
INFOSENTULCITY.ID – Zendaya hadir pada hari terakhir Paris Fashion Week (PFW) 2027, Selasa 6 Oktober 2026, dalam peragaan Louis Vuitton Spring-Summer 2027 di Paris. Di lokasi Cour Carrée du Musée du Louvre, ia memilih pendekatan yang berbeda dari kebiasaan runway, yaitu mendaur ulang satu tampilan dari penampilan sebelumnya dengan fokus pada cara busana berumur lebih panjang lewat penataan ulang.

Di peragaan tersebut, ia memakai atasan bolero ivory dengan ruffle dramatis pada bagian kerah dan lengan. Penampilan ini dipadukan dengan tank-top putih, jeans berpotongan lurus, serta pointed heels agar tetap selaras dengan nuansa formal acara mode, namun terasa lebih santai untuk dibaca sebagai gaya sehari-hari.
Yang langsung menarik perhatian adalah ruffle pada kerah dan lengan yang memberi tekstur kuat di area yang biasanya menjadi “bingkai” wajah dan siluet. Bolero ivory yang sebelumnya menjadi bagian dari satu busana utuh, kali ini ditata sebagai lapisan terpisah. Perubahan format ini membuat proporsi tubuh terlihat lebih panjang, sekaligus memberi kesan kasual tanpa menghilangkan karakter desainnya.
Penataan warna juga dibuat lebih bersih. Saat bolero ivory dipadankan dengan tank-top putih, transisi antarbagian terlihat lebih rapi. Jeans berpotongan lurus menambah garis tegas, sehingga tampilan tidak jatuh ke kesan terlalu ramai meski ruffle-nya dominan. Sentuhan akhir berupa pointed heels berfungsi sebagai penyeimbang supaya gaya tetap terbaca sebagai bagian dari standar presentasi koleksi di panggung mode.
Bolero ivory yang dikenakan Zendaya disebut berasal dari luaran yang sama dengan atasan saat ia tampil pada premier The Odyssey pada Juli lalu. Namun, konteksnya berubah total ketika masuk ke setting peragaan Louis Vuitton. Di acara film, busana tersebut tampil sebagai bagian dari narasi penampilan yang lebih terarah ke momen publik. Sementara di Paris Fashion Week, rujukan yang sama dihadirkan ulang dengan styling yang lebih ringan.
Law Roach disebut menangani gaya Zendaya pada penampilan kali ini. Dalam praktiknya, penata gaya seperti Roach biasanya bekerja pada detail yang membuat satu item desain yang sarat struktur bisa “berbicara” di situasi berbeda. Pada kasus ini, bolero yang kaya elemen justru dijadikan pusat, sedangkan item pendamping dipilih untuk meredam kesan terlalu formal agar tetap nyaman dilihat sebagai satu kesatuan yang modern.
Atasan yang menjadi rujukan tampilan Zendaya dirancang khusus oleh Nicolas Ghesquière, direktur artistik divisi busana perempuan Louis Vuitton. Disebutkan pula bahwa gaun yang memuat elemen tersebut membutuhkan waktu pembuatan hingga 800 jam. Angka itu memberi gambaran bahwa tampilan yang tampak dramatis di permukaan sebenarnya lahir dari proses yang telaten, mulai dari konstruksi bentuk hingga penataan detail.
Durasi pengerjaan yang panjang juga menjelaskan mengapa keputusan mendaur ulang bisa terasa relevan secara artistik. Jika sebuah karya memerlukan waktu kerja yang besar, menempatkannya kembali dalam konteks baru bukan sekadar penghematan, melainkan cara menegaskan nilai pengerjaan dan ketelitian desain. Dengan kata lain, “baru” tidak selalu berarti dibuat dari nol, tetapi bisa berarti cara membaca ulang sebuah elemen.
Peragaan Louis Vuitton pada PFW kali ini digelar secara outdoor di halaman Cour Carrée du Musée du Louvre. Area catwalk dihiasi instalasi yang menyerupai kendaraan dari masa depan yang berterbangan, sehingga atmosfer pertunjukan terasa futuristik dan selaras dengan tema yang dipilih.
Judul koleksi yang dibawakan adalah “Ergonomie”. Tema ini disebut menyoroti relasi intuitif antara objek, tubuh, dan aksi. Dalam peragaan tersebut, ditampilkan 46 look yang dieksplorasi sebagai rangkaian ekspresi desain, bukan sekadar penampilan busana satu per satu. Penonton tidak hanya melihat bentuk, tetapi juga bagaimana tiap siluet seolah berinteraksi dengan gerak di ruang pertunjukan.
Selain Zendaya, sejumlah figur lain disebut hadir dalam peragaan tersebut. Mereka antara lain Lisa BLACKPINK, Emma Stone, Ana de Armas, Jennifer Connelly, Felix, serta Chloë Grace Moretz. Kehadiran nama-nama tersebut menguatkan posisi Louis Vuitton sebagai ruang pertemuan mode dan budaya populer, di mana pilihan styling sering menjadi bahan diskusi karena memiliki daya tarik visual yang mudah ditangkap publik.
Zendaya sendiri disebut menyandang status brand ambassador Louis Vuitton. Dengan memanfaatkan busana yang sudah pernah muncul pada momen sebelumnya, ia membawa pendekatan yang lebih reflektif terhadap nilai sebuah karya. Keputusan untuk mengulang elemen yang sama, lalu mengubah cara padanannya, membuat penampilannya tetap terasa relevan dengan tuntutan runway yang membutuhkan pembacaan baru dari detail yang sama.






Tidak ada komentar