
INFOSENTULCITY.ID – Gelaran Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 di Lapangan Panahan Gelora Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, menjadi ruang bertemunya ajang peternakan dengan aktivitas ekonomi warga. Selama kegiatan berlangsung, UMKM binaan Pemerintah Kabupaten Bogor ikut membuka lapak dan menawarkan produk kepada pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Kontes ini merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bogor dengan Asosiasi Peternak dan Penggemar Sapi Indonesia (APPSI). Ketua panitia, Mardi, menyebut kerja sama dengan Dinas Koperasi Kabupaten Bogor agar manfaat kegiatan tidak berhenti pada peserta kontes, tetapi juga terasa bagi masyarakat sekitar lokasi melalui peluang penjualan dan pemasaran.
Di area Gelora Pakansari, aktivitas peternak, peserta, dan pengunjung berjalan beriringan dengan keberadaan lapak UMKM. Para pelaku usaha yang menjadi binaan pemerintah daerah diberi kesempatan berjualan selama kontes berlangsung, sehingga pengunjung tidak hanya menyaksikan kompetisi sapi, tetapi juga berinteraksi langsung dengan produk lokal.
Mardi menjelaskan pihaknya sengaja menggandeng Dinas Koperasi Kabupaten Bogor. Pendekatan ini, menurutnya, membuat kegiatan berukuran besar tetap relevan bagi masyarakat sekitar, khususnya para pelaku UMKM yang selama ini membutuhkan akses pasar lebih luas.

Kontes sapi tersebut diikuti peserta dari berbagai wilayah Indonesia. Beberapa di antaranya berasal dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, hingga Kalimantan. Komposisi peserta dan pengunjung seperti ini membuat arus orang yang datang tidak hanya dari satu kawasan, sehingga potensi transaksi dan perluasan jaringan bagi UMKM menjadi lebih besar.
Dalam situasi seperti ini, lapak UMKM berfungsi sebagai titik pertemuan yang lebih praktis. Pengunjung yang datang dari luar daerah berpeluang mengenal produk lokal secara langsung, bukan sekadar melihat informasi promosi daring. Bagi pelaku usaha, momen kontes bisa menjadi kesempatan untuk memperkenalkan merek sekaligus menguji minat pembeli.
Jumlah sapi yang dibawa dalam ajang tersebut diperkirakan mencapai sekitar 200 hingga 500 ekor. Kondisi ini membuat kawasan Gelora Pakansari dipadati aktivitas peternak, komunitas, dan pengunjung sepanjang kontes berlangsung. Kepadatan tersebut turut memengaruhi pergerakan ekonomi di sekitar lokasi, karena pengunjung biasanya membutuhkan berbagai kebutuhan selama berada di area acara.
Mardi menyebut kontes berlangsung selama dua hari. Dengan durasi tersebut, pelaku UMKM memiliki waktu lebih panjang untuk melayani pengunjung, melakukan penawaran produk, dan membangun interaksi yang lebih berkelanjutan dibanding acara yang hanya digelar dalam satu hari.
Menurut Mardi, kontes sapi dapat menjadi ruang yang mempertemukan kepentingan sektor peternakan dengan kegiatan ekonomi masyarakat. Dalam praktiknya, kolaborasi pemerintah daerah dan organisasi peternak tidak hanya mengurusi aspek kompetisi, tetapi juga membuka akses pasar untuk pelaku usaha di daerah.
Keterlibatan UMKM binaan Pemkab Bogor diposisikan sebagai bagian dari pemanfaatan event berskala besar. Saat pengunjung datang untuk melihat kualitas sapi, peluang belanja produk lokal muncul secara alami, termasuk saat pengunjung berkeliling area kegiatan.
Bagi warga Kabupaten Bogor, keberadaan lapak UMKM di lokasi acara memberikan dampak yang bisa dirasakan langsung. Pengunjung yang datang tidak hanya menonton kontes, tetapi juga berpotensi berbelanja produk yang ditawarkan para pelaku usaha. Perputaran aktivitas seperti ini dapat membantu meningkatkan penjualan pada periode tertentu, sekaligus memberi kesempatan promosi bagi produk yang sebelumnya mungkin lebih dikenal di lingkungan sekitar.
Lebih jauh, pengalaman berjualan selama event besar juga dapat memperluas wawasan pelaku UMKM tentang perilaku konsumen dari luar daerah. Pelaku usaha dapat melihat produk mana yang paling diminati, jam kunjungan yang ramai, serta pola interaksi pembeli selama acara berlangsung.
Keterlibatan berbagai pihak dalam kontes ini menunjukkan bahwa agenda olahraga atau kompetisi peternakan bisa dirancang agar berdampak ke sektor lain. Mardi menegaskan tujuan kegiatan tidak berhenti pada kontes, melainkan juga memberi manfaat bagi masyarakat sekitar, termasuk para UMKM yang ikut meramaikan.
Harapannya, kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi peternak, dan pelaku UMKM dapat terus dikembangkan melalui kegiatan lain. Dengan cara tersebut, aktivitas komunitas maupun event daerah berpotensi menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Bogor.






Tidak ada komentar