
INFOSENTULCITY.ID – Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Bogor menjadi panggung bagi Muhammad Abbid Erlangga, siswa SDN Sirnagalih 05, Kecamatan Tamansari. Pada lomba yang digelar Rabu, 22 September 2026 di Universitas Boash Bogor, ia tampil gemilang dan membawa pulang predikat Juara 1.

Dalam kategori lomba Nembang Pupuh Sunda Putra, Erlangga mencatat nilai tertinggi 91,33. Raihan tersebut sekaligus mengantarkannya melaju mewakili Kabupaten Bogor ke jenjang berikutnya, yaitu tingkat Provinsi Jawa Barat.
Kompetisi FTBI tidak hanya menguji kemampuan membaca atau menyanyikan naskah, tetapi juga ketepatan dalam membawakan pupuh, termasuk penguasaan irama dan penyampaian. Pada kesempatan ini, Erlangga berhasil menampilkan penampilan yang dinilai paling menonjol di antara peserta lain di tingkat kabupaten.
Hasil yang diraih, nilai 91,33, menunjukkan konsistensi penampilannya sejak awal hingga akhir. Predikat Juara 1 tersebut menegaskan bahwa kemampuan bahasa dan seni tradisi dapat dikuasai melalui latihan terarah di lingkungan sekolah maupun rumah.

Kepala SDN Sirnagalih 05, Johan Sri Wahyudi, menyampaikan apresiasi atas capaian anak didiknya. Ia menilai prestasi tersebut merupakan hasil yang membanggakan bagi sekolah, sekaligus bukti bahwa pembinaan yang dilakukan selama ini memberi dampak nyata.
Johan menyebut bahwa Erlangga berhasil meraih prestasi terbaik sebagai juara 1 dalam ajang FTBI Kabupaten Bogor. Ucapan syukur dan dukungan juga disampaikan sebagai bentuk semangat agar siswa terus mempertahankan performa saat mengikuti tahapan kompetisi selanjutnya.
Dengan torehan prestasi di tingkat kabupaten, Muhammad Abbid Erlangga kini bersiap menghadapi seleksi dan lomba di tingkat Provinsi Jawa Barat. Perjalanan menuju level provinsi biasanya menuntut kesiapan yang lebih matang, baik dari sisi teknik penampilan maupun mental saat tampil di hadapan dewan juri yang berbeda.
Keberhasilan di tingkat kabupaten menjadi modal penting. Namun, tahapan provinsi juga membawa tantangan baru karena akan ada peserta terbaik dari berbagai kabupaten dan kota. Erlangga diharapkan mampu menampilkan karakter pupuh yang sesuai, sekaligus menjaga stabilitas suara dan ritme sepanjang penampilan.
Menurut Johan, prestasi yang diraih Erlangga tidak muncul secara tiba-tiba. Ada kegigihan siswa dalam berlatih, tetapi di saat yang sama dukungan dari guru dan orang tua turut membentuk proses pembinaan hingga akhirnya membuahkan hasil.
Ia juga menekankan bahwa sekolah dan keluarga berperan dalam mendampingi siswa, mulai dari latihan, arahan, hingga menjaga kesiapan saat lomba. Dukungan berkelanjutan dianggap menjadi faktor penting agar kemampuan siswa tidak berhenti saat kompetisi selesai, melainkan terus berkembang menuju target berikutnya.
Selain menorehkan prestasi di FTBI, Muhammad Abbid Erlangga juga pernah meraih medali emas dalam pertandingan silat tingkat nasional. Catatan prestasi tersebut memperlihatkan bahwa minat dan kemampuan Erlangga tidak hanya terbatas pada satu bidang.
Keberagaman prestasi dapat menjadi nilai tambah, karena latihan disiplin dan pengendalian diri yang terbentuk dari olahraga seperti silat dapat mendukung performanya saat tampil di panggung lomba seni. Dengan pengalaman berkompetisi, ia memiliki bekal mental yang lebih kuat ketika menghadapi pertandingan berikutnya di level yang lebih tinggi.






Tidak ada komentar