
INFOSENTULCITY.ID – Sebuah rumah kosong di kawasan Griya Talang Sari, Jalan Pasar Ciluar, Desa Pasirlaya, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, terbakar pada Senin 7 September 2026 siang. Peristiwa ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 11.26 WIB, setelah asap terlihat oleh tetangga yang kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menjelaskan tim dari Regu 1 Sektor Cibinong langsung bergerak begitu menerima laporan. Regu tiba di lokasi sekitar pukul 11.42 WIB dan melakukan penanganan cepat agar api tidak meluas ke bangunan lain di sekitar rumah.
Menurut Yudi, proses pemadaman dilakukan dengan metode cooling system. Langkah ini ditujukan untuk menurunkan suhu area yang terbakar sehingga tidak ada titik api yang berpotensi muncul kembali. Upaya tersebut membuahkan hasil, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 12.10 WIB.
Kecepatan respons petugas disebut menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran melebar. Rumah yang sedang tidak dihuni membuat kondisi di dalam bangunan lebih minim aktivitas, namun keberadaan barang-barang yang mudah terbakar tetap dapat mempercepat penyebaran bila api dibiarkan.

Yudi menyampaikan sumber api diduga berasal dari korsleting genset. Ia menerangkan saat kejadian rumah berada dalam kondisi kosong, tetapi tetangga melihat kepulan asap dari arah bangunan tersebut. Laporan cepat dari warga membantu petugas segera melakukan tindakan di lokasi.
Selain dugaan korsleting genset, petugas juga menemukan adanya tumpukan alat spray dalam kondisi panas. Temuan itu memperkuat indikasi bahwa api muncul lebih dulu dari area pembangkit listrik cadangan, lalu merambat ke barang lain yang berada di sekitar sumber panas.
Dalam kejadian ini, Yudi memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Yang terdampak utamanya adalah kerugian materiil akibat kerusakan bangunan dan barang yang berada di dalam rumah.
Meski tidak menimbulkan korban, kebakaran tetap menimbulkan dampak bagi pemilik yang mengalami kehilangan aset. Petugas juga mencatat bahwa api tidak menjalar ke bangunan lain, sehingga kerusakan dapat ditekan hanya pada lokasi yang terbakar.
Peristiwa di Sukaraja memperlihatkan peran warga dalam mendeteksi tanda awal kebakaran. Saat asap terlihat, tindakan melaporkan ke pemadam kebakaran membuat jeda antara indikasi kebakaran dan kedatangan tim menjadi lebih singkat.
Dari sisi penanganan, kedatangan tim sekitar pukul 11.42 WIB lalu api dipadamkan sekitar pukul 12.10 WIB menunjukkan proses yang terukur. Dengan pengendalian yang cepat, petugas bisa fokus pada pemadaman sekaligus pendinginan, sehingga risiko bara atau titik panas tersisa berkurang.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa instalasi listrik cadangan seperti genset tetap perlu pengawasan, terutama ketika rumah dalam keadaan kosong. Dugaan korsleting yang berawal dari genset dan diperparah panas dari tumpukan peralatan menunjukkan bahwa faktor teknis dan tata letak barang dapat menentukan cepat atau lambatnya api menyebar.






Tidak ada komentar