Tarung Derajat Kota Bogor incar 5 emas Porprov Jabar 2026

4 menit membaca View : 13
Abdul Halim
News, Olahraga - 17 Okt 2026

Tarung Derajat Kota Bogor memasang target besar di Porprov Jabar 2026, dengan ambisi meraih lima medali emas dari nomor tarung dan seni gerak. Ketua Pengurus Cabang Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Kota Bogor, Boris Derurasman, menyatakan target itu akan dikejar lewat 21 atlet yang disiapkan menghadapi pertandingan provinsi tersebut.

Kompetisi berlangsung pada 13 hingga 18 November 2026 di GOR Vokasi IPB, Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Rencana ini disusun setelah cabang Tarung Derajat Kota Bogor menyiapkan komposisi atlet yang merata untuk kelas tarung putra, tarung putri, serta nomor seni gerak yang memiliki beberapa kategori pertunjukan.

Target lima emas dan strategi dari tarung serta seni gerak

Menurut Boris Derurasman, target lima emas tidak hanya bergantung pada satu jenis pertandingan. Kota Bogor akan berupaya meraih kemenangan baik dari nomor tarung maupun dari seni gerak, yang menuntut kemampuan teknik, kontrol gerak, dan keserasian penampilan. Dengan pembagian ini, peluang medali tidak terpusat pada satu jalur, sehingga jika satu nomor mengalami persaingan ketat, sektor lain tetap memberi ruang perolehan poin.

Gagasan tersebut juga selaras dengan karakter cabang Tarung Derajat yang menggabungkan aspek kompetitif dan ekspresi teknik. Nomor tarung umumnya menilai efektivitas serangan, kecepatan, serta ketepatan saat bertanding, sedangkan seni gerak lebih menekankan kualitas rangkaian gerakan dan konsistensi penampilan. Karena itu, persiapan atlet biasanya perlu menyeimbangkan latihan fisik, penguasaan teknik, dan pembentukan pola gerak yang stabil saat tampil di arena.

21 atlet Kota Bogor dibagi untuk kelas tarung putra dan putri

Dari total 21 atlet yang diturunkan, sembilan atlet akan berlaga di kelas tarung putra, lima atlet di kelas tarung putri, sedangkan atlet lainnya memperkuat nomor seni gerak. Pembagian ini menunjukkan fokus pada pemetaan kelas berat dan menengah, sehingga Kota Bogor dapat menempatkan atlet sesuai karakter fisik dan kemampuan teknis masing-masing.

Di sektor tarung putra, Kota Bogor mengandalkan Fernanda Ziyad di kelas 49,152 hingga 52 kilogram, Freza Nayatama Zulkarnaen di kelas 52,1 hingga 55 kilogram, Fiqih Dzikri Putra di kelas 55,1 hingga 58 kilogram, serta Diar Rahmat di kelas 58,1 hingga 61 kilogram. Selanjutnya, Rikki Handriansyah turun di kelas 61,1 hingga 64 kilogram, Ghasan Hauzanul Azmi di kelas 64,1 hingga 67 kilogram, Bumi Arkananta Benjamin di kelas 67,1 hingga 70 kilogram, Rulistyo di kelas 70,1 hingga 75 kilogram, dan Yunus Isai Nahakleta di kelas 75,1 hingga 80 kilogram.

Untuk tarung putri, lima atlet yang disiapkan adalah Rachmawati Putri S di kelas 45,1 hingga 50 kilogram, Paradilla Pasya di kelas 50,1 hingga 54 kilogram, Cantika Fahya di kelas 54,1 hingga 58 kilogram, Raina Lintang di kelas 58,1 hingga 62 kilogram, serta Eka Fitri Oktavia di kelas 62,1 hingga 66 kilogram. Penempatan atlet di beberapa rentang kelas juga membantu mengurangi risiko “benturan” strategi, karena setiap kelas biasanya memiliki gaya bertarung yang cenderung berbeda-beda.

Nomor seni gerak: peluang emas lewat tunggal dan kategori getar-gharang

Peluang meraih emas juga dikejar dari nomor seni gerak. Nur Jihan akan tampil pada nomor tunggal putri, sementara Ataraxia Huqimo Dahni turun pada tunggal putra. Pada kategori lain, Fathe M Ziyad dan Ghada Satria memperkuat nomor getar putra, sedangkan Aoran Haofan Dahni, Faris Riyadi, dan Hermana Afriansyah bertanding pada nomor gharang putra.

Dalam seni gerak, kualitas penampilan sangat dipengaruhi oleh kemampuan atlet menjaga tempo dan ketepatan gerakan saat mengikuti rangkaian koreografi. Karena itu, strategi latihan biasanya tidak berhenti pada penguasaan teknik dasar, tetapi juga melatih konsistensi saat bertemu suasana kompetisi, termasuk faktor fokus dan kontrol emosi. Bagi target lima emas, penguatan di beberapa kategori seni gerak memberi peluang tambahan agar perolehan medali tidak hanya bergantung pada hasil tarung.

Kompetisi di Porprov Jabar 2026: persaingan dari 23 kontingen

Pada Porprov Jabar 2026, cabang Tarung Derajat diikuti atlet dari 23 kontingen. Sebanyak 110 atlet akan bersaing pada nomor tarung, sementara 53 atlet lainnya mengikuti nomor seni gerak yang mempertandingkan tujuh kelas. Angka partisipan ini menandakan persaingan cukup padat, sehingga setiap atlet perlu berada dalam kondisi terbaik saat jadwal pertandingan memasuki tanggal 13 hingga 18 November 2026.

Kompetisi yang melibatkan banyak kontingen umumnya membuat variasi gaya bertanding semakin beragam. Untuk nomor tarung, perbedaan karakter lawan dapat memengaruhi strategi, terutama dalam memilih momen serangan dan mengantisipasi pola pertahanan. Sementara pada seni gerak, penilaian yang menuntut kualitas eksekusi mendorong atlet tampil dengan stabilitas tinggi sejak awal rangkaian gerak hingga akhir.

Dampak bagi warga Kota Bogor dan persiapan yang diuji di kandang sendiri

Karena lokasi pertandingan berada di Kota Bogor, persiapan Tarung Derajat berpotensi mendapat dukungan lebih dekat dari warga sekitar. Kehadiran cabang ini di arena yang relatif dekat membuat perhatian masyarakat terhadap latihan dan penampilan atlet bisa meningkat, termasuk bagi keluarga atlet dan komunitas olahraga yang biasanya memantau perkembangan atlet menjelang Porprov.

Di sisi lain, target lima emas juga membawa konsekuensi terhadap kesiapan teknis dan mental atlet. Boris Derurasman menyebut konsistensi, kesiapan fisik, serta fokus selama pertandingan sebagai faktor penting untuk mencapai hasil maksimal. Harapannya, para atlet mampu menjaga sportivitas dan menjalankan rangkaian persiapan hingga hari pertandingan, sehingga Kota Bogor dapat menampilkan performa terbaik di GOR Vokasi IPB, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x