SMK Go Global Gelombang 3 dibuka 1-11 September 2026 di 20 BP3MI

4 menit membaca View : 8
Abdul Halim
News, Pendidikan - 02 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) membuka pendaftaran program SMK Go Global Gelombang 3 pada 1-11 September 2026. Pendaftaran dapat dilakukan di 20 Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) yang tersebar di berbagai wilayah.

Program ini menargetkan masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri melalui proses yang lebih terarah dan aman. Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, menegaskan bahwa pendaftaran Gelombang 3 tetap dibuka untuk melanjutkan rangkaian batch sebelumnya, setelah pembukaan batch 1 yang terdiri dari Gelombang 1 dan Gelombang 2.

SMK Go Global Gelombang 3 dibuka 1-11 September 2026 di 20 BP3MI

Menurut Christina Aryani, pendaftaran Gelombang 3 dapat diakses mulai 1 September hingga 11 September 2026 di 20 BP3MI. Artinya, calon peserta tidak perlu menunggu jadwal terpisah di satu lokasi saja, karena layanan pendaftaran dan informasi tersedia di balai-balai di sejumlah wilayah.

Ia juga menjelaskan bahwa informasi mengenai pendaftaran dan persyaratan dapat diperoleh melalui kanal media sosial Kementerian P2MI maupun BP3MI setempat. Dengan pola ini, pemerintah berupaya memudahkan calon peserta untuk memahami langkah pendaftaran dan kriteria yang harus dipenuhi sebelum mengikuti pelatihan.

Pelatihan gratis, boarding dan non-boarding sesuai kebutuhan peserta

SMK Go Global merupakan program pelatihan yang dikelola pemerintah. Christina menekankan bahwa pelatihan diberikan secara gratis bagi peserta. Dalam pelaksanaan, pelatihan dilakukan dengan sistem tatap muka, dengan skema boarding maupun non-boarding yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi peserta.

Pemerintah juga menanggung seluruh biaya pelatihan. Selama mengikuti program, peserta mendapatkan makan tiga kali sehari. Skema dukungan seperti ini menjadi bagian dari upaya agar peserta dapat fokus mengikuti proses pelatihan hingga selesai, tanpa terbebani biaya operasional selama masa program.

Kesediaan bekerja di luar negeri jadi syarat utama

Salah satu penekanan paling penting disampaikan Christina Aryani. Ia menyebut syarat utama yang harus dipenuhi peserta adalah kesediaan untuk bekerja di luar negeri. Program ini memang diarahkan untuk mempersiapkan calon pekerja migran, bukan sekadar meningkatkan keterampilan tanpa rencana kerja.

Christina menyoroti temuan pada pendaftar batch sebelumnya, di mana sebagian pendaftar ternyata belum memahami bahwa program ini mensyaratkan adanya intensi untuk bekerja di luar negeri. Ia menjelaskan bahwa ada pendaftar yang melihat program sebagai kesempatan upskilling, tetapi tanpa niat bekerja di luar negeri. Dalam kondisi tersebut, peserta dinilai tidak memenuhi tujuan program sehingga dinyatakan gugur.

“Yang paling pertama dan utama adalah, kesediaan untuk bekerja luar negeri,” ujar Christina Aryani.

Izin keluarga diperlukan agar peserta siap secara mental

Selain kesediaan bekerja ke luar negeri, peserta juga perlu mendapatkan izin dari orang tua, wali, suami, atau istri. Ketentuan ini dimaksudkan agar peserta dan keluarga benar-benar siap secara mental sebelum mengikuti proses persiapan kerja ke luar negeri.

Christina menegaskan bahwa pelaksanaan program tidak bersifat sambil lalu. Peserta akan dilatih, dan pemerintah mengarahkan peserta agar siap menghadapi tahapan kerja di luar negeri. Dengan adanya izin keluarga, pemerintah berharap kesiapan tidak hanya berhenti pada aspek administrasi, tetapi juga pada kesiapan psikologis dan dukungan dari lingkungan terdekat.

Uang saku diberikan di akhir untuk memastikan peserta menyelesaikan program

Selama mengikuti pelatihan, peserta juga akan memperoleh uang saku. Namun, kebijakan ini diberikan pada bagian akhir setelah peserta menyelesaikan rangkaian program. Christina menjelaskan bahwa alasan pemberian di akhir adalah agar peserta benar-benar mengikuti pelatihan hingga selesai, bukan berhenti di tengah proses.

Pengaturan seperti ini dapat dibaca sebagai strategi pengendalian mutu dan efektivitas program. Dengan uang saku yang terkait penyelesaian, peserta terdorong untuk mempertahankan komitmen mengikuti tahapan pembelajaran sampai tuntas, sehingga tujuan peningkatan kesiapan kerja dan kompetensi tidak terputus.

Peserta tidak terbatas lulusan SMK

Christina juga menegaskan bahwa SMK Go Global tidak hanya ditujukan bagi lulusan SMK. Program ini terbuka untuk masyarakat umum, termasuk lulusan D3, S1, hingga S2, selama memiliki aspirasi untuk bekerja ke luar negeri.

Dengan keluasan sasaran peserta, pemerintah memberi ruang bagi calon pekerja dari berbagai latar pendidikan. Pada praktiknya, kesiapan bekerja ke luar negeri tetap menjadi fondasi utama seleksi. Artinya, siapa pun yang berniat menempuh jalur kerja luar negeri melalui pelatihan terstruktur dapat mendaftar pada Gelombang 3, selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Pendaftaran Gelombang 3 dijadwalkan berlangsung pada 1-11 September 2026 di 20 BP3MI. Calon peserta disarankan memantau informasi resmi di kanal BP3MI wilayah masing-masing agar tidak ketinggalan ketentuan pendaftaran dan tahapan seleksi.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x