Mobil tersebut diketahui membawa delapan dirigen berisi bensin serta alat pompa bensin. Akibat insiden ini, dua orang mengalami luka bakar pada bagian kaki dan punggung, setelah sempat keluar dari kendaraan dalam kondisi panik dan meninggalkan mobil sebelum api menghanguskan seluruh unit.
Lokasi kejadian berada di Jalan Raya Cibeureum, Kelurahan Mulyaharja. Kondisi kendaraan yang membawa bahan bakar dalam jumlah cukup besar membuat api cepat merambat. Saat api mulai membesar, tiga orang keluar dari mobil dalam keadaan panik, kemudian menjauh dari kendaraan. Langkah ini menjadi penentu agar korban tidak bertambah, meskipipun dua di antaranya tetap mengalami luka bakar.
Dari keterangan saksi, api mulai terlihat dari bagian dalam mobil. Dugaan awal mengarah pada sumber api yang berasal dari area mesin atau komponen di ruang kendaraan, namun penyebab pasti kebakaran hingga saat ini belum diketahui. Petugas juga mencatat kendaraan sempat berhenti mendadak sebelum terbakar, sebuah detail yang biasanya menjadi petunjuk awal untuk pemeriksaan teknis lebih lanjut.
Setelah laporan diterima, petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Penanganan dilakukan oleh tim Damkar Kota Bogor dari Sektor Sukasari, didukung Redkar Kota Bogor, serta satu unit Damkar Kabupaten Bogor. Keterlibatan lebih dari satu unit mempercepat proses pemadaman, mengingat mobil membawa bensin dan alat pompa yang berpotensi memperbesar risiko kebakaran.
Dua korban, masing-masing seorang ibu dan seorang bapak, mengalami luka bakar di bagian kaki dan punggung. Keduanya kemudian dibawa ke Polmas untuk mendapatkan penanganan awal. Proses evakuasi ini dilakukan setelah api berhasil dikendalikan, sehingga akses petugas dan korban bisa dilakukan dengan lebih aman.
Petugas bekerja untuk memadamkan api agar tidak merambat ke area sekitar. Dalam kasus seperti ini, tantangan utama biasanya berasal dari bahan mudah terbakar yang berada di dalam kendaraan. Meski upaya pemadaman berlangsung cepat, kebakaran tetap menghanguskan mobil beserta muatan delapan dirigen bensin dan alat pompa bensin.
Hingga api benar-benar terkendali, kendaraan tidak hanya hangus pada bagian luar. Muatan yang dibawa menjadi faktor yang memperparah intensitas panas dan mempercepat kerusakan total. Karena itu, hasil pemadaman lebih berfokus pada pengendalian agar tidak muncul titik api baru di sekitar lokasi serta memastikan keselamatan petugas.
Kejadian di Jalan Raya Cibeureum, yang merupakan jalur utama di Kecamatan Bogor Selatan, berpotensi memengaruhi aktivitas warga di sekitar lokasi. Proses penanganan darurat biasanya membuat area terdampak perlu dikondisikan lebih aman, termasuk pengaturan akses sementara untuk menghindari warga mendekat ke kendaraan yang masih berpotensi menyala atau mengeluarkan panas.
Selain itu, muatan bensin yang terbakar menciptakan risiko tambahan berupa paparan panas dan kemungkinan munculnya titik api lanjutan. Karena itu, penanganan oleh Damkar menjadi krusial agar warga tidak panik dan tidak mendekat ke lokasi, terutama saat kendaraan sudah ditinggalkan pemiliknya.
Akibat kebakaran tersebut, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp100 juta. Perkiraan ini mencerminkan kerusakan menyeluruh pada unit mobil serta hilangnya muatan bensin dan alat pompa bensin yang dibawa di dalam kendaraan.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Pemeriksaan biasanya akan menelusuri kondisi kendaraan, titik awal api, serta kemungkinan gangguan teknis pada bagian dalam mobil. Detail seperti mobil sempat berhenti tiba-tiba sebelum terbakar menjadi salah satu informasi yang akan membantu proses penyelidikan lebih lanjut.






Tidak ada komentar