Wali Kota Bogor Cup 2026, mini soccer antar-OPD sukses digelar

4 menit membaca View : 9
Abdul Halim
News, Olahraga - 03 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Kompetisi mini soccer antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada ajang Wali Kota Bogor Cup 2026 sukses dilaksanakan, menyedot perhatian banyak penonton dengan atmosfer pertandingan yang makin hidup. Turnamen ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-15 Harian Metropolitan, mempertemukan OPD dalam format yang kompetitif sekaligus menghibur.

Di balik kemeriahan lapangan, penyelenggaraan event membutuhkan kerja produksi yang rapi, mulai dari penataan area, kelengkapan teknis, hingga pengalaman penonton. Muhamad Afandi, Ketua Paguyuban Vendor Event Kabupaten Bogor, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada timnya untuk menangani kebutuhan produksi Wali Kota Bogor Cup 2026, sekaligus menilai konsep yang dipakai cukup menarik karena menggabungkan olahraga antar-OPD dengan eksekusi event yang profesional.

Mini soccer antar-OPD di Wali Kota Bogor Cup 2026

Wali Kota Bogor Cup 2026 menghadirkan format mini soccer yang melibatkan OPD, sehingga setiap pertandingan terasa punya “cerita” tersendiri. Kehadiran suporter memberi warna tersendiri, bukan hanya sebagai penonton, tapi juga penguat suasana. Ketika tensi permainan meningkat, penataan elemen pendukung acara ikut menentukan kenyamanan dan kelancaran alur kegiatan, baik bagi peserta maupun penonton.

Afandi menilai ajang ini merupakan gebrakan yang layak diapresiasi karena kompetisi olahraga tidak berdiri sendiri. Ada upaya mengemas kegiatan agar lebih terstruktur, termasuk ruang untuk eksplorasi konsep tata letak dan perangkat pendukung yang digunakan selama event berlangsung. Dengan begitu, turnamen tidak sekadar pertandingan, melainkan juga tampil sebagai penyelenggaraan acara yang siap dinikmati publik.

Kerja produksi dan standar perangkat event

Menurut Afandi, tantangan utama event bukan hanya memastikan perangkat produksi berdiri dan berfungsi, tetapi bagaimana semua elemen dapat menyatu dengan konsep acara. Hal itu terlihat dari atmosfer pertandingan yang semakin hidup, ditopang suporter, tata panggung, serta perangkat pendukung yang hadir di area kegiatan. Ketika elemen-elemen tersebut selaras, penonton cenderung lebih mudah mengikuti jalannya pertandingan dan suasana lebih “mengalir”.

Salah satu bagian yang mendapat perhatian adalah penggunaan rigging gate yang dapat bergerak. Afandi menjelaskan bahwa penggunaan perangkat seperti ini menunjukkan produksi Wali Kota Bogor Cup 2026 menerapkan standar yang lazim ditemui pada event berskala besar. Ia bahkan menyebut standardisasinya telah berada pada level yang umum ditemukan dalam event nasional, hingga dapat menjangkau lingkup internasional.

Rigging gate yang bisa move, pengalaman penonton lebih hidup

Rigging gate yang bergerak bukan sekadar elemen dekoratif. Dalam praktiknya, perangkat semacam ini dapat membantu dinamika visual selama rangkaian acara, sehingga momen-momen penting lebih terasa di mata penonton. Afandi menuturkan bahwa timnya mendapat kesempatan mengeksplorasi tatanan layout, termasuk bagaimana masyarakat dapat melihat adanya rigging gate yang memang bisa berpindah posisi sesuai kebutuhan.

Ia juga menekankan bahwa fleksibilitas tata letak memberi ruang bagi produksi untuk menyesuaikan dengan alur acara dan kebutuhan penonton. Ketika standar perangkat dan penataan visual dipikirkan sejak awal, event cenderung lebih rapi, minim gangguan, dan pengalaman publik menjadi lebih menarik.

Potensi jadi agenda tahunan, dengan perluasan melibatkan UMKM

Afandi melihat Wali Kota Bogor Cup memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi agenda tahunan. Alasannya, kompetisi antar-OPD memberi ruang bagi instansi untuk membangun kebersamaan sekaligus mempraktikkan sportivitas. Dari sisi publik, format seperti ini juga dapat menjadi sarana hiburan yang konsisten, karena penonton sudah punya ekspektasi terhadap atmosfer dan daya saing pertandingan.

Namun, untuk penyelenggaraan berikutnya, ia mengajukan masukan agar cakupan kegiatan diperluas. Salah satu gagasan yang ia soroti adalah pelibatan lebih banyak sektor, khususnya UMKM. Baginya, mengangkat UMKM bukan hanya soal menambah peserta atau tenant, tetapi bisa menjadi cara agar event tidak berhenti pada aspek olahraga.

Dampak ekonomi dan dukungan produksi berkelanjutan

Afandi menilai keterlibatan UMKM dapat memperluas dampak Wali Kota Bogor Cup, karena masyarakat dan pelaku usaha di sekitar kegiatan berpeluang memperoleh manfaat ekonomi. Dengan begitu, event dapat bertransformasi menjadi ruang interaksi yang lebih luas, tidak hanya mempertemukan OPD dalam pertandingan mini soccer, tetapi juga memberi nilai tambah bagi ekosistem lokal.

Di sisi lain, ia memastikan pihaknya siap kembali mendukung apabila Wali Kota Bogor Cup digelar secara rutin pada tahun-tahun berikutnya. Keberhasilan sebuah gelaran, menurut Afandi, merupakan hasil kerja bersama antara penyelenggara, vendor, peserta, suporter, sponsor, hingga berbagai pihak yang bekerja di belakang layar.

Wali Kota Bogor Cup 2026 menjadi pengalaman awal yang dinilainya positif, sekaligus membuka peluang pengembangan. Dengan konsep yang lebih besar dan keterlibatan unsur masyarakat yang makin luas, turnamen ini berpotensi tumbuh menjadi agenda olahraga yang tidak hanya meriah, tetapi juga berkelanjutan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x