Rekonstruksi Jalan Narogong-Cileungsi Rampung 100 Persen, 789 Meter

4 menit membaca View : 7
Abdul Halim
Bogor, News - 04 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Rekonstruksi Jalan Narogong-Cileungsi dan Cileungsi-Cibinong di wilayah Citeureup, Kabupaten Bogor, dinyatakan rampung 100 persen. Pekerjaan dengan panjang penanganan mencapai 789 meter ini menjadi kabar baik bagi pengguna jalan yang selama ini menghadapi kondisi permukaan yang kurang optimal di koridor penghubung kawasan Narogong.

Proses rekonstruksi dilakukan menggunakan metode perkerasan beton semen dan dibagi ke dalam enam segmen pengerjaan. Seluruh segmen dilaporkan selesai sejak 16 Agustus 2026, sehingga kini ruas tersebut sudah bisa kembali diandalkan untuk mendukung kelancaran mobilitas harian warga dan aktivitas ekonomi di sekitar jalur tersebut.

Ruas Narogong-Cileungsi dan Cileungsi-Cibinong selesai direkonstruksi

Penuntasan proyek ini mencakup dua bagian jalan, yakni Narogong-Cileungsi serta Cileungsi-Cibinong di kawasan Citeureup. Dengan total panjang 789 meter, pekerjaan diarahkan untuk memperbaiki kualitas konstruksi jalan, termasuk stabilitas permukaan dan daya tahan terhadap beban lalu lintas.

Pembagian menjadi enam segmen membantu proses pengerjaan lebih terukur, karena tiap bagian dapat ditangani secara bertahap. Pendekatan seperti ini umumnya bertujuan mengurangi gangguan terhadap arus kendaraan, sekaligus memastikan pengendalian mutu dapat dilakukan lebih rapi per area.

Perkerasan beton semen, pekerjaan terbagi enam segmen

Dalam pelaksanaan rekonstruksi, digunakan perkerasan beton semen. Metode ini dikenal memiliki keunggulan dari sisi kekuatan dan ketahanan, terutama untuk ruas yang menjadi lintasan kendaraan dalam intensitas tinggi. Beton semen juga cenderung lebih stabil terhadap perubahan kondisi permukaan dibanding beberapa jenis perkerasan yang lebih cepat mengalami penurunan kualitas.

Menurut informasi yang disampaikan oleh unit pengelola jalan dan jembatan di lingkungan pemerintah provinsi, pekerjaan dilakukan dalam enam segmen, lalu dinyatakan selesai seluruhnya sejak 16 Agustus 2026. Dengan demikian, target penyelesaian proyek tidak hanya berhenti pada penyelesaian fisik, tetapi juga mencakup keberhasilan penyelesaian setiap segmen pengerjaan.

Nilai proyek Rp8,11 miliar dari APBD Provinsi Jawa Barat

Proyek peningkatan infrastruktur jalan ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat. Nilai kontrak tercatat sebesar Rp8.111.038.769, yang menunjukkan skala pekerjaan rekonstruksi cukup signifikan untuk segmen sepanjang 789 meter.

Besaran anggaran tersebut biasanya mencakup rangkaian pekerjaan mulai dari persiapan, pengerjaan konstruksi, hingga kebutuhan pendukung lainnya agar hasil akhir memenuhi standar teknis. Pada praktiknya, rekonstruksi jalan dengan perkerasan beton semen juga menuntut ketelitian pada proses pencampuran, pengecoran, hingga perawatan permukaan agar kualitasnya tetap terjaga.

Dampak ke mobilitas warga dan aktivitas ekonomi setempat

Rampungnya rekonstruksi ini diharapkan memberi dampak langsung bagi pengguna jalan di koridor Narogong menuju Cileungsi dan lanjut ke Cibinong. Jalan yang lebih baik secara permukaan cenderung mengurangi risiko gangguan perjalanan, seperti getaran berlebih, genangan atau kerusakan yang memperlambat laju kendaraan, serta meningkatkan kenyamanan berkendara.

Di sisi lain, perbaikan jalan juga berpengaruh pada aktivitas ekonomi. Akses yang lancar memudahkan distribusi barang dan mobilitas tenaga kerja, sehingga kawasan sekitar jalur tersebut dapat tetap bergerak tanpa hambatan berarti. Bagi warga yang setiap hari melintasi ruas ini, hasil rekonstruksi menjadi perbaikan nyata yang dapat dirasakan dalam rutinitas.

Perencanaan segmen dan jadwal penyelesaian jadi kunci

Fakta bahwa pekerjaan dibagi ke dalam enam segmen dan selesai secara penuh sejak 16 Agustus 2026 menunjukkan adanya perencanaan jadwal yang jelas. Jadwal yang terukur penting agar kualitas pekerjaan tidak terganggu oleh faktor cuaca, ketersediaan material, maupun kebutuhan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi.

Dengan rampungnya proyek, evaluasi berikutnya biasanya mengarah pada pemeliharaan dan pemantauan berkala. Perkerasan beton semen umumnya lebih awet, tetapi tetap memerlukan pengawasan terhadap drainase, retak halus, dan kondisi sambungan antarbagian agar performanya tetap optimal dalam jangka panjang.

Langkah lanjutan yang perlu diperhatikan

Meski rekonstruksi telah selesai 100 persen, keberlanjutan manfaatnya sangat bergantung pada perawatan. Pemerintah daerah dan unit pengelola jalan umumnya perlu memastikan sistem drainase berfungsi baik, karena air yang tidak tertangani dapat mempercepat penurunan kualitas konstruksi di area tertentu.

Selain itu, uji kelayakan dan pengawasan lapangan menjadi aspek penting untuk memastikan seluruh segmen sesuai standar. Dengan demikian, ruas Jalan Narogong-Cileungsi dan Cileungsi-Cibinong dapat terus mendukung konektivitas antarwilayah serta mobilitas masyarakat secara aman dan nyaman.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x