Ajat Rochmat Dorong Perangkat Daerah Bogor Percepat Program hingga Akhir Tahun

3 menit membaca View : 8
Abdul Halim
Bogor, News - 31 Agu 2026

INFOSENTULCITY.ID – Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mendorong seluruh kepala perangkat daerah untuk mempercepat realisasi program dan pembangunan sekaligus memperkuat komunikasi publik kepada masyarakat. Ia mengingatkan, pemerintah daerah masih memiliki waktu sekitar empat bulan menuju akhir tahun agar kegiatan yang sudah direncanakan bisa berjalan optimal.

Ajat menekankan percepatan terutama perlu menyasar program beranggaran besar yang berdampak langsung pada proses pembangunan. Karena itu, setiap tahapan administrasi dan pelaksanaan kegiatan diminta tidak mengalami keterlambatan, mulai dari kesiapan dokumen hingga koordinasi di lapangan.

Percepatan program, fokus pada kegiatan beranggaran besar

Menurut Ajat, percepatan bukan sekadar mempercepat kerja, tetapi memastikan seluruh rangkaian pekerjaan tersinkron dengan baik. Program yang menyerap anggaran besar umumnya memiliki konsekuensi waktu yang ketat. Jika terjadi penundaan pada satu tahapan, dampaknya bisa merembet ke tahap berikutnya dan akhirnya mengurangi efektivitas capaian pembangunan.

Di sinilah peran perangkat daerah menjadi penentu. Ajat meminta kepala perangkat daerah menjaga ketertiban proses, termasuk memastikan tidak ada jeda yang tidak perlu antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, sampai pelaporan. Dengan begitu, target akhir tahun memiliki peluang lebih realistis untuk dicapai.

Setda sebagai playmaker sinkronisasi antar perangkat daerah

Ajat juga menegaskan pentingnya komunikasi lintas perangkat. Ia menilai Sekretariat Daerah memiliki peran strategis sebagai pengatur ritme kerja, atau playmaker, agar program antar perangkat daerah selaras. Sinkronisasi diperlukan supaya tidak muncul tumpang tindih, gap pelaksanaan, atau perbedaan arah yang membuat program berjalan tidak seragam.

Ia mengajak para kepala perangkat daerah untuk tidak ragu berkomunikasi, karena keselarasan langkah menjadi kunci. Komunikasi yang baik, menurutnya, akan memudahkan koordinasi ketika ada penyesuaian di lapangan, sekaligus menjaga agar setiap kegiatan berjalan dengan pola yang sama.

Komunikasi publik ASN, bangga pada pekerjaan dan pelayanan

Selain percepatan pembangunan, Ajat mengingatkan soal komunikasi publik. Ia mendorong ASN membangun rasa bangga terhadap peran masing-masing, baik sebagai pelaksana layanan maupun bagian dari upaya pemerintah daerah. Ajat mengajak ASN mengomunikasikan kinerja kepada masyarakat, sehingga pekerjaan yang dilakukan tidak berhenti pada laporan internal.

Ajat menilai, rasa bangga itu perlu ditumbuhkan agar ASN semakin termotivasi menjalankan tugas. Ia juga mengajak ASN aktif membagikan informasi positif mengenai pekerjaan dan pelayanan yang telah dilakukan, termasuk melalui media sosial pribadi. Pesannya, publik perlu melihat kontribusi nyata, bukan hanya mendengar seremonial.

Bukan hanya tim media, semua ASN bisa berperan langsung

Menurut Ajat, komunikasi publik tidak harus selalu menunggu instruksi pimpinan atau dikerjakan oleh tim media sosial. Setiap ASN, sesuai bidang dan kontribusinya, dapat menceritakan pekerjaan yang dilakukan kepada masyarakat. Pendekatan ini membuat informasi lebih dekat dengan kebutuhan warga, karena disampaikan langsung oleh pihak yang menjalankan program.

Ia juga mengajak ASN memandang persoalan sebagai bagian dari target kerja yang harus diselesaikan, bukan sekadar beban. Cara pandang seperti ini diharapkan membantu percepatan, karena ketika tantangan diperlakukan sebagai bagian dari proses, respons terhadap kendala dapat dilakukan lebih cepat dan terukur.

Langkah konkret hingga akhir tahun

Ajat berharap arahan tersebut ditindaklanjuti oleh seluruh kepala perangkat daerah melalui langkah konkret. Percepatan kerja diharapkan berjalan bersamaan dengan peningkatan komunikasi publik, agar capaian pemerintah daerah bisa dipahami masyarakat. Dengan sisa waktu sekitar empat bulan, fokus pada ketepatan tahapan, sinkronisasi program, dan keterbukaan informasi menjadi tiga hal yang perlu dijaga agar target akhir tahun lebih terarah.

Upaya tersebut diharapkan menghasilkan dua manfaat sekaligus, pembangunan berjalan lebih efektif, sementara kepercayaan publik ikut menguat karena kinerja ASN tersampaikan dengan cara yang lebih langsung dan relevan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x