Keonho CORTIS hadir di Paris Fashion Week Chanel 7 Oktober 2026

3 menit membaca View : 19
Abdul Halim
Gaya Hidup, News - 08 Okt 2026

INFOSENTULCITY.ID – Keonho, member CORTIS, menjadi salah satu sorotan saat hadir dalam show koleksi Spring/Summer 2027 Chanel di Paris Fashion Week pada 7 Oktober 2026. Ia duduk di barisan depan dan memilih gaya kasual yang tetap terlihat elegan, sehingga cepat menarik perhatian fotografer dan tamu undangan global.

Penampilannya menjadi perbincangan karena tidak tampak berlebihan, namun terasa “rapi” dan terarah. Keonho memakai jaket bernuansa cokelat sebagai elemen utama, lalu dipadukan dengan kaos putih polos untuk memberi kontras bersih di tengah keramaian acara mode berskala internasional. Kombinasi warna dan siluet itu membuat fokus kamera tetap tertuju padanya.

Jaket cokelat dan kaos putih, kunci tampilan Keonho di PFW

Jaket Chanel bernuansa cokelat tampil sebagai statement piece yang mengikat keseluruhan look. Warna cokelat yang hangat memberi kesan lebih “earthy”, tetapi tetap selaras dengan nuansa koleksi Spring/Summer 2027 yang mengedepankan kesan ringan dan terukur. Di ruang seperti Paris Fashion Week, pilihan warna seperti ini biasanya bekerja karena tidak terlalu ramai, namun cukup kuat untuk terbaca dari jarak jauh.

Yang membuat penampilannya terasa matang adalah cara siluetnya ditempatkan. Keonho tidak menambah detail berlebihan, sehingga garis busana tetap jelas. Kaos putih polos berfungsi sebagai penyeimbang, menghadirkan kontras yang tegas dan membuat tampilan terlihat bersih. Ketika jaket cokelat bertemu dasar putih, kesannya menjadi lebih modern dan mudah ditangkap kamera.

Konsep relaxed, refined, dan effortless yang terasa personal

Komposisi jaket cokelat dan kaos putih membuat gaya Keonho berada pada titik yang menarik, yaitu terlihat santai tetapi tetap rapi. Ada kesan effortless, seolah pakaian itu “sudah jadi”, namun sebenarnya dibangun dari komposisi warna dan kualitas piece yang dipilih dengan cermat.

Di antara deretan tamu undangan yang sering memilih detail menonjol, Keonho justru mengambil pendekatan minimal. Pilihan itu bukan berarti ia melepas karakter, melainkan membuat busana terbaca sebagai satu kesatuan. Dengan begitu, penampilannya tidak bergantung pada ornamen tambahan, melainkan pada cara memadukan elemen yang tepat agar proporsinya tetap enak dilihat.

Duduk di barisan depan, sinyal penerimaan di ekosistem fashion

Fakta bahwa Keonho menempati posisi duduk di barisan depan menegaskan bahwa ia diterima di ekosistem fashion yang selektif. Pada acara sebesar Paris Fashion Week, tempat duduk biasanya berkaitan dengan pengakuan terhadap figur yang hadir, baik dari sisi popularitas maupun relevansi mereka terhadap dunia kreatif.

Meski ini menjadi acara Chanel pertamanya, penampilannya terlihat natural. Ia tampak memahami ritme dan standar visual yang berlaku di lingkungan tersebut, mulai dari ketepatan warna, kerapian siluet, hingga cara menjaga agar look tetap fokus. Naturalitas ini yang membuat kehadirannya terasa tidak “asing” di tengah tamu undangan global.

Debut di Chanel PFW jadi babak baru karier Keonho

Kehadiran Keonho dalam Paris Fashion Week juga dibaca sebagai penanda perluasan jangkauan kariernya di ranah fashion. Ia datang sebagai member termuda CORTIS, lalu bergerak dari identitasnya sebagai idol K-pop menuju ruang yang lebih luas, termasuk panggung rumah mode global.

Debut di acara sebesar ini memberi nilai simbolis. Bukan hanya soal siapa yang datang, melainkan bagaimana seorang figur mampu menerjemahkan bahasa gaya merek besar ke versi yang tetap sesuai dirinya. Keonho terlihat membawa karakter pribadi tanpa menghilangkan elemen yang membuatnya tetap terbaca sebagai dirinya sendiri.

Musik dan fashion bertemu lewat pilihan gaya yang ringkas

Masuknya Keonho ke ajang fashion mempertemukan dua dunia yang selama ini dekat, yaitu musik dan estetika visual. Look yang ia pilih menunjukkan cara ia membangun identitas, ringkas namun presisi. Ia tidak menutup ruang untuk personalitasnya, meski membawa bahasa gaya Chanel.

Yang menarik, estetika merek besar tidak harus diterjemahkan dengan meniru mentah-mentah. Keonho memberi ruang pada sentuhan personal melalui pilihan warna dan cara memadukan piece. Hasilnya, penampilannya terasa relevan sekaligus tetap membawa “suara” dari dirinya sendiri, bukan sekadar mengikuti tren tanpa arah.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x