
INFOSENTULCITY.ID – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, memergoki pelaku kencing sembarangan di kawasan Alun-alun Kota Bogor. Kejadian itu berlangsung saat Jenal meninjau area yang masih diselimuti debu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dalam penindakan langsung tersebut, Jenal menegur pelaku yang diduga membuang air kecil di area taman, padahal di lokasi tersedia toilet umum. Jenal juga menyinggung adanya keluhan sebelumnya terkait bau pesing di Alun-alun, yang viral beberapa waktu lalu, serta mengaku telah mencari pelaku selama sekitar 1,5 tahun.
Peninjauan yang dilakukan Jenal berfokus pada kondisi kebersihan dan penataan ruang publik Alun-alun Kota Bogor. Saat itu, debu vulkanik masih terlihat menempel di lingkungan, sehingga perhatian pada kebersihan menjadi semakin penting agar area publik tetap layak digunakan warga.
Di tengah pengecekan, Jenal mendapati seseorang yang tengah melakukan perbuatan tersebut di area taman. Ia kemudian menghampiri pelaku dan menyampaikan teguran dengan nada tegas, menyebut adanya toilet di area tersebut yang seharusnya digunakan.

Jenal mengatakan ia kesal karena pelaku yang sama diduga kerap mengulangi perbuatannya di tempat yang relatif sama. Ia menegaskan, petugas kebersihan baru saja membersihkan kawasan itu sehari sebelumnya, sehingga tindakan pelaku membuat upaya penataan ulang menjadi sia-sia.
Dalam teguran itu, Jenal menyebut pelaku baru datang atau muncul setelah area dibersihkan, sehingga ia menilai pelaku seharusnya tidak mengulangi kebiasaan tersebut. Ia juga meminta pelaku untuk tidak bersikap seolah tidak mengetahui kondisi lokasi.
Selain menegur, Jenal juga meminta identitas pelaku dan mengarahkan agar menggunakan toilet umum yang disediakan gratis di kawasan Alun-alun. Arahan itu disampaikan sebagai langkah praktis agar pelaku tidak mengulang perbuatannya di ruang publik.
Sebagai penindakan sementara, pelaku diminta ikut membersihkan area Alun-alun. Jenal menyebut pelaku diarahkan untuk menyemprotkan air ke bagian yang terkena dampak debu vulkanik, sehingga kebersihan lingkungan dapat kembali ditangani bersama.
Jenal tidak berhenti pada peneguran pelaku. Ia turut menyinggung kinerja petugas jaga malam di lokasi, mempertanyakan efektivitas pengawasan saat malam hari. Menurutnya, meski personel ditempatkan, masih ada kejadian yang menunjukkan pengawasan belum berjalan optimal.
Ia bahkan menyatakan bahwa bila penjagaan malam dianggap tidak efektif, maka penempatan petugas perlu dievaluasi. Kritik ini menunjukkan bahwa insiden kebersihan tidak hanya dipandang sebagai pelanggaran individu, tetapi juga sebagai indikator lemahnya kontrol di lapangan.
Jenal menyebut insiden ini merupakan tindak lanjut dari keluhan bau pesing yang sebelumnya sempat viral di kawasan Alun-alun. Ia mengaku proses pencarian pelaku memakan waktu kurang lebih 1,5 tahun, sebelum akhirnya ditemukan langsung di lokasi.
Setelah penindakan, Jenal menyatakan kemungkinan sanksi sosial akan dikaji lebih lanjut oleh pihak kecamatan terkait perbuatan pelaku. Dengan langkah tersebut, penanganan diharapkan tidak hanya berhenti pada teguran sesaat, melainkan ada konsekuensi yang membuat pelanggaran serupa tidak terulang.






Tidak ada komentar