
Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bogor menyiapkan 20 atlet untuk mengikuti Porprov XV Jawa Barat 2026. Kontingen ini akan bertanding di GOR Pajajaran, Kota Bogor, pada 4 sampai 9 November 2026, dengan misi utama meraih medali emas untuk daerahnya.

Persiapan tersebut dipusatkan setelah pemeriksaan kesehatan atlet yang berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026, di VVIP Gelora Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor. Pelatih melalui perwakilannya, Sunaryo, menyampaikan bahwa seluruh atlet sudah menjalani rangkaian persiapan teknis dan dinyatakan layak bertanding, sehingga fokus berikutnya adalah tampil maksimal saat kompetisi berlangsung.
Dari total 20 pesilat yang diberangkatkan, komposisinya seimbang antara putra dan putri, masing-masing 10 atlet. Mereka akan bersaing dalam 14 kategori yang tersedia pada nomor Porprov, dengan pembagian berdasarkan jenis pertandingan yang dipilih.
Sunaryo menjelaskan bahwa sembilan atlet akan turun pada kategori kelas tanding, sedangkan 11 atlet lainnya bertanding pada kategori jurus. Pembagian ini penting karena strategi latihan dan pola penilaian pada kelas tanding berbeda dengan jurus, terutama dari sisi konsistensi teknik, penguasaan gerak, serta kesiapan mental saat berada di arena.
Dalam persiapan menuju Porprov Jabar 2026, IPSI Kabupaten Bogor menempatkan misi juara sebagai arah utama. Sunaryo menyebut targetnya adalah bertanding maksimal dan membawa pulang medali emas untuk Kabupaten Bogor, seraya berharap perolehan medali bisa sebanyak mungkin.
Menurutnya, peluang untuk menambah perolehan medali tidak hanya datang dari satu nomor. Dengan mengikuti berbagai kategori, Kabupaten Bogor memiliki ruang untuk mengejar hasil terbaik di setiap penampilan, asalkan atlet menjaga fokus dan mampu menampilkan kemampuan sesuai rencana latihan.
Komitmen tersebut juga tercermin dari penekanan agar para atlet tetap optimal sepanjang pertandingan. Dalam kompetisi multi-cabang seperti Porprov, kondisi fisik dan konsentrasi menjadi penentu, apalagi ketika jadwal pertandingan menuntut atlet siap pada berbagai momen penting.
Selain persiapan teknik, kondisi fisik menjadi perhatian serius. Pada pemeriksaan yang dilakukan di VVIP Gelora Pakansari, Cibinong, tim dokter memeriksa seluruh atlet untuk memastikan mereka dalam kondisi sehat menjelang ajang provinsi.
Sunaryo menyatakan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh atlet berada dalam keadaan sehat dan dipastikan layak bertanding. Pemeriksaan seperti ini biasanya menjadi langkah krusial untuk meminimalkan risiko cedera atau gangguan kesehatan saat pertandingan, terutama menjelang fase kompetisi yang membutuhkan tenaga dan koordinasi tinggi.
Dengan status kelayakan bertanding yang sudah dipastikan, para atlet dapat mengarahkan latihan pada penyempurnaan teknik dan kontrol performa, bukan lagi pada pemulihan kondisi yang berpotensi mengganggu.
Keberangkatan kontingen IPSI Kabupaten Bogor ke Porprov Jabar 2026 berpengaruh langsung pada ekosistem pencak silat di daerah. Atlet memperoleh panggung kompetisi tingkat provinsi, yang biasanya menjadi batu loncatan untuk meningkatkan reputasi dan membuka peluang pembinaan lanjutan.
Bagi warga yang mengikuti perkembangan olahraga lokal, target medali emas dari 20 atlet ini juga menjadi indikator bahwa pembinaan pencak silat terus berjalan. Di sisi lain, persiapan yang terstruktur, termasuk pemeriksaan kesehatan, menunjukkan bahwa proses pembinaan tidak berhenti pada latihan teknik, tetapi juga memperhitungkan kesiapan fisik sebelum bertanding di GOR Pajajaran.
Ajang Porprov yang berlangsung 4 sampai 9 November 2026 akan menjadi tolok ukur kemampuan para pesilat Kabupaten Bogor, baik di nomor kelas tanding maupun jurus. Ketika atlet tampil sesuai kemampuan, harapannya perolehan medali dapat memperkuat posisi daerah sekaligus memberi semangat bagi generasi pesilat berikutnya.






Tidak ada komentar