Pelajar SMK Sukabumi diamankan di Stasiun Bogor saat hendak ikut demo DPR RI

3 menit membaca View : 9
Abdul Halim
Hukum & Kriminal, News - 27 Agu 2026

Lima pelajar asal Sukabumi, yang berencana berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi demonstrasi di kawasan Gedung DPR RI, diamankan di Stasiun Bogor pada Kamis (27/8/2026). Mereka ditangkap Satgas Pelajar Kota Bogor bersama aparat kepolisian saat berada di area pintu keluar stasiun, tepatnya di depan salah satu gerai minimarket.

Para pelajar tersebut masih mengenakan pakaian sekolah dengan identitas SMK Taman Siswa Sukabumi. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas memeriksa barang bawaan mereka, termasuk tas dan telepon seluler (HP), guna memastikan tujuan perjalanan serta identitas masing-masing.

Hendak Ikut Demo ke Jakarta, Lima Pelajar SMK Asal Sukabumi Diamankan Polisi di Stasiun Bogor

Satgas Pelajar dan polisi hentikan rencana keberangkatan dari Stasiun Bogor

Penangkapan bermula dari pemantauan di titik-titik akses yang umum dilalui pelajar menuju Jakarta. Stasiun Bogor dipilih sebagai salah satu lokasi yang mendapat perhatian karena merupakan simpul transportasi yang ramai dan sering menjadi tempat transit. Dengan pengawasan tersebut, petugas bisa mengantisipasi kemungkinan ada kelompok pelajar yang mencoba menyusup ke arus keberangkatan tanpa prosedur yang jelas.

Kelima pelajar diamankan sebelum mereka sempat melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada petugas, mereka menjadikan Stasiun Bogor sebagai titik pertemuan terlebih dahulu sebelum berangkat bersama. Salah satu pelajar berinisial AD (16) mengaku sengaja datang dari Sukabumi menuju Bogor untuk kemudian melanjutkan ke Jakarta.

Pengakuan AD soal perjalanan “nge BM” dan bolos sekolah

AD menyebut perjalanan dilakukan dengan cara “nge BM”, yang mereka gunakan untuk menggambarkan aktivitas menumpang kendaraan. Ia mengatakan bahwa kelompoknya memang berencana pergi ke Jakarta untuk ikut demo. AD juga diketahui merupakan pelajar kelas 11, sedangkan empat rekannya yang turut diamankan merupakan pelajar kelas 12.

Dalam pemeriksaan awal, kelimanya juga mengakui bahwa mereka tidak masuk sekolah pada hari tersebut. Alasan yang mereka sampaikan terkait dengan rencana keberangkatan yang sudah disusun sebelumnya. Pengakuan ini menjadi bagian penting karena menunjukkan adanya niat yang terencana, bukan sekadar perjalanan spontan.

Pelajar SMK Asal Sukabumi Diamankan di Stasiun Bogor Saat Hendak Ikut Demo ke Jakarta.

Pemeriksaan barang dan identitas, serta indikasi pelajar ikut aksi

Selain memeriksa barang bawaan, petugas menelusuri informasi yang berhubungan dengan rencana aksi. Langkah pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui tujuan perjalanan, memastikan kondisi para pelajar, dan mencocokkan identitas. Pada saat yang sama, pemeriksaan juga bertujuan mencegah kemungkinan adanya barang yang dapat membahayakan atau digunakan untuk kegiatan yang bertentangan dengan aturan.

Sekretaris Satgas Pelajar Kota Bogor, Entis Sutisna, menyampaikan bahwa terdapat indikasi pelajar tersebut hendak ikut demonstrasi. Ia juga menyebut masih ada pelajar lain yang akan diamankan, sehingga pengawasan tidak berhenti pada lima orang yang lebih dulu terjaring di lokasi.

Masih ada 7 pelajar lain yang akan menyusul

Ketika petugas melakukan pemeriksaan, AD menyatakan bahwa beberapa rekannya belum tiba di Stasiun Bogor. Mereka sebelumnya membuat janji untuk berkumpul terlebih dahulu di area stasiun sebelum berangkat bersama. Pernyataan tersebut mengarahkan petugas untuk memperluas penelusuran, karena kelompok yang berangkat diduga tidak hanya terdiri dari lima orang.

Entis Sutisna menyebut total ada tujuh pelajar yang akan ikut demo ke Jakarta, dengan rincian bahwa sebagian sudah diamankan dan sisanya masih dalam proses pengamanan. Informasi ini menegaskan bahwa rencana keberangkatan kemungkinan melibatkan koordinasi antarpelajar, baik lewat komunikasi maupun penentuan titik kumpul.

Dibawa ke Polresta Bogor Kota untuk pemeriksaan lanjutan

Setelah diamankan di kawasan Stasiun Bogor, kelima pelajar tersebut kemudian dibawa ke Mako Polresta Bogor Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pada tahap ini, petugas akan mendalami tujuan keberangkatan, memastikan identitas dan status pelajar, serta menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam rencana aksi.

Kasus ini menunjukkan bagaimana pengawasan di jalur transportasi dapat menjadi kunci pencegahan. Stasiun sebagai ruang publik yang ramai memang memudahkan mobilitas, tetapi juga menjadi lokasi yang rawan dimanfaatkan untuk kegiatan yang tidak sesuai dengan ketentuan, terutama ketika pelakunya masih berstatus pelajar. Dengan penindakan cepat, petugas berupaya memutus mata rantai keberangkatan sebelum aksi berlangsung.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x