Kebakaran TPA Galuga Bogor, Api Bermula dari Kebun Dekat Lokasi

4 menit membaca View : 13
Abdul Halim
News, Peristiwa - 07 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Kebakaran melanda kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, pada Senin malam, 7 September 2026. Peristiwa ini memunculkan kobaran api yang terlihat cukup besar di area terbuka, disertai kepulan asap tebal yang menutupi sebagian langit di sekitar lokasi.

Petugas pemadam terus berjibaku karena api sempat sulit dikendalikan akibat medan yang tidak mudah dilalui armada. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menjelaskan bahwa titik awal kebakaran berada di area kebun dekat TPA, bukan di dalam area TPA itu sendiri, sebelum akhirnya api merambat dan menyentuh area TPA.

Api di TPA Galuga bermula dari kebun dekat lokasi pembuangan

Menurut Yudi Santosa, awal mula kejadian terjadi di area kebun yang berada di sekitar TPA Galuga. Pernyataan ini penting karena selama proses penanganan, fokus petugas akan berbeda ketika sumber api berada di luar fasilitas utama. Dalam kondisi seperti itu, api dapat lebih leluasa menyebar melalui vegetasi atau area terbuka yang jaraknya tidak jauh dari struktur TPA.

Yudi menegaskan, lokasi kebakaran disebutnya bukan di dalam TPA, melainkan di kebun dekat TPA. Setelah api membesar, barulah kobaran merambat hingga mencapai area TPA Galuga. Informasi ini juga membantu memahami kenapa pemadaman sempat menghadapi tantangan, terutama karena titik sumber berada pada area yang mungkin memiliki akses lebih sempit dibanding jalur utama.

Asap tebal dan kobaran besar terlihat dari area terbuka

Gambaran di lokasi menunjukkan api menyala terang di tengah gelapnya malam. Di saat yang sama, asap tebal tampak membumbung tinggi dan menyebar, sehingga sebagian langit di sekitar lokasi tertutup. Visual seperti ini biasanya mengindikasikan pembakaran berlangsung dengan intensitas tinggi, serta adanya material yang mudah terbakar di sekitar sumber api.

Video yang diterima petugas memperlihatkan kobaran api membentang di area terbuka. Bentangan api itu menjadi salah satu alasan mengapa petugas perlu melakukan pemadaman secara bertahap, sambil memastikan api tidak meluas ke area lain. Ketika asap sudah menutup pandangan, petugas juga perlu mengatur strategi agar tetap bisa menjangkau titik yang masih menyala.

Delapan unit pemadam dikerahkan, akses jadi kendala utama

Penanganan kebakaran melibatkan personel gabungan. Yudi Santosa menyebut sebanyak delapan unit pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Selain itu, ada dua unit BPBD, satu unit Zipur, serta tambahan dari Pemadam Kebakaran Kota Bogor untuk mempercepat proses pemadaman.

Namun, kendala muncul karena lokasi yang sulit dijangkau armada. Yudi menjelaskan bahwa api masih menyala hingga Senin malam, sementara petugas berada di area yang cukup jauh ke dalam. Jalan setapak yang tersedia membuat unit pemadam tidak bisa masuk langsung mendekati sumber api, sehingga pemadaman menjadi lebih rumit dan membutuhkan dukungan alat serta pendekatan yang lebih tepat.

Api merambat hingga menyentuh area TPA Galuga

Kendala akses tersebut berdampak pada kecepatan pengendalian api. Saat kobaran api semakin sulit dikendalikan, api akhirnya merambat ke TPA Galuga. Yudi menyampaikan bahwa pada saat pelaporan, api sudah menyentuh area TPA. Kondisi seperti ini biasanya meningkatkan risiko penyebaran karena area TPA memiliki karakteristik yang bisa memperpanjang proses pemadaman, terutama jika ada material yang ikut terbakar atau tersulut.

Dengan api yang sudah berada di area TPA, petugas perlu melakukan upaya pemadaman di sekitar lokasi kebakaran agar kobaran tidak meluas ke bagian lain. Upaya tersebut dilakukan sambil memastikan area sekitar tetap aman bagi personel yang berada di garis depan pemadaman. Hingga saat itu, pemadaman masih berlangsung dengan intensitas yang terus dijaga.

Penanganan berlanjut dengan pemadaman di sekitar lokasi

Hingga laporan dibuat, petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api di area sekitar kebakaran. Fokus penanganan diarahkan untuk mengendalikan kobaran agar tidak bertambah luas, sekaligus menekan titik-titik yang masih menyala agar tidak muncul bara baru setelah pemadaman sementara.

Dengan keterlibatan beberapa unit, termasuk BPBD dan dukungan dari pemadam kota, proses pemadaman diarahkan untuk menutup kemungkinan perambatan api ke area lain di sekitar TPA Galuga. Aktivitas di lokasi tetap berlangsung karena api dilaporkan masih menyala dan akses yang terbatas membuat proses penanganan membutuhkan waktu lebih panjang.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x