Kualitas udara Bogor membaik, PM turun ke 28 kategori baik

4 menit membaca View : 24
Abdul Halim
Kesehatan, News - 08 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Kualitas udara di Kota Bogor menunjukkan perbaikan setelah sempat memburuk akibat paparan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Pada Selasa, 8 September 2026, indeks pencemaran udara tercatat turun tajam dan kembali masuk kategori baik, memberikan jeda bagi warga yang sebelumnya mengeluhkan gangguan kesehatan.

Data Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) milik Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan indeks Particulate Matter (PM) di Kota Bogor berada di angka 28 pada pagi hari. Kondisi ini menandai perubahan signifikan dibandingkan hari sebelumnya, Senin 7 September 2026, ketika tingkat pencemaran sempat melonjak hingga mencapai 83 dan masuk kategori sedang.

Indeks PM Kota Bogor turun ke 28 setelah sempat melonjak

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Rudi Mashudi, menjelaskan bahwa pemantauan sekitar pukul 07.00 WIB memperlihatkan angka PM 28 yang masuk kategori baik. Ia menekankan bahwa penurunan ini berbeda dengan kondisi pada hari sebelumnya, ketika konsentrasi polutan meningkat cukup tajam dan berdampak pada kenyamanan serta kesehatan warga.

Perubahan angka PM yang cukup besar biasanya berkaitan dengan berkurangnya partikel tersuspensi di udara. Dalam kasus ini, perbaikan terjadi setelah paparan abu vulkanik yang sempat memengaruhi kualitas udara wilayah setempat. Meski demikian, tren positif tidak otomatis berarti risiko hilang sepenuhnya, karena konsentrasi polutan dapat berubah mengikuti waktu dan aktivitas masyarakat.

Waspada lonjakan PM2.5 sore hari, kelompok rentan diminta hati-hati

DLH Kota Bogor tetap meminta masyarakat tidak mengendurkan kewaspadaan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, balita, lansia, serta warga dengan riwayat penyakit paru. Rudi Mashudi menyebutkan bahwa pada rentang sore hari, tepatnya sekitar pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, konsentrasi PM2.5 berpotensi lebih tinggi.

Karena itu, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan pada jam tersebut. Jika terpaksa harus beraktivitas, penggunaan masker menjadi langkah perlindungan sederhana yang dapat membantu mengurangi paparan partikel halus yang dapat masuk ke saluran pernapasan.

Imbauan ini penting karena keluhan kesehatan yang muncul pada awal pekan sebelumnya menunjukkan bahwa paparan polutan, meski tidak selalu dirasakan sama oleh semua orang, dapat memicu reaksi pada sistem pernapasan. Anak-anak dan lansia umumnya lebih sensitif terhadap perubahan kualitas udara.

Mitigasi mandiri: atur ventilasi pagi, kurangi kendaraan, cegah pembakaran sampah

Selain pemantauan dari instansi terkait, DLH juga menyarankan mitigasi mandiri yang dapat dilakukan warga. Salah satu yang dianjurkan adalah memanfaatkan jendela rumah untuk pertukaran udara segar pada pagi hari, pada rentang pukul 05.00 hingga 07.00 WIB, ketika sirkulasi udara cenderung lebih baik karena kadar polutan relatif lebih rendah.

Langkah berikutnya adalah mengurangi penggunaan kendaraan pribadi untuk menekan emisi dari aktivitas harian. Warga juga diminta menghindari pembakaran sampah karena aktivitas tersebut dapat menambah partikel pencemar di udara. Kebersihan lingkungan turut berperan, terutama untuk meminimalkan sumber debu yang dapat ikut terangkat dan memperburuk kualitas udara.

Penanganan Pemkot Bogor diperkuat, termasuk penyemprotan dan layanan kesehatan

Pemkot Bogor terus memperkuat langkah antisipatif terkait dampak sebaran abu vulkanik. Penanganan dilakukan secara terpadu, mulai dari pemantauan kualitas udara, penyemprotan pada ruas jalan dan fasilitas publik, hingga distribusi masker untuk membantu warga menghadapi paparan.

Selain itu, Pemkot juga menyiapkan penguatan layanan kesehatan dan penyesuaian aktivitas masyarakat sebagai respons cepat. Pendekatan ini bertujuan meminimalkan dampak abu vulkanik terhadap kesehatan, sekaligus menjaga agar layanan publik tetap berjalan meski kondisi udara sedang tidak stabil.

Imbauan Diskominfo: tetap tenang, gunakan masker, dan lindungi rumah saat hujan abu

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Ana Ismawati, menyampaikan bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi fokus utama Pemkot. Ia menegaskan agar warga tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan saat harus beraktivitas di luar ruangan.

Dalam imbauannya, Ana juga mengingatkan penggunaan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Apabila terjadi hujan abu, warga disarankan segera menghindari aktivitas di luar ruangan. Saat hujan abu turun, pintu dan jendela rumah sebaiknya ditutup untuk mencegah debu masuk ke dalam rumah.

Pemkot Bogor juga mengingatkan agar warga menjaga kebersihan diri setelah beraktivitas di luar serta memastikan kebutuhan air minum dan makanan tetap terlindungi dari paparan debu.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x