Kebakaran TPPAS Galuga Bogor Masuk Hari Kesembilan, Titik Panas Masih Terdeteksi

3 menit membaca View : 6
Abdul Halim
Bogor, News - 15 Sep 2026

INFOSENTULCITY.ID – Kebakaran di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Galuga, Kabupaten Bogor, memasuki hari kesembilan pada Selasa, 15 September 2026. Kondisi di permukaan terlihat jauh membaik, tetapi petugas tetap melanjutkan penanganan karena masih ada potensi titik panas yang tersisa di bawah tumpukan sampah.

Di lokasi tersebut, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebutkan hasil pemantauan menunjukkan perkembangan signifikan. Berdasarkan pengecekan langsung pada Selasa pagi sekitar pukul 05.37 WIB, hampir tidak tampak titik api maupun kepulan asap seperti pada hari-hari sebelumnya. Namun, pemeriksaan lanjutan diperlukan agar bara tidak kembali memicu kebakaran.

Perkembangan kebakaran Galuga: api dan asap hampir tidak terlihat

Meski upaya pemadaman dan pendinginan telah membuat kondisi permukaan tampak lebih terkendali, bupati menegaskan bahwa penanganan tidak bisa dihentikan hanya karena visual di lapangan sudah membaik. Pengamatan awal memperlihatkan penurunan titik api dan berkurangnya asap yang sebelumnya lebih dominan.

Rudy menjelaskan bahwa titik panas masih teridentifikasi melalui pemantauan menggunakan teknologi thermal yang dipasang pada drone. Dengan metode ini, petugas tidak hanya melihat permukaan, tetapi juga membaca indikasi panas di lapisan sampah yang tertutup.

Pemantauan drone thermal masih menemukan potensi titik panas

Hasil pemantauan dari drone thermal menunjukkan masih adanya potensi titik panas yang berada di bawah tumpukan sampah di TPA Galuga. Temuan tersebut menjadi dasar bahwa proses penanganan perlu dilanjutkan, terutama untuk memastikan tidak ada bagian yang masih menyimpan bara.

Menurut Rudy, evaluasi dilakukan dengan melihat ulang data dari drone thermal yang terbangkan saat peninjauan. Dari pemantauan itu, potensi titik panas masih muncul, sehingga petugas harus melakukan tindak lanjut berupa pembongkaran pada area yang terindikasi.

Langkah lanjutan: bongkar titik terindikasi, lalu pendinginan

Rencana kerja berikutnya berfokus pada pembongkaran sejumlah titik yang masih menyimpan bara. Tahap ini dilakukan untuk memastikan letak panas tersisa, kemudian dilakukan pendinginan hingga benar-benar aman dan tidak memunculkan api maupun asap kembali.

Bupati menyampaikan bahwa penanganan akan diupayakan pada hari berikutnya, dengan memusatkan kegiatan pada beberapa titik panas yang terdeteksi. Pembongkaran dilakukan untuk menemukan posisi bara secara lebih pasti, setelah itu tim melakukan proses pendinginan sampai kondisi dinilai aman.

Dalam praktiknya, pendekatan seperti ini lazim dibutuhkan pada kebakaran sampah karena bara dapat bertahan di bagian dalam tumpukan. Karena itu, visual permukaan tidak selalu menjadi satu-satunya indikator keamanan.

Kolaborasi Pemkab dan Pemkot Bogor tanpa melihat batas wilayah

Rudy menekankan penanganan kebakaran Galuga merupakan tanggung jawab bersama antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bogor. Koordinasi dilakukan lintas wilayah administratif agar proses pengendalian berjalan efektif.

Ia juga menyebut semangat kolaborasi dilakukan tanpa membedakan batas pengelolaan kota dan kabupaten. Seluruh unsur bergerak bersama untuk memastikan kondisi di Galuga benar-benar aman dan tidak menimbulkan kebakaran susulan.

Dengan kondisi yang sudah membaik di permukaan namun masih menyisakan potensi titik panas terdeteksi thermal, fokus tim saat ini berada pada pekerjaan detail di area terindikasi. Upaya itu diharapkan menutup peluang bara kembali aktif dan memunculkan asap maupun api pada tahap berikutnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x