Kebakaran TPAS Galuga, Dedie A Rachim ajak warga doakan hujan turun

3 menit membaca View : 8
Abdul Halim
News, Peristiwa - 12 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, masih menjadi perhatian serius. Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengajak warga Kota Bogor untuk bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun dan membantu proses pemadaman yang terus dilakukan tim gabungan. Ajakan itu disampaikan Dedie saat berada di Lapangan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pada Sabtu, 12 September 2026.

Kebakaran TPAS Galuga disebut berkaitan dengan rangkaian peristiwa kebakaran lahan di area sekitar. Kondisi cuaca yang cenderung kering dan kemarau panjang turut membuat pemadaman menghadapi tantangan tersendiri, sehingga doa dan permohonan hujan dipandang sebagai bagian dari ikhtiar bersama.

Dedie A Rachim minta warga doakan hujan bantu padamkan api

Di lokasi kegiatan, Dedie A Rachim menyampaikan pesan agar masyarakat menundukkan kepala dan mengangkat tangan untuk berdoa kepada Allah SWT. Ia berharap hujan yang segera turun dapat membantu mendinginkan area yang terdampak dan memperkuat upaya pemadaman di TPAS Galuga.

Dedie menilai kebakaran yang terjadi saat kondisi kemarau panjang memerlukan dukungan dari berbagai sisi. Karena itu, selain tindakan di lapangan, ia mendorong warga ikut berpartisipasi melalui doa. Tujuannya sederhana, agar api dapat lebih cepat terkendali dan tidak meluas.

Kaitan kebakaran lahan sekitar TPAS Galuga

Dalam penjelasannya, Dedie menyebut kebakaran TPAS Galuga berdampak dari peristiwa kebakaran lahan di kawasan sekitar. Hubungan ini penting dipahami karena kebakaran lahan sering memicu penyebaran api dan menghasilkan kondisi yang lebih sulit ketika sampai ke area yang memiliki tumpukan material sampah.

Dengan adanya keterkaitan tersebut, penanganan di lapangan tidak hanya berfokus pada upaya memadamkan titik api, tetapi juga pada pengendalian agar tidak terjadi perluasan. Tim gabungan terus melakukan penanganan, sementara faktor cuaca menjadi salah satu penentu kecepatan proses.

Upaya pemadaman terus berjalan, doa jadi bagian ikhtiar

Dedie juga menyampaikan apresiasi dan doa bagi para petugas dari Kota maupun Kabupaten Bogor yang hingga saat itu masih berjibaku menangani kebakaran. Ia menegaskan bahwa doa merupakan bentuk ikhtiar ketika kemarau panjang membuat pemadaman berlangsung lebih menantang.

Dalam konteks lapangan, kondisi kering dapat meningkatkan risiko api sulit dipadamkan. Karena itu, permohonan hujan menjadi harapan yang realistis untuk membantu menurunkan intensitas panas dan memperlancar proses pengendalian.

Pemkot Bogor rencanakan salat Istisqa

Selain mengajak warga berdoa, Pemerintah Kota Bogor juga menyiapkan langkah permohonan hujan melalui salat Istisqa. Rencana ibadah tersebut disebut akan dilaksanakan dalam waktu dekat sebagai bentuk ikhtiar kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar hujan segera diturunkan.

Dedie menyatakan salat Istisqa dan doa bersama menjadi bagian dari upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor, berjalan berdampingan dengan penanganan di lokasi kebakaran. Dengan demikian, perhatian tidak berhenti pada aspek teknis semata, tetapi juga menyentuh dimensi spiritual yang diharapkan memberi kekuatan bagi seluruh pihak yang terlibat.

Ajakan ini disampaikan saat Dedie hadir di Lapangan Sempur, Bogor Tengah, sekaligus menunjukkan bahwa kebakaran TPAS Galuga tetap dipantau dari level pemerintah kota dan mendapat dukungan partisipatif dari masyarakat sekitar.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x