Okky Ferdinal Fuar Terpilih Ketua Umum SPBUN PTPN 1 Regional 2 2026-2031

4 menit membaca View : 19
Abdul Halim
Ekonomi, News - 08 Okt 2026

INFOSENTULCITY.ID – Okky Ferdinal Fuar terpilih sebagai Ketua Umum Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN) PTPN 1 Regional 2 untuk masa bakti 2026-2031. Pemilihan berlangsung dalam Musyawarah Besar (Mubes) pada 7-8 Oktober 2026 di Agrowisata Gunung Mas, Kota Bogor, dengan melibatkan tujuh korwil PTPN 1 Regional 2 yang mencakup Jawa Barat dan Banten.

Dalam proses pemilihan, Okky memperoleh 107 suara dan mengungguli dua bakal calon lainnya. Ia juga ditetapkan sebagai formatur untuk menyusun susunan kepengurusan SPBUN periode 2026-2031, sekaligus melanjutkan program kerja ketua umum sebelumnya.

Okky Ferdinal Fuar menang telak di Mubes SPBUN PTPN 1 Regional 2

Musyawarah Besar yang digelar di Agrowisata Gunung Mas menjadi titik penting bagi organisasi pekerja perkebunan di lingkungan PTPN 1 Regional 2. Okky meraih dukungan mayoritas, yakni 107 suara, yang menandakan konsolidasi anggota berjalan kuat pada tahap pemilihan ketua umum.

Posisi Ketua Umum SPBUN tidak hanya terkait administrasi organisasi, tetapi juga menentukan arah advokasi dan komunikasi dengan manajemen perusahaan. Karena itu, penetapan Okky sebagai formatur menjadi langkah awal yang menentukan bagaimana kepengurusan periode mendatang dirancang, termasuk pembagian peran untuk menghadapi isu-isu ketenagakerjaan.

Prioritas SPBUN: remunerasi, kenaikan golongan, dan perlindungan pekerja

Dalam kesempatan setelah terpilih, Okky menyampaikan komitmen untuk melanjutkan program dan langkah yang telah dijalankan pimpinan sebelumnya. Ia menekankan prinsip keadilan, terutama agar tidak ada pekerja perkebunan yang dirugikan, baik dalam aspek remunerasi, kenaikan golongan, maupun persoalan kepegawaian yang kerap menjadi perhatian anggota.

Selain pekerja aktif, perhatian SPBUN juga diarahkan pada karyawan PKWT, pensiunan, DSP, hingga federasi. Pernyataan ini penting karena spektrum masalah yang dihadapi masing-masing kelompok biasanya berbeda. Karyawan PKWT, misalnya, sering menghadapi isu kepastian masa kerja dan transisi status, sedangkan pensiunan biasanya menyoroti kesinambungan hak dan layanan terkait masa kerja terdahulu.

Regenerasi dan investasi jadi fondasi keberlanjutan perusahaan

Okky juga mengaitkan agenda organisasi dengan keberlanjutan perusahaan. Ia menegaskan perlunya investasi dan regenerasi agar perusahaan memiliki masa depan yang kuat. Dalam konteks perkebunan, regenerasi dapat berarti pembaruan tata kelola kebun, penguatan kapasitas tenaga kerja, hingga penyiapan kader yang mampu menjalankan kebutuhan operasional.

Gagasan ini sekaligus menjawab kekhawatiran anggota tentang stabilitas kerja. Ketika perusahaan memiliki arah yang jelas, ruang untuk menjaga standar remunerasi dan kesempatan pengembangan biasanya lebih terjaga. Karena itu, SPBUN menempatkan keberlanjutan bisnis sebagai bagian dari strategi perlindungan pekerja, bukan semata-mata urusan internal organisasi.

Transformasi bisnis, perusahaan sehat, kesejahteraan ikut terjaga

Selain isu ketenagakerjaan, Okky menyoroti kebutuhan transformasi bisnis. Ia menilai perusahaan perlu menyesuaikan diri agar tetap bertahan, bersaing, dan relevan di tengah perubahan pasar serta teknologi yang bergerak cepat. Pada sektor perkebunan, transformasi dapat berkaitan dengan efisiensi proses, penguatan sistem produksi, hingga penyesuaian strategi pemasaran.

Ia juga menggarisbawahi hubungan antara kesehatan perusahaan dan kesejahteraan karyawan. Analogi yang disampaikannya menekankan sinergi antara perusahaan dan pekerja, karena keduanya berperan menopang jalannya organisasi. Ketika operasional berjalan stabil, dampaknya bisa terasa pada layanan, kebutuhan pelatihan, sampai kepastian program kesejahteraan yang menjadi perhatian anggota.

Komunikasi antarunit dan kondusivitas jadi kunci saat perubahan terjadi

Okky mengingatkan pentingnya komunikasi, terutama ketika terjadi perubahan pada sejumlah unit bisnis perkebunan. Ia menyebut perbedaan pandangan tidak boleh mengganggu kondusivitas perusahaan. Pernyataan itu relevan karena dinamika perubahan unit usaha sering memicu perbedaan persepsi, baik terkait prioritas kerja, penempatan personel, maupun penyesuaian kebijakan internal.

Dengan komunikasi yang terarah, potensi konflik bisa ditekan melalui forum dialog dan mekanisme penyelesaian yang terukur. Bagi anggota SPBUN, pendekatan ini juga membantu memastikan isu ketenagakerjaan dibahas secara konstruktif tanpa mengorbankan stabilitas operasional.

PTPN 1 Regional 2 menilai tuan rumah Mubes dan harapan untuk kepengurusan baru

Pihak PTPN 1 Regional 2 diwakili oleh PLH Manager M Taufik Siregar yang menyampaikan bahwa Agrowisata Gunung Mas Bogor menjadi tuan rumah pemilihan Ketua Umum SPBUN masa bakti 2026-2031. Ia berharap kepengurusan baru dapat meningkatkan peran dan fungsi organisasi dalam menjaga serta meningkatkan kesejahteraan anggota.

Dalam kesempatan yang sama, ia menegaskan komitmen perusahaan untuk bekerja keras menciptakan kesejahteraan yang adil, aman, dan memberi kesempatan bagi semua pihak untuk maju. Pernyataan ini menunjukkan adanya ruang kolaborasi antara manajemen dan organisasi pekerja, terutama dalam memastikan program perusahaan sejalan dengan kebutuhan anggota SPBUN.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x