Mitigasi Abu Vulkanik, Pemkot Bogor Semprot Water Mist di Ruas Jalan Protokol

3 menit membaca View : 10
Abdul Halim
Bogor, News - 07 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Kota Bogor menggelar penyemprotan water mist untuk mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Senin dini hari. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi abu yang menempel di permukaan jalan sekaligus partikel yang berpotensi beterbangan sehingga kualitas udara di wilayah setempat tetap terjaga.

Penyemprotan menyasar beberapa ruas jalan protokol, termasuk kawasan Sistem Satu Arah (SSA), Jalan Sudirman, Jalan RE Martadinata, Jalan Merdeka, hingga Jalan Kapten Muslihat. Pemerintah daerah juga menegaskan bahwa penanganan tidak berhenti di area utama, melainkan menyasar jalan-jalan kewilayahan di enam kecamatan dengan mekanisme bergilir.

Water mist untuk menekan partikel abu di jalan protokol

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyebut penyemprotan water mist sebagai bagian dari upaya pencegahan. Menurutnya, treatment ini ditujukan untuk menekan dampak debu vulkanik yang masuk ke Kota Bogor, terutama di titik-titik yang menjadi akses warga dan aktivitas publik.

Jenal menambahkan bahwa mulai hari berikutnya Pemkot Bogor akan melakukan penyemprotan setiap hari. Fokusnya diarahkan ke ruas jalan protokol serta fasilitas publik, agar paparan debu dapat dikendalikan secara lebih terukur. Di sisi lain, ia juga menekankan komitmen agar layanan kepada masyarakat tetap berjalan normal, meski langkah mitigasi dilakukan secara intensif.

Pembagian sasaran, dari pusat kota hingga enam kecamatan

Penanganan abu vulkanik tidak hanya diarahkan ke jalan-jalan utama. Pemkot Bogor merencanakan penyemprotan juga untuk jalan kewilayahan yang tersebar di enam kecamatan, dengan pengaturan jadwal agar armada dan petugas dapat bekerja efektif.

Untuk mengoptimalkan jangkauan, penyemprotan dilakukan secara bergilir. Pemerintah daerah memanfaatkan seluruh kapasitas yang tersedia, termasuk pembaruan informasi kualitas udara yang terus dipantau. Dengan pola tersebut, diharapkan distribusi penanganan tidak timpang dan masyarakat di wilayah yang lebih jauh dari pusat kota tetap memperoleh perlindungan yang memadai.

Operasional penyemprotan, dilakukan bergantung kebutuhan lapangan

Hingga sekitar pukul 02.00 WIB, petugas masih melakukan penyemprotan di sejumlah ruas jalan. Lingkungan Balai Kota Bogor turut menjadi area yang mendapat penanganan, mengingat aktivitas pemerintahan dan mobilitas warga yang terjadi di sekitar pusat layanan publik.

Kepala BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, menjelaskan bahwa metode water mist digunakan untuk membantu mengurangi debu vulkanik yang menempel di permukaan jalan maupun partikel yang masih berada di udara. Water mist merupakan penyemprotan air bertekanan tinggi yang menghasilkan butiran sangat halus menyerupai kabut.

Butiran halus tersebut dinilai dapat membantu mengikat partikel di udara serta mengendalikan debu agar tidak mudah terangkat kembali. Dengan demikian, penyemprotan tidak semata membersihkan permukaan, tetapi juga berperan dalam menekan sebaran partikel yang berpotensi mengganggu kualitas udara.

Armada dan personel disiagakan untuk dukung mitigasi harian

Dimas menyebutkan pada pelaksanaan hari tersebut Pemkot Bogor mengerahkan satu unit kendaraan tangki air dan dua unit kendaraan pemadam dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Kombinasi armada ini memungkinkan proses penyemprotan dilakukan dengan cakupan yang lebih luas dan tetap mempertimbangkan kebutuhan di tiap ruas.

Ia juga menegaskan bahwa langkah penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan kebutuhan antisipasi. Penjadwalan penyemprotan yang berlanjut setiap hari, khususnya di ruas protokol dan area publik, diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu serta menjaga kenyamanan aktivitas warga.

“Kita maksimalkan semua yang ada. Termasuk setiap hari kita akan update kualitas udara di Kota Bogor,” ujar Jenal Mutaqin.

Dengan rangkaian tindakan tersebut, Pemkot Bogor berupaya menekan dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau melalui pengendalian partikel di ruang publik. Langkah mitigasi yang terjadwal, sasaran yang jelas, serta pemantauan kualitas udara menjadi fondasi agar penanganan bisa berjalan konsisten dan memberi rasa aman bagi warga.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x