Laksa Pak Inin Cihideung Bogor diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda

4 menit membaca View : 12
Abdul Halim
News, Wisata & Kuliner - 18 Okt 2026

Laksa Pak Inin Cihideung, kuliner tradisional yang sudah hadir sejak 1965, resmi mendapat pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb). Pengakuan ini diserahkan pada peringatan Hari Kebudayaan Nasional tingkat Kabupaten Bogor, yang berlangsung di Alun-Alun Kabupaten Bogor, Cibinong, Minggu (18/10/2026).

Penyerahan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, sebagai bentuk apresiasi kepada pelaku usaha lokal yang menjaga keberlanjutan kuliner khas daerah. Dalam prosesnya, Laksa Pak Inin Cihideung mempertahankan teknik memasak tradisional menggunakan tungku dan kayu bakar, sehingga rasa dan karakter kuliner tetap terpelihara meski tren makanan terus berubah.

Laksa Pak Inin Cihideung dipertahankan lewat tungku dan kayu bakar

Di tengah maraknya pilihan kuliner modern, Laksa Pak Inin Cihideung menonjol karena kesetiaan pada cara pengolahan yang diwariskan. Ciri yang terus dipertahankan adalah proses memasak menggunakan tungku dan kayu bakar, sebuah praktik yang membuat cita rasa dan cara penyajian tetap konsisten dari waktu ke waktu.

Teknik tradisional tersebut tidak hanya berkaitan dengan rasa, tetapi juga menjadi bagian dari identitas kuliner. Bagi pelaku usaha, mempertahankan metode memasak berarti menjaga “jejak” proses yang sudah menjadi kebiasaan sejak kuliner ini pertama kali dikenal di Kabupaten Bogor.

Pengakuan Warisan Budaya Takbenda di Hari Kebudayaan Nasional Bogor

Pengakuan sebagai WBTb diserahkan langsung dalam peringatan Hari Kebudayaan Nasional tingkat Kabupaten Bogor. Ajat Rochmat Jatnika menyerahkan penghargaan tersebut di lokasi acara, Alun-Alun Kabupaten Bogor, Cibinong, pada Minggu (18/10/2026), sekaligus menegaskan posisi Laksa Pak Inin Cihideung sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor, Titi Sugiarti, menjelaskan bahwa Laksa Pak Inin Cihideung termasuk kuliner tradisional Kabupaten Bogor yang mendapat pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda tingkat nasional. Menurutnya, pengakuan ini merupakan apresiasi terhadap pelaku usaha lokal yang terus mempertahankan kuliner legendaris.

Dampak bagi UMKM dan peluang memperluas pasar

Bagi pelaku usaha, penghargaan semacam ini tidak berhenti pada kebanggaan. Lina, perwakilan Laksa Pak Inin Cihideung, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bogor. Ia menilai pengakuan tersebut menjadi dukungan bagi UMKM yang berupaya menjaga warisan kuliner daerah.

Lina juga berharap penghargaan ini membantu memperkenalkan laksa kepada masyarakat yang lebih luas, terutama kalangan muda. Selama ini, ia melihat laksa lebih banyak diminati oleh orang tua, sehingga pengakuan WBTb diharapkan menjadi pemantik agar generasi berikutnya lebih mengenal dan mencoba kuliner tradisional khas Bogor.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Laksa merupakan salah satu makanan legendaris khas Bogor yang masih diakui oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Penghargaan ini tentunya menjadi bentuk dukungan bagi pelaku UMKM seperti kami,” ungkap Lina.

Menarik minat Gen Z agar kuliner tradisional tetap hidup

Harapan Lina sejalan dengan kebutuhan regenerasi pada pelaku dan penikmat kuliner tradisional. Ia menilai keberlanjutan makanan legendaris sangat bergantung pada upaya memperkenalkannya kepada generasi berikutnya, termasuk Gen Z. Dengan semakin banyak anak muda mengenal laksa, peluang untuk menjaga eksistensinya di masa depan diharapkan semakin terbuka.

Lina juga menekankan bahwa penghargaan ini dapat membantu generasi sekarang, khususnya anak-anak Gen Z, mengetahui bahwa ada makanan khas Bogor yang sudah ada sejak dahulu dan masih bertahan hingga saat ini. Baginya, pengenalan yang lebih luas akan menjaga agar laksa tidak hanya dikenal sebagai kuliner dari masa lalu, melainkan tetap relevan dan mendapat tempat di tengah tren makanan yang terus berganti.

“Dengan adanya penghargaan ini, saya berharap generasi sekarang, khususnya anak-anak Gen Z, bisa mengenal dan mencicipi laksa. Mereka bisa mengetahui bahwa ada makanan legendaris khas Bogor yang sudah ada sejak dahulu dan masih mampu bertahan hingga saat ini,” kata Lina.

Penguatan identitas kuliner Bogor melalui pengakuan nasional

Dalam pandangan Titi Sugiarti, penetapan WBTb diharapkan memperkuat eksistensi Laksa Cihideung sebagai bagian dari identitas kuliner Kabupaten Bogor. Pengakuan ini juga diharapkan memotivasi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan ikut melestarikan makanan tradisional daerah.

Jika dilihat dari sisi praktik, teknik memasak dengan tungku dan kayu bakar menjadi elemen yang membedakan Laksa Pak Inin Cihideung dari banyak variasi kuliner sejenis. Dengan pengakuan resmi, unsur tradisi tersebut memperoleh legitimasi budaya, sekaligus membuka ruang agar masyarakat lebih memahami bahwa warisan kuliner tidak sekadar soal resep, melainkan juga proses dan pengetahuan yang diwariskan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x