BPJS Ketenagakerjaan Bogor Cileungsi gelar PEKA untuk 45 ahli waris

3 menit membaca View : 9
Abdul Halim
Ekonomi, News - 04 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bogor Cileungsi bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) Bogor menggelar kegiatan PEKA (Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat) yang diikuti 45 ahli waris penerima manfaat.

Langkah ini menegaskan bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak berhenti pada pembayaran santunan, melainkan berlanjut melalui pendampingan agar keluarga yang ditinggalkan dapat kembali bangkit, produktif, dan memiliki sumber penghidupan yang lebih berkelanjutan.

Program PEKA, santunan berlanjut menjadi kemandirian ekonomi

Melalui Program PEKA, para ahli waris mendapatkan pembekalan yang menyasar kemampuan praktis, mulai dari pemberdayaan ekonomi, pengelolaan keuangan, hingga pengembangan potensi usaha. Materi juga disertai dorongan motivasional agar peserta memiliki arah yang jelas untuk membangun kemandirian.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bogor Cileungsi, Andi Widya Leksana, menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk keberlanjutan perlindungan jaminan sosial bagi keluarga pekerja setelah manfaat diterima. Menurutnya, di balik setiap manfaat yang diserahkan, ada keluarga yang perlu melanjutkan kehidupan mereka, termasuk menghadapi perubahan kondisi ekonomi setelah kehilangan anggota keluarga yang menjadi tulang punggung.

“Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan tidak semata-mata berhenti ketika santunan telah dibayarkan. Di balik setiap manfaat yang kami serahkan, ada keluarga yang harus terus melanjutkan kehidupannya,” ujar Andi.

Andi juga menilai kehilangan sosok penopang ekonomi dapat menimbulkan dampak besar, baik secara emosional maupun finansial. Karena itu, pendampingan dan pemberdayaan menjadi bagian penting agar keluarga tetap memiliki harapan sekaligus kemampuan untuk melanjutkan hidup.

Pembekalan usaha dan pengelolaan keuangan untuk ahli waris

Dalam kegiatan ini, 45 ahli waris didorong agar tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga berupaya mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri. Program PEKA dirancang agar peserta memiliki pola pikir yang lebih produktif, termasuk dalam mengelola keuangan keluarga, menentukan peluang usaha, hingga menyesuaikan usaha dengan kemampuan serta potensi yang dimiliki.

Harapannya, manfaat yang diterima dapat menjadi titik awal. Santunan diposisikan sebagai jembatan, bukan akhir dari proses. Ketika keluarga penerima manfaat mampu kembali produktif, dampak perlindungan jaminan sosial menjadi lebih luas, karena keluarga tidak hanya bertahan, tetapi juga bergerak membangun masa depan yang lebih baik.

“Melalui PEKA, kami ingin manfaat yang telah diterima dapat menjadi titik awal bagi keluarga untuk membangun kehidupan yang lebih baik,” lanjut Andi.

Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan BSI perkuat literasi keuangan

Selain BPJS Ketenagakerjaan, BSI Bogor turut memperkuat pelaksanaan PEKA melalui edukasi keuangan. Kolaborasi ini menekankan pentingnya pengelolaan pendapatan dan modal usaha secara produktif serta berkelanjutan.

Dalam sesi edukasi, peserta diarahkan untuk memahami pemisahan kebutuhan konsumtif dan kebutuhan yang mendukung kegiatan produktif. Peserta juga dibantu menyusun perencanaan keuangan, termasuk cara mengelola modal usaha dengan lebih bijak.

Perwakilan BSI Bogor menyampaikan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Dengan kerja sama tersebut, penerima manfaat diharapkan memperoleh akses pengetahuan, pendampingan, serta layanan keuangan yang dapat mendorong pengembangan usaha.

“Kolaborasi bersama BPJS Ketenagakerjaan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendorong masyarakat agar semakin berdaya,” ujar perwakilan BSI Bogor.

Perlindungan berkelanjutan, ajakan agar pekerja pastikan terdaftar

Andi menegaskan bahwa program pemberdayaan seperti PEKA sejalan dengan semangat BPJS Ketenagakerjaan dalam mewujudkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Ia juga menyoroti bahwa setiap pekerja pada dasarnya ingin keluarganya memiliki masa depan yang baik saat risiko terjadi, sehingga perlindungan yang diberikan diharapkan benar-benar memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

Di bagian penutup, Andi mengajak masyarakat, khususnya para pekerja, untuk memastikan diri terdaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. Menurutnya, semakin banyak pekerja yang terlindungi, semakin besar pula kepastian yang dimiliki keluarga ketika menghadapi risiko.

Melalui kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dan BSI Bogor dalam Program PEKA, 45 ahli waris diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memiliki keberanian untuk memulai dan mengembangkan usaha sehingga dapat tumbuh menjadi keluarga yang mandiri, produktif, dan berdaya secara ekonomi.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x