Penyelundupan BBL di Ciangsana Bogor, MZ Ditangkap Ditpolairud Polda Metro Jaya

3 menit membaca View : 8
Abdul Halim
Hukum & Kriminal, News - 09 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Unit Intel Air II Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Metro Jaya mengamankan seorang pria berinisial MZ di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, karena diduga terlibat penyelundupan benih bening lobster (BBL). Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat tentang aktivitas mencurigakan di wilayah tersebut dan berujung pada penghentian kendaraan yang hendak menuju Pelabuhan Merak, Serang, Banten.

Dalam pemeriksaan, petugas menyita satu unit kendaraan pikap serta menemukan 25 boks styrofoam berisi BBL yang dikemas dalam 30 kantong plastik putih. Total benih lobster yang diamankan diperkirakan mencapai 150 ribu ekor, dan pelaku beserta barang bukti kini ditahan untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Penangkapan MZ di Ciangsana, Gunung Putri, berawal dari laporan warga

Kasus ini bermula saat warga melaporkan adanya aktivitas yang dinilai tidak wajar di sekitar Ciangsana. Dari informasi tersebut, aparat melakukan penyelidikan untuk memastikan pola pergerakan dan tujuan pengiriman. Langkah pengintaian akhirnya mengarah pada sebuah kendaraan yang diketahui akan dibawa ke Pelabuhan Merak sebagai titik keberangkatan berikutnya.

Menurut keterangan pihak kepolisian, pengungkapan terjadi di Ciangsana pada Kamis, 3 September 2026. Pada Rabu, 9 September 2026, proses penindakan dan pengamanan terhadap pelaku beserta barang bukti dilaporkan untuk kepentingan penyidikan.

Barang bukti: pikap, 25 boks styrofoam, dan 150 ribu ekor BBL

Saat kendaraan diperiksa, petugas menemukan satu unit pikap yang diduga dipakai untuk mengangkut BBL. Di dalamnya terdapat 25 boks styrofoam yang masing-masing berisi benih lobster, dengan kemasan berupa 30 kantong plastik putih. Struktur pengemasan seperti ini lazim digunakan untuk menjaga kondisi benih agar tetap layak selama proses distribusi.

Jumlah keseluruhan BBL yang diamankan diperkirakan mencapai 150 ribu ekor. Angka sebesar itu menunjukkan skala pengiriman yang tidak kecil, sehingga penyelidikan tidak hanya berhenti pada pelaku yang ditangkap, tetapi juga berpotensi mengarah pada rantai pemasok dan perantara yang lebih luas.

Upaya menuju Pelabuhan Merak jadi petunjuk rute penyelundupan

Petugas menyebut kendaraan yang dihentikan diketahui hendak menuju Pelabuhan Merak, Serang, Banten. Jalur ini penting karena pelabuhan sering menjadi simpul perpindahan barang antardaerah maupun menuju tujuan berikutnya. Dengan mengetahui rute yang direncanakan, penyidik dapat menelusuri kemungkinan koordinasi, termasuk siapa yang menyiapkan muatan, siapa penerima, serta bagaimana pengaturan pengiriman dilakukan.

Penindakan di titik awal sebelum keberangkatan juga membantu mencegah benih lobster keluar dari jalur pengawasan. Dalam kasus seperti ini, waktu pengiriman biasanya krusial, karena benih lobster memerlukan penanganan khusus agar tidak mengalami penurunan kualitas selama perjalanan.

Penyidikan berlanjut, termasuk asal-usul BBL dan kemungkinan pelaku lain

Setelah pengamanan, aparat mendalami asal-usul benih lobster yang ditemukan di kendaraan. Pemeriksaan ini diperlukan untuk memastikan dari mana BBL tersebut didapat, apakah berasal dari penangkapan ilegal, pembelian dari pihak tertentu, atau hasil kegiatan yang tidak sesuai ketentuan.

Selain itu, polisi juga menelusuri kemungkinan adanya pihak lain dalam jaringan penyelundupan. Penangkapan satu orang biasanya menjadi langkah awal, terutama ketika jumlah barang bukti besar dan rute pengiriman sudah terarah ke pelabuhan.

Komitmen penegakan di sektor perikanan dan ancaman kerugian negara

Ditpolairud Polda Metro Jaya menegaskan penindakan ini sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian sumber daya perikanan sekaligus menindak praktik penyelundupan. Dugaan keterlibatan dalam pengiriman BBL berpotensi merugikan negara, baik dari sisi pelanggaran aturan konservasi maupun dari dampak ekonomi yang ditimbulkan pada pengelolaan perikanan yang legal.

Dengan barang bukti yang mencapai puluhan boks styrofoam dan perkiraan 150 ribu ekor BBL, kasus ini memiliki perhatian besar karena mengindikasikan adanya perputaran ekonomi yang terorganisasi. Proses penyidikan selanjutnya diharapkan dapat mengungkap alur pergerakan barang, peran masing-masing pihak, serta tujuan akhir pengiriman.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x