Asap Kebakaran TPAS Galuga Bogor, Dinkes Minta Warga Kurangi Aktivitas Luar

3 menit membaca View : 8
Abdul Halim
Kesehatan, News - 08 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul dampak asap kebakaran yang terjadi di area Tempat Pembuangan Akhir Sampah atau TPAS Galuga, Kecamatan Cibungbulang. Fokus imbauan diarahkan kepada warga yang tinggal di sekitar lokasi, karena paparan asap berpotensi mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, menjelaskan bahwa asap hasil kebakaran dapat memicu keluhan seperti batuk, tenggorokan terasa gatal atau perih, hingga sesak napas. Kondisi ini juga berisiko memperburuk kesehatan kelompok yang sudah memiliki riwayat penyakit pernapasan, seperti asma atau penyakit paru.

Dampak asap kebakaran TPAS Galuga terhadap kesehatan pernapasan

Asap yang terhirup membawa partikel yang dapat mengiritasi saluran pernapasan. Karena itu, keluhan yang muncul tidak selalu langsung berupa sesak, tetapi bisa dimulai dari rasa tidak nyaman di tenggorokan dan batuk yang terasa mengganggu. Pada warga dengan penyakit pernapasan, rangsangan dari asap dapat memperparah gejala yang sudah ada.

Selain gangguan pernapasan, paparan asap juga dapat menimbulkan iritasi pada mata. Gejalanya bisa berupa mata merah, perih, hingga berair. Pada kondisi seperti ini, warga diimbau menghindari paparan langsung agar iritasi tidak makin berat dan keluhan tidak menetap.

Imbauan Dinkes Bogor: kurangi aktivitas saat asap tebal

Fusia Meidiawaty meminta warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran untuk mengurangi paparan asap. Jika situasi memungkinkan, aktivitas di luar rumah sebaiknya dikurangi, terutama ketika asap terlihat cukup tebal atau arah angin membawa asap menuju permukiman.

Langkah sederhana seperti membatasi waktu berada di luar ruangan dapat mengurangi jumlah paparan yang masuk ke saluran pernapasan. Bagi warga yang tetap harus melakukan aktivitas, perlindungan diri menjadi bagian penting dari upaya pencegahan.

Gunakan masker dan atur ventilasi rumah saat asap masuk

Dinas Kesehatan juga menekankan penggunaan masker yang menutup hidung dan mulut dengan baik. Masker berfungsi membantu mengurangi partikel asap yang terhirup, sehingga risiko iritasi saluran napas dapat ditekan.

Untuk mencegah asap masuk ke dalam rumah, warga disarankan memastikan pintu, jendela, dan ventilasi ditutup sementara ketika asap berada di sekitar lingkungan dan udara terasa tercemar. Ventilasi dapat dibuka kembali setelah kondisi udara di luar membaik, agar sirkulasi tetap terjaga tanpa memperpanjang paparan.

Kelompok rentan diminta lebih hati-hati

Imbauan ini khususnya ditujukan kepada bayi dan anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki penyakit kronis. Fusia Meidiawaty menyebut kelompok dengan asma, penyakit paru, atau penyakit jantung perlu lebih berhati-hati dan membatasi paparan asap.

Alasannya, kelompok rentan cenderung lebih cepat menunjukkan gejala ketika terpapar iritan dari asap. Pada mereka, keluhan bisa berkembang lebih cepat sehingga pemantauan kondisi menjadi lebih penting dibandingkan pada warga yang tidak memiliki riwayat penyakit tertentu.

Kapan harus periksa ke fasilitas kesehatan dan layanan PSC 119

Dinas Kesehatan mengingatkan warga untuk segera mendapatkan pertolongan medis apabila muncul keluhan yang mengarah ke kondisi memburuk. Tanda yang perlu diwaspadai meliputi sesak napas yang semakin berat, nyeri dada, batuk berkepanjangan, serta iritasi mata yang tidak membaik.

Jika mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap, masyarakat dapat memeriksakan diri ke Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Untuk kondisi kegawatdaruratan, layanan PSC 119 siap memberikan pelayanan selama 24 jam.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x