Perbaikan drainase Pemkab Bogor di Purwasari, Ciadeg, Nagrak untuk cegah banjir

4 menit membaca View : 7
Abdul Halim
Bogor, News - 05 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor terus melakukan langkah antisipatif untuk mengurangi risiko banjir dan genangan di kawasan permukiman. Salah satu fokus utamanya adalah pembenahan infrastruktur drainase di titik-titik yang dinilai rawan mengalami penyumbatan, terutama menjelang dan saat musim hujan. Upaya ini diharapkan mampu memperlancar aliran air sehingga lingkungan warga tetap aman dan nyaman.

Perbaikan drainase dikerjakan secara bertahap oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkim) Kabupaten Bogor. Langkah ini diarahkan untuk memastikan saluran air berfungsi optimal, sekaligus menekan potensi genangan yang kerap muncul ketika aliran air tersendat. Wilayah yang telah ditangani mencakup Desa Purwasari di Kecamatan Dramaga, serta Desa Ciadeg dan Desa Nagrak di Kecamatan Gunungputri.

Perbaikan drainase bertahap untuk cegah penyumbatan saat hujan

Kepala Disperkim Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, menjelaskan bahwa perbaikan drainase merupakan bagian dari komitmen penguatan infrastruktur dasar yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Menurutnya, penanganan dilakukan bertahap berdasarkan kondisi di lapangan, terutama pada area yang berpotensi mengalami penyumbatan. Jika saluran tidak berfungsi baik, air akan mencari jalur lain dan berujung pada genangan di sekitar permukiman.

Dalam praktiknya, drainase yang tidak terawat biasanya menghadapi masalah seperti pendangkalan, aliran yang tersendat, hingga penyumbatan akibat material yang terbawa hujan atau sampah. Karena itu, pembenahan tidak sekadar memperbaiki fisik saluran, tetapi juga memperhatikan bagaimana sistem pembuangan air bekerja secara berkelanjutan. Ketika debit air meningkat, sistem yang buruk akan cepat kewalahan, sedangkan saluran yang ditangani dengan benar dapat menyalurkan air lebih lancar.

Lokasi penanganan di Purwasari, Ciadeg, dan Nagrak

Pemkab Bogor menyebut beberapa titik yang sudah mendapatkan penanganan. Di Kecamatan Dramaga, perbaikan dilakukan di Desa Purwasari. Sementara di Kecamatan Gunungputri, pembenahan menyasar Desa Ciadeg dan Desa Nagrak. Pemilihan lokasi seperti ini umumnya mempertimbangkan tingkat kerawanan genangan serta kebutuhan warga di wilayah tersebut.

Penanganan di beberapa desa sekaligus juga menunjukkan pendekatan yang tidak berhenti pada satu titik. Dengan pola bertahap, pemerintah daerah dapat menyesuaikan sumber daya, jadwal pekerjaan, dan prioritas berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Strategi ini penting karena wilayah permukiman biasanya memiliki karakter berbeda, baik dari sisi kondisi tanah, pola aliran air, maupun kepadatan aktivitas warga yang memengaruhi kebersihan saluran.

Lingkungan permukiman lebih aman jika drainase berfungsi optimal

Eko Mujiarto menegaskan bahwa saluran drainase yang berfungsi baik menjadi faktor penting untuk menjaga lingkungan permukiman tetap aman dari genangan. Saat intensitas hujan meningkat, keberadaan drainase yang mampu menampung dan mengalirkan air akan mengurangi peluang air menggenang di halaman rumah, jalan lingkungan, hingga area yang berpotensi mengganggu aktivitas harian warga.

Selain berdampak pada kenyamanan, penanganan drainase juga berkaitan dengan aspek kesehatan lingkungan. Genangan yang dibiarkan berpotensi menimbulkan masalah kebersihan, mempercepat kerusakan fasilitas sekitar, dan menciptakan kondisi yang tidak ideal bagi warga. Karena itu, perbaikan infrastruktur dasar seperti drainase sering menjadi langkah awal yang perlu dilakukan sebelum persoalan banjir meluas.

Peran warga menjaga saluran air agar tetap bekerja

Pemkab Bogor juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah ke saluran air. Partisipasi warga dinilai berpengaruh besar terhadap keberlanjutan fungsi drainase. Sekalipun saluran sudah diperbaiki, bila sampah terus masuk ke aliran air, penyumbatan tetap bisa terjadi dan mengurangi efektivitas penanganan.

Ajakan ini relevan karena banyak penyumbatan drainase berasal dari kebiasaan membuang sampah rumah tangga, daun kering, atau material lain yang terbawa arus saat hujan. Edukasi dan perubahan perilaku menjadi kunci agar perbaikan yang dilakukan pemerintah tidak “habis” dalam waktu singkat. Dengan dukungan warga, drainase dapat bekerja lebih lama dan risiko genangan saat musim hujan dapat ditekan secara lebih konsisten.

Dampak positif mulai dirasakan warga Purwasari

Perbaikan drainase yang dilakukan pemerintah daerah mendapat apresiasi dari warga. Salah seorang warga Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, menyampaikan bahwa setelah saluran drainase diperbaiki, wilayahnya tidak lagi mengalami kebanjiran seperti sebelumnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Bogor, termasuk kepada Bupati Bogor Rudy Susmanto, yang dinilai cepat melakukan perbaikan.

Testimoni warga seperti ini menunjukkan bahwa pekerjaan infrastruktur dasar dapat langsung berdampak pada kehidupan sehari-hari. Saat genangan berkurang, aktivitas warga menjadi lebih lancar, akses jalan lingkungan lebih terjaga, dan risiko kerugian akibat banjir dapat diminimalkan. Ke depan, keberlanjutan program perbaikan menjadi penting agar wilayah lain yang juga berpotensi rawan genangan dapat segera memperoleh penanganan serupa.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x