Golkar Pastikan Dukung Prabowo Maju Pilpres 2029, Cawapres Menunggu

4 menit membaca View : 10
Abdul Halim
Berita, News - 10 Okt 2026

INFOSENTULCITY.ID – Partai Golkar memastikan dukungan kepada Prabowo Subianto untuk kembali maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Keputusan sikap itu ditetapkan melalui Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar pada akhir 2024, lalu ditegaskan kembali saat pernyataan politik partai menjadi sorotan menjelang tahapan berikutnya. Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia menyampaikan penegasan tersebut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat (9/10/2026).

Dalam pernyataannya, Doli menegaskan bahwa posisi Golkar untuk menghadapi Pilpres 2029 sudah jelas, yakni mendukung Prabowo sebagai capres. Namun, Golkar belum menentukan siapa calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo, karena penetapan cawapres biasanya dilakukan mendekati masa pendaftaran pasangan calon, sekaligus mempertimbangkan partai-partai yang nantinya ikut mengusung. Dengan kata lain, bagaimana konfigurasi koalisi terbentuk akan sangat memengaruhi keputusan cawapres.

Golkar tetapkan dukungan Prabowo lewat Rapimnas akhir 2024

Ahmad Doli menyatakan bahwa dukungan Golkar bukan keputusan yang muncul mendadak menjelang Pilpres. Menurutnya, sejak akhir 2024, Golkar telah memiliki “standing position” menghadapi Pilpres 2029 dengan menempatkan Prabowo sebagai calon yang akan dihadapi partai tersebut. Pernyataan ini sekaligus menunjukkan bahwa keputusan politik Golkar sudah melewati proses internal partai, bukan sekadar respons sementara terhadap perkembangan di luar.

Meski demikian, Doli juga menegaskan adanya jarak antara penetapan capres dan pembahasan pasangan. Dalam praktik politik pemilihan presiden, penentuan arah dukungan tidak selalu otomatis menyelesaikan urusan wakil presiden. Golkar, kata Doli, masih memproses langkah berikutnya sesuai mekanisme yang lazim dilakukan ketika tahapan pendaftaran pasangan calon semakin dekat.

Penentuan cawapres menunggu waktu pendaftaran capres-cawapres

Doli menjelaskan alasan Golkar belum mengumumkan nama calon wakil presiden. Ia menyebut bahwa penetapan atau penentuan cawapres biasanya dilakukan menjelang pendaftaran capres dan cawapres. Dalam pandangannya, pembahasan pendamping juga perlu melibatkan partai-partai yang nantinya akan ikut mengusung Prabowo.

Dengan kerangka itu, Golkar memilih untuk tidak menyatakan kandidat cawapres secara final lebih awal. Partai lebih menunggu momentum politik dan negosiasi koalisi, karena nama cawapres berhubungan dengan strategi pasangan, kesepakatan antarpartai pengusung, serta pertimbangan elektoral saat mendekati hari pendaftaran.

Koalisi pengusung Prabowo belum pasti, Golkar masih memperhitungkan

Ahmad Doli juga menyampaikan bahwa komposisi partai pengusung Prabowo pada Pilpres 2029 belum bisa dipastikan. Ia menyinggung bahwa ada kemungkinan partai lain ikut menyatakan dukungan, tetapi Golkar tetap menegaskan bahwa keputusan dukungan terhadap Prabowo diputuskan melalui Rapimnas internal partai.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembahasan pasangan calon tidak hanya urusan satu partai. Penentuan cawapres, menurut Doli, berkaitan dengan komunikasi politik yang bisa melibatkan kandidat presiden dan partai-partai pendukung pencalonan. Karena itu, Golkar memilih menahan diri untuk tidak mengunci nama pendamping sebelum konfigurasi koalisi lebih jelas.

Gerindra apresiasi dukungan Golkar untuk Prabowo di Pilpres 2029

Dukungan Golkar mendapat respons dari Partai Gerindra. Juru Bicara Gerindra Sugiat Santoso menyatakan pihaknya mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan dari partai lain kepada Prabowo untuk Pilpres 2029. Sugiat menyampaikan hal tersebut pada Sabtu (10/10/2026) dan menekankan bahwa aspirasi dari kader serta pengurus Gerindra di tingkat bawah juga mengarah pada keinginan agar Prabowo kembali maju.

Sugiat juga menegaskan bahwa penentuan calon wakil presiden menjadi kewenangan internal yang melekat pada mekanisme di Gerindra, dan pada akhirnya berada pada keputusan Prabowo. Artinya, meski partai koalisi sudah memberi sinyal dukungan untuk capres, pilihan pendamping presiden masih menunggu proses strategis di level kandidat dan partai pengusung.

Dukungan capres makin terang, cawapres tetap jadi agenda tahap berikutnya

Dengan Golkar memastikan dukungan kepada Prabowo sejak akhir 2024 dan Gerindra menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut, arah pencalonan capres untuk Pilpres 2029 terlihat semakin jelas. Namun, dari sisi pasangan, penentuan cawapres belum masuk ke tahap pengumuman resmi yang mengunci komposisi pasangan.

Hingga 12 Oktober 2026, Golkar tetap menyatakan dukungan kepada Prabowo, sementara penetapan calon wakil presiden masih menunggu pembahasan pada tahap berikutnya. Bagi masyarakat, perkembangan ini berarti komunikasi politik dan negosiasi koalisi masih akan menjadi bagian penting menjelang waktu pendaftaran pasangan calon, yang pada gilirannya dapat memengaruhi dinamika kampanye dan pembagian peran antarpartai pengusung.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x